123Berita – 06 Mei 2026 | Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat jaringan transportasi publik dengan mengusulkan perluasan layanan LRT Jabodebek serta jaringan TransJakarta hingga mencapai wilayah kota Bogor. Usulan ini muncul di tengah upaya pemerintah daerah mengatasi kemacetan yang kian parah serta meningkatkan konektivitas antar‑kota di wilayah Jabodetabek.
Rencana Pengembangan LRT Jabodebek
LRT Jabodebek, yang sejak awal direncanakan menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, masih beroperasi pada rute terbatas. Dedie menekankan pentingnya memperpanjang jalur LRT hingga ke pusat kota Bogor, sehingga penduduk tidak lagi bergantung pada angkutan pribadi atau angkutan kota yang rawan macet. “Jika LRT dapat menembus titik‑titik strategis di Bogor, maka mobilitas warga akan meningkat secara signifikan,” ujar Dedie dalam pertemuan dengan pihak terkait.
Integrasi dengan TransJakarta
Selain LRT, Dedie juga mengusulkan integrasi layanan TransJakarta dengan jaringan LRT yang ada. Ide ini bertujuan menciptakan satu sistem transportasi terpadu yang memungkinkan penumpang berpindah moda tanpa harus menunggu lama atau menempuh jarak tambahan. “Kita ingin memastikan bahwa busway dapat melanjutkan rutenya hingga ke terminal‑terminal utama di Bogor, sehingga penumpang dapat melanjutkan perjalanan mereka dengan mudah,” tambahnya.
Pengembangan ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, melainkan juga pada penyediaan fasilitas pendukung seperti parkir terpadu, halte modern, serta sistem tiket elektronik yang dapat digunakan secara lintas moda.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Para ahli transportasi menilai bahwa proyek ekspansi LRT‑TransJakarta ke Bogor akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Peningkatan aksesibilitas dapat menarik investasi baru, terutama di sektor properti, perhotelan, dan perdagangan ritel. Selain itu, lapangan kerja baru akan tercipta baik dalam tahap konstruksi maupun operasional pasca‑selesai.
Warga Bogor sendiri menyambut baik rencana ini. “Jika LRT sampai ke Bogor, perjalanan ke Jakarta akan jauh lebih cepat dan nyaman,” ujar seorang pengguna angkutan umum yang telah menunggu sejak lama solusi transportasi massal yang lebih handal.
Tantangan dan Langkah Selanjutnya
Meski antusiasme tinggi, proyek ini tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah pembiayaan yang memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, serta swasta. Dedie mengaku tengah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan dan PT MRT Jakarta untuk menyusun model pembiayaan yang berkelanjutan.
Selanjutnya, proses perizinan lahan dan penataan ruang menjadi agenda prioritas. Pemerintah kota berkomitmen untuk menyelesaikan semua hambatan administratif dalam waktu sesingkat‑mungkin, sehingga pembangunan dapat dimulai pada kuartal berikutnya.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, harapan besar terletak pada realisasi rencana ini dalam jangka menengah. Jika berhasil, Bogor dapat menjadi contoh kota penyangga yang berhasil mengintegrasikan transportasi massal lintas wilayah, sekaligus mengurangi tekanan lalu lintas di ibukota.
Pengembangan LRT‑TransJakarta hingga Bogor diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas hidup warga, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh wilayah Jabodetabek.





