123Berita – 06 April 2026 | Sabtu malam, 4 April 2026, Real Madrid mengalami kemunduran tak terduga saat menjamu Mallorca di Stadion Son Moix. Tim asal Madrid harus menelan kekalahan tipis 1-2, menambah tekanan pada usaha mereka mengejar puncak klasemen LaLiga 2025/2026. Kekalahan ini menempatkan Los Blancos lebih jauh di belakang rival abadinya, Barcelona, yang kini memimpin dengan selisih tujuh poin.
Setelah peluit panjang, pelatih baru Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mengambil mikrofon di ruang pers dan secara terbuka mengakui bahwa strategi yang ia terapkan menjadi penyebab utama kegagalan tim. “Kekalahan ini sepenuhnya tanggung jawab saya. Saya yang membuat keputusan taktis yang kurang tepat,” tegas Arbeloa, menegaskan bahwa ia tidak akan mencari kambing hitam di antara para pemain.
Arbeloa menekankan bahwa fokus utama kini harus beralih ke laga selanjutnya, yakni pertandingan Liga Champions melawan Bayern Munich pada Rabu mendatang. Ia meminta para pemain untuk segera mengalihkan pikiran dan energi mereka ke kompetisi Eropa, mengingat pentingnya tiga poin melawan raksasa Jerman itu bagi ambisi Real Madrid di panggung internasional.
Di samping menanggung kesalahan, Arbeloa menegaskan target realistis tim untuk sisa delapan pertandingan LaLiga yang tersisa. “Kami masih memiliki delapan laga. Target kami adalah memenangkan semuanya tanpa kompromi,” ujar sang pelatih. Pernyataan tersebut menunjukkan tekad kuat untuk memperkecil jarak dengan pemimpin klasemen, meskipun jalur juara kini terasa lebih sempit.
Sementara strategi menjadi sorotan utama, penampilan Jude Bellingham juga menjadi catatan penting. Gelandang berusia 21 tahun yang baru kembali dari cedera tampil kurang berdaya ketika masuk dari bangku cadangan. Arbeloa mengakui bahwa Bellingham masih membutuhkan waktu untuk menemukan ritme permainan setelah absen beberapa minggu. “Wajar kalau Bellingham masih belum sepenuhnya kembali. Dia hanya bermain sekitar setengah jam, sementara pada laga melawan Atletico ia hanya mendapat 20 menit. Kami memberi waktu baginya untuk menyesuaikan diri kembali,” ujar Arbeloa.
Pelatih berusia 43 tahun menambahkan bahwa ekspektasi terlalu tinggi terhadap pemain yang baru kembali dapat mengganggu proses pemulihan. “Tidak realistis menuntut performa maksimal ketika jam terbangnya masih minim. Kami bersabar dan yakin dalam beberapa pekan ke depan Bellingham akan kembali menunjukkan kualitas kelas dunia yang kita kenal,” tambahnya.
Kekalahan melawan Mallorca juga menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi taktik ofensif Real Madrid. Gol tunggal mereka dicetak pada babak pertama melalui serangan balik cepat, namun pertahanan yang lemah pada babak kedua memberi peluang bagi Mallorca untuk mencetak dua gol penentu. Analisis taktis menunjukkan bahwa perubahan formasi yang diterapkan Arbeloa tidak memberikan keseimbangan antara serangan dan pertahanan.
Meski demikian, Arbeloa tidak menunjukkan tanda menyerah. Ia menegaskan bahwa tim masih memiliki potensi besar, terutama pada lini serang yang dipimpin oleh pemain-pemain berpengalaman. “Kami masih memiliki pemain-pemain berkualitas yang dapat mengubah hasil pertandingan. Yang kami butuhkan adalah konsistensi dan mentalitas juara,” katanya.
Dalam konteks klasemen, hasil negatif ini menempatkan Real Madrid pada posisi ketiga dengan selisih tiga poin dari Barcelona dan satu poin di atas Atletico Madrid. Sisa delapan laga menjadi krusial, karena setiap poin akan menentukan apakah Los Blancos masih memiliki peluang realistis merebut gelar atau harus puas dengan posisi runner-up.
Persiapan menghadapi Bayern Munich juga menjadi prioritas utama. Arbeloa mengungkapkan bahwa sesi latihan minggu ini difokuskan pada pola serangan cepat dan pertahanan zonal, strategi yang diharapkan dapat menahan tekanan serangan Bayern yang agresif. Ia menambahkan bahwa motivasi pemain harus tetap tinggi, mengingat sejarah panjang Real Madrid di kompetisi Eropa.
Secara keseluruhan, kekalahan di Mallorca menjadi pelajaran pahit bagi Arbeloa dan skuadnya. Dengan mengakui kesalahan, menegaskan target, dan menunggu pemulihan Bellingham, pelatih berharap Real Madrid dapat bangkit kembali, menutup fase LaLiga dengan serangkaian kemenangan, sekaligus menyiapkan diri untuk tantangan besar di Liga Champions.





