UMN Perkenalkan Program Studi Artificial Intelligence Berkelanjutan, Jawaban Pendidikan Tinggi untuk Era AI Hijau

123Berita – 10 April 2026 | Universitas Multimedia Nusantara (UMN) resmi meluncurkan program studi baru yang mengusung konsep Artificial Intelligence (AI) berbasis Sustainable AI. Upacara peresmian yang berlangsung di Ascott Menteng, Jakarta, dihadiri langsung oleh Rektor UMN bersama jajaran akademik serta perwakilan industri teknologi, menandai langkah strategis universitas dalam menyiapkan generasi profesional yang tidak hanya menguasai kecanggihan teknologi AI, tetapi juga memahami dampak lingkungan, sosial, dan etika yang menyertainya.

Program studi yang dinamai “Artificial Intelligence (Sustainable AI)” dirancang sebagai jenjang sarjana terapan dengan kurikulum interdisipliner. Mahasiswa akan dibekali pengetahuan mendalam tentang algoritma machine learning, deep learning, serta teknik data mining, sekaligus mempelajari prinsip-prinsip keberlanjutan yang meliputi efisiensi energi, pengurangan jejak karbon, dan tata kelola data yang bertanggung jawab. Dalam sambutannya, Rektor UMN menegaskan pentingnya menyeimbangkan inovasi teknologi dengan komitmen terhadap lingkungan, menyebut bahwa era AI tidak dapat dipisahkan dari tantangan perubahan iklim dan tanggung jawab sosial.

Bacaan Lainnya

Berikut adalah beberapa keunggulan utama program studi ini:

  • Kurikulum Berkelanjutan: Setiap mata kuliah diintegrasikan dengan modul tentang dampak lingkungan AI, termasuk analisis jejak karbon model AI dan strategi optimasi energi.
  • Kerjasama Industri: UMN menjalin kemitraan dengan perusahaan teknologi terkemuka serta start‑up yang fokus pada solusi AI hijau, memberikan mahasiswa kesempatan magang dan proyek riset berbasis industri.
  • Fasilitas Laboratorium Canggih: Laboratorium AI UMN dilengkapi dengan server berdaya rendah, GPU efisien, dan infrastruktur cloud yang mendukung eksperimen berkelanjutan.
  • Dukungan Penelitian: Fakultas AI UMN membuka hibah internal khusus untuk penelitian yang mengedepankan metode AI ramah lingkungan.
  • Soft Skill dan Etika: Program ini menekankan pengembangan etika profesional, kebijakan publik, dan literasi data untuk menyiapkan lulusan yang mampu berkontribusi pada regulasi dan standar AI berkelanjutan.

Pengembangan program ini tidak lepas dari tren global yang menuntut praktik AI yang lebih hijau. Menurut laporan terbaru dari International Energy Agency, penggunaan energi untuk melatih model AI besar dapat menyamai konsumsi listrik sebuah kota kecil. Oleh karena itu, UMN berkomitmen untuk menjadi pionir dalam pendidikan AI yang tidak hanya memperhatikan performa algoritma, tetapi juga efisiensi energi dan dampak sosial.

Selain itu, program studi ini menargetkan pasar tenaga kerja yang semakin mengutamakan keahlian dalam AI berkelanjutan. Perusahaan multinasional serta lembaga pemerintah kini mencari profesional yang mampu merancang solusi AI dengan jejak lingkungan minimal, mengoptimalkan proses bisnis, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Dengan lulusan yang siap pakai, UMN berharap dapat memperkuat ekosistem teknologi Indonesia dan berkontribusi pada pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada tujuan iklim dan inovasi industri.

Rector UMN menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari visi jangka panjang universitas untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan industri 4.0. “Kami tidak hanya ingin menghasilkan teknokrat AI, melainkan agen perubahan yang mampu mengintegrasikan nilai keberlanjutan dalam setiap solusi teknologi,” ujarnya.

Peluncuran ini juga dihadiri oleh para tokoh penting dari dunia industri, termasuk perwakilan dari perusahaan teknologi energi terbarukan dan lembaga riset AI. Mereka menyampaikan apresiasi atas inisiatif UMN, menyoroti bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi industri sangat krusial untuk mempercepat adopsi AI berkelanjutan di sektor publik dan swasta.

Dengan kapasitas awal menerima 120 mahasiswa per angkatan, program ini diharapkan menjadi magnet bagi calon mahasiswa yang memiliki minat kuat pada AI sekaligus kepedulian terhadap isu lingkungan. Pendaftaran dibuka secara online melalui portal resmi UMN, dengan persyaratan umum meliputi nilai akademik yang baik, motivasi kuat, serta kemampuan dasar pemrograman.

Secara keseluruhan, peluncuran Program Studi Artificial Intelligence (Sustainable AI) oleh UMN menandai era baru dalam pendidikan tinggi Indonesia, di mana inovasi teknologi tidak lagi berdiri terpisah dari tanggung jawab ekologis. Diharapkan, lulusan program ini tidak hanya menjadi tenaga ahli AI yang handal, tetapi juga menjadi pionir dalam menciptakan solusi AI yang ramah lingkungan, etis, dan berkelanjutan untuk tantangan masa depan.

Pos terkait