Veddriq Leonardo Tetap Fokus di Kejuaraan Asia Meishan, Tinggalkan Beban Gelar Olimpiade

Veddriq Leonardo Tetap Fokus di Kejuaraan Asia Meishan, Tinggalkan Beban Gelar Olimpiade
Veddriq Leonardo Tetap Fokus di Kejuaraan Asia Meishan, Tinggalkan Beban Gelar Olimpiade

123Berita – 04 April 2026 | Veddriq Leonardo, pemain tunggal putra Indonesia yang pernah mengangkat medali emas di Olimpiade Tokyo 2020, kembali menapaki panggung internasional pada Kejuaraan Asia yang digelar di Meishan, Tiongkok, pada 8-12 April mendatang. Meski memiliki reputasi sebagai juara Olimpiade, Veddriq menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkan gelar tersebut menjadi beban mental dalam kompetisi kali ini.

Berlatih intensif bersama tim nasional di Pelatnas PB Djarum, Veddriq memasuki turnamen dengan satu tujuan utama: menampilkan permainan terbaik tanpa menghiraukan ekspektasi yang melekat pada dirinya sebagai peraih medali emas Olimpiade. “Saya fokus pada setiap poin, setiap raket, dan tidak memikirkan apa yang orang lain harapkan,” ujar Veddriq dalam konferensi pers pra-turnamen. “Beban juara Olimpiade memang ada, tapi saya pilih untuk menjauhkan pikiran itu dan memberi yang terbaik di lapangan sekarang.”

Bacaan Lainnya

Kejuaraan Asia 2024 di Meishan menjadi ajang penting bagi pemain-pemain Asia untuk mengukur performa menjelang Piala Dunia Badminton 2025. Turnamen ini juga menjadi kesempatan bagi Veddriq untuk menguji taktik baru yang telah dikembangkan bersama pelatih kepala, Herry Iman Pierngadi. Berikut beberapa poin kunci strategi yang diungkapkan Veddriq:

  • Variasi serangan: Memperbanyak variasi smash, terutama dengan sudut yang lebih tajam, untuk memaksa lawan beradaptasi.
  • Pertahanan: Memperkuat backhand defence, mengingat banyak lawan Asia yang mengandalkan pukulan forehand cepat.
  • Kondisi fisik: Fokus pada kebugaran anaerobik untuk menahan tempo pertandingan yang tinggi.

Sebelum berangkat ke Meishan, Veddriq menilai dirinya dalam kondisi prima. Ia menyebutkan bahwa proses pemulihan pasca-Olimpiade telah selesai, dan ia kini berada pada puncak kebugaran. “Saya telah menjalani program rehabilitasi yang ketat setelah Tokyo, dan sekarang tubuh saya kembali kuat,” jelasnya.

Selain persiapan fisik, Veddriq juga menekankan pentingnya kesiapan mental. Ia bekerja sama dengan psikolog olahraga untuk mengelola tekanan. “Tekanan itu wajar, tapi saya belajar mengalihkannya menjadi motivasi. Saya tidak ingin menjadi beban bagi tim hanya karena saya pernah menang di Olimpiade,” kata Veddriq.

Para pengamat badminton menilai sikap Veddriq sebagai contoh profesionalisme. Menurut analis senior Badminton World Federation (BWF), sikap mengesampingkan gelar Olimpiade dapat membantu pemain mempertahankan konsistensi performa di turnamen berskala besar. “Ketika pemain memusatkan perhatian pada proses, bukan hasil akhir, mereka cenderung menunjukkan permainan yang lebih stabil,” ujar analis tersebut.

Namun, tidak sedikit pihak yang menaruh harapan tinggi pada Veddriq. Publik Indonesia, khususnya para pendukung badminton, berharap sang juara Olimpiade dapat menambah koleksi medali di Kejuaraan Asia. Menurut survei singkat yang dilakukan oleh portal olahraga nasional, 68% responden mengharapkan Veddriq meraih medali perak atau emas di Meishan.

Berbeda dengan harapan publik, Veddriq tetap menekankan pada proses kompetisi. “Saya menghormati harapan mereka, tapi fokus saya adalah pada pertandingan satu per satu. Saya tidak ingin memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan sebelum saya menyelesaikan poin saat ini,” tegasnya.

Turnamen ini menampilkan sejumlah pemain papan atas Asia, termasuk pemain asal China, Jepang, dan Korea Selatan. Veddriq diprediksi akan bertemu dengan lawan-lawan kuat sejak babak pertama. Menurut jadwal resmi, ia akan membuka laga melawan pemain peringkat 15 dunia dari Jepang pada hari pertama kompetisi.

Jika berhasil melaju ke babak final, Veddriq berpeluang menambah koleksi medali Asia pertamanya. Saat ini, ia masih menunggu medali di level kontinental, meskipun sudah memiliki medali emas Olimpiade, medali perunggu di Kejuaraan Dunia 2022, serta sejumlah gelar turnamen BWF Super 1000.

Dalam rangka mempersiapkan diri secara menyeluruh, tim pelatih Veddriq juga menyiapkan analisis lawan secara detail. Setiap lawan memiliki pola permainan khas yang akan dipelajari melalui rekaman video. “Kami menyiapkan strategi khusus untuk tiap pemain, terutama dalam hal kecepatan footwork dan penempatan shuttle,” ujar pelatih Herry.

Kesimpulannya, Veddriq Leonardo memasuki Kejuaraan Asia Meishan dengan mental yang terfokus pada permainan, meninggalkan beban gelar Olimpiade sebagai faktor penghambat. Dengan persiapan fisik dan mental yang matang, serta strategi yang disesuaikan dengan lawan, ia memiliki peluang besar untuk mengukir prestasi di ajang Asia ini. Penampilan Veddriq di Meishan tidak hanya menjadi ajang uji coba taktik baru, tetapi juga menjadi bukti bahwa seorang juara dapat tetap rendah hati dan berorientasi pada proses, tanpa terjebak dalam tekanan ekspektasi. Perjalanan Veddriq di Meishan akan menjadi sorotan, tidak hanya bagi para penggemar badminton Indonesia, tetapi juga bagi dunia badminton internasional yang menantikan aksi pemain berkelas dunia yang selalu mengedepankan sportivitas dan dedikasi.

Pos terkait