123Berita – 09 April 2026 | Manado, Sulawesi Utara – Pemerintah Kota Manado bersama aparat keamanan nasional menyiapkan operasi pengamanan terbesar dalam sejarah Paskah Nasional di wilayah tersebut. Sebanyak 1.216 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, serta satuan khusus daerah dikerahkan untuk menjamin kelancaran perayaan yang diperkirakan akan dihadiri puluhan ribu umat Kristiani dari dalam dan luar provinsi.
Pengamanan ini mencakup seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari prosesi keagamaan di alun-alun kota, upacara kebaktian massal di Gereja Katedral, hingga serangkaian acara budaya dan sosial yang diadakan di sekitar Danau Manado. Penempatan personel dilakukan secara terstruktur, dengan fokus utama pada titik-titik strategis yang berpotensi menimbulkan kerumunan besar atau ancaman keamanan.
Koordinator Operasi Keamanan, Brigadir Jenderal Anton Wirawan (Polri), menjelaskan bahwa penempatan personel tidak hanya bersifat reaktif, melainkan mengedepankan pendekatan preventif. “Kami menyiapkan barisan pengamanan yang terintegrasi, menggabungkan keahlian polisi dalam penegakan hukum, kemampuan militer dalam kontrol massa, serta pengetahuan satpol PP tentang regulasi daerah. Tujuannya adalah menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh peserta,” ujar Anton dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin (8 April) di Balai Kota Manado.
Berikut adalah rincian penempatan personel yang dilaporkan:
- Polri: 512 anggota, termasuk satuan Brimob dan unit khusus anti-terorisme.
- TNI Angkatan Darat: 304 prajurit, dengan batalion infanteri serta detasemen intelijen.
- TNI Angkatan Laut: 200 anggota, yang berperan mengawasi zona pesisir dan pelabuhan Manado.
- Satpol PP dan Satuan Pengamanan Daerah: 200 personel, yang menangani regulasi lalu lintas, kebersihan, dan penegakan protokol kesehatan.
Koordinator operasional menambahkan bahwa semua personel telah menjalani pelatihan singkat tentang penanganan kerumunan, evakuasi darurat, serta prosedur penanggulangan bencana alam, mengingat wilayah Manado masih rawan gempa bumi dan letusan gunung berapi. “Kami menyadari bahwa keamanan tidak hanya melibatkan pencegahan aksi teror, tetapi juga kesiapan menghadapi situasi darurat lainnya,” tegasnya.
Selain penempatan personel di darat, TNI Angkatan Laut menyiapkan kapal patroli di Teluk Manado untuk mengawasi pergerakan kapal penumpang dan barang. Hal ini bertujuan mengantisipasi potensi penyelundupan atau ancaman dari laut, mengingat banyak jamaah yang datang menggunakan transportasi laut dari pulau-pulau terdekat.
Para pejabat kota juga berkoordinasi dengan otoritas kesehatan setempat untuk memastikan protokol kebersihan tetap dijalankan, meskipun situasi pandemi COVID-19 telah mereda. Tim medis khusus akan ditempatkan di titik-titik strategis, siap memberikan pertolongan pertama bila diperlukan.
Pengamanan Paskah Nasional 2026 ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat. Pemerintah daerah mengajak warga untuk berperan aktif sebagai mata dan telinga keamanan, melaporkan setiap hal yang mencurigakan melalui aplikasi keamanan kota yang baru diluncurkan bulan lalu. “Partisipasi publik merupakan faktor kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman,” ujar Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, dalam sambutan resmi.
Acara puncak Paskah Nasional, yakni Kebaktian Paskah bersama yang dipimpin oleh Uskup Agung Manado, dijadwalkan akan digelar pada Minggu pagi, 11 April 2026. Diperkirakan akan ada lebih dari 30.000 orang yang hadir, termasuk delegasi gereja-gereja internasional, tokoh agama, serta pejabat pemerintahan.
Dengan skala keamanan yang melibatkan lebih dari seribu personel, Manado berharap dapat menampilkan contoh terbaik dalam penyelenggaraan acara keagamaan berskala nasional. Keberhasilan ini diharapkan menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia yang akan menyelenggarakan perayaan serupa di masa mendatang.
Secara keseluruhan, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi landasan utama dalam menjamin bahwa Paskah Nasional 2026 di Manado tidak hanya menjadi momen religius, tetapi juga simbol persatuan, kedamaian, dan keamanan bagi seluruh bangsa.





