Wali Kota Farhan Ungkap Tiga hingga Empat Calon Siap Kelola Bandung Zoo, Peluang Revitalisasi Kebun Binatang Kota

123Berita – 10 April 2026 | Bandung, 10 April 2026Wali Kota Bandung, Farhan, mengungkap adanya tiga hingga empat pihak yang menunjukkan minat kuat untuk mengambil alih pengelolaan Bandung Zoo. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan tertutup dengan para pemangku kepentingan pada Senin (8/4), menandakan langkah signifikan dalam upaya memperbaiki kondisi kebun binatang yang selama ini menjadi sorotan publik.

Farhan menegaskan bahwa tingginya minat tersebut menjadi sinyal positif bagi program revitalisasi Bandung Zoo. “Kami melihat adanya antusiasme yang cukup tinggi dari calon pengelola yang ingin berkontribusi pada peningkatan standar kesejahteraan satwa serta pengalaman pengunjung,” ujar Farhan. Menurutnya, keberadaan calon-calon ini membuka peluang untuk melakukan reformasi struktural yang selama ini diperlukan.

Bacaan Lainnya

Bandung Zoo, yang dibuka pada tahun 1933, telah mengalami penurunan kunjungan dan kritik terkait fasilitas serta perawatan hewan. Beberapa laporan mengindikasikan kurangnya dana operasional, fasilitas yang usang, dan standar kebersihan yang belum memadai. Kondisi tersebut mendorong pemerintah kota untuk mencari mitra pengelola yang mampu mengembalikan reputasi kebun binatang tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Farhan menampilkan data kunjungan dan evaluasi internal yang menyoroti area-area kritis yang perlu diperbaiki. Ia menekankan bahwa calon pengelola harus memenuhi kriteria ketat, termasuk komitmen terhadap kesejahteraan hewan, rencana bisnis yang berkelanjutan, serta kemampuan investasi untuk renovasi fasilitas.

Berikut adalah poin-poin utama yang menjadi fokus penilaian calon pengelola:

  • Pemenuhan standar kesejahteraan satwa sesuai dengan pedoman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  • Rencana investasi jangka menengah untuk perbaikan kandang, area publik, serta infrastruktur pendukung.
  • Strategi pemasaran yang dapat meningkatkan kunjungan lokal dan wisatawan.
  • Kemampuan mengelola program edukasi lingkungan bagi sekolah dan masyarakat umum.

Walaupun belum ada pengumuman resmi mengenai identitas calon pengelola, Farhan mengungkap bahwa proses seleksi akan melibatkan evaluasi teknis dan finansial yang transparan. “Kami akan membuka lelang atau tender yang bersifat kompetitif, memastikan semua pihak memiliki kesempatan yang adil,” tambahnya.

Beberapa pengamat industri pariwisata menilai bahwa masuknya pihak swasta atau lembaga non‑pemerintah dapat memberikan dorongan signifikan bagi Bandung Zoo. Menurut Dr. Rina Sari, pakar konservasi satwa, kolaborasi antara pemerintah dan investor berpengalaman dapat memperbaiki manajemen operasional sekaligus meningkatkan standar kesejahteraan hewan.

Namun, ada pula kekhawatiran di kalangan aktivis lingkungan bahwa profit motive dapat mengorbankan kesejahteraan satwa. Farhan menanggapi hal tersebut dengan menegaskan bahwa setiap calon harus menyertakan rencana konservasi yang jelas, serta audit independen secara berkala.

Selain aspek operasional, Farhan juga menyoroti potensi dampak ekonomi positif bagi kota Bandung. Revitalisasi kebun binatang diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan, membuka lapangan kerja baru, dan menstimulasi sektor UMKM di sekitar area kebun binatang.

Keputusan akhir mengenai pengelola Bandung Zoo diperkirakan akan diumumkan pada kuartal ketiga 2026, setelah melalui proses evaluasi menyeluruh. Farhan menekankan bahwa proses ini akan melibatkan transparansi penuh, termasuk publikasi hasil evaluasi dan mekanisme pengawasan yang melibatkan masyarakat.

Dengan adanya tiga hingga empat calon yang serius, optimisme muncul bahwa Bandung Zoo dapat kembali menjadi destinasi edukatif dan rekreasi yang aman serta ramah lingkungan. Upaya kolaboratif antara pemerintah, calon pengelola, serta masyarakat diharapkan dapat menata ulang kebun binatang ini menjadi contoh pengelolaan modern yang menyeimbangkan kepentingan ekonomi, edukasi, dan konservasi.

Pos terkait