123Berita – 10 April 2026 | Universitas Multimedia Nusantara (UMN) resmi memperkenalkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada sebuah upacara yang digelar di Ascott Menteng, Jakarta. Acara peresmian dihadiri langsung oleh jajaran rektorat UMN bersama Dekan Fakultas Bisnis, menandai langkah strategis institusi untuk membuka akses pendidikan tinggi yang lebih adaptif bagi kalangan profesional yang memiliki keterbatasan waktu.
Program RPL dirancang untuk mengakui kompetensi dan pengalaman kerja yang telah dimiliki peserta, sehingga memungkinkan mereka memperoleh kredit akademik tanpa harus menempuh seluruh kurikulum tradisional. Melalui mekanisme ini, profesional dapat menyelesaikan proses studi dengan lebih singkat, mengurangi beban biaya, dan tetap mempertahankan kualitas pembelajaran yang sejalan dengan standar akreditasi nasional.
Rektor UMN, dalam sambutannya, menekankan bahwa era digital menuntut tenaga kerja yang terus memperbaharui skill set secara dinamis. “Kami ingin menjadi pionir dalam pendidikan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan pasar kerja. Program RPL adalah wujud komitmen kami untuk memberi ruang belajar yang lebih fleksibel, tanpa mengorbankan kualitas,” ujarnya.
Dekan Fakultas Bisnis menambahkan, program ini tidak hanya berfokus pada bidang bisnis, melainkan juga membuka peluang bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, termasuk teknologi informasi, desain, dan komunikasi. “Setiap profesional membawa pengetahuan praktis yang berharga. Dengan RPL, kami dapat memetakan kompetensi tersebut ke dalam struktur kurikulum kami, sehingga proses belajar menjadi lebih relevan dan terukur,” jelasnya.
Berikut beberapa poin utama yang menjadi keunggulan Program RPL UMN:
- Pengakuan Kompetensi: Evaluasi berbasis portofolio, sertifikat, dan bukti kerja nyata untuk mengkonversi pengalaman menjadi kredit akademik.
- Jadwal Fleksibel: Kuliah dapat diikuti secara daring atau hybrid, memungkinkan peserta menyesuaikan waktu belajar dengan rutinitas pekerjaan.
- Biaya Efisien: Dengan mengurangi jumlah mata kuliah yang harus diambil, total biaya pendidikan dapat ditekan secara signifikan.
- Pengembangan Karir: Sertifikat akademik yang diakui industri membuka peluang kenaikan jabatan atau peralihan karir.
- Pengawasan Akademik: Tim dosen dan pakar penilai memastikan standar kualitas tetap terjaga melalui proses asesmen yang transparan.
Program ini juga dilengkapi dengan layanan pendampingan khusus, seperti konsultan akademik yang membantu peserta menyusun portofolio, serta pelatihan persiapan asesmen. Selain itu, UMN menyediakan akses ke fasilitas kampus, perpustakaan digital, dan jaringan alumni yang luas, sehingga peserta tetap merasakan pengalaman kampus yang lengkap.
Target utama UMN dengan peluncuran RPL adalah profesional muda, manajer menengah, hingga eksekutif senior yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Menurut data internal, diperkirakan lebih dari 30.000 tenaga kerja di Indonesia memiliki potensi untuk mengonversi pengalaman mereka menjadi kredit akademik, namun belum memiliki akses pendidikan yang sesuai.
Implementasi Program RPL diharapkan dapat mempercepat pencapaian tujuan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional. Dengan menurunkan hambatan masuk pendidikan tinggi, UMN berkontribusi pada peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi, khususnya di kalangan pekerja profesional.
Upacara peresmian yang berlangsung di Ascott Menteng juga menjadi ajang jaringan antara akademisi, praktisi industri, dan pemangku kepentingan pendidikan. Beberapa perwakilan perusahaan teknologi, konsultan bisnis, dan lembaga keuangan menyatakan ketertarikan mereka untuk berkolaborasi dalam penyusunan kurikulum berbasis kompetensi.
Ke depan, UMN berencana mengintegrasikan teknologi pembelajaran terkini, termasuk sistem manajemen pembelajaran berbasis AI, untuk mempersonalisasi jalur studi masing‑masing peserta RPL. Langkah ini sejalan dengan visi institusi untuk menjadi pusat inovasi pendidikan tinggi yang memadukan teori, praktik, dan teknologi.
Secara keseluruhan, Program RPL UMN menandai era baru dalam penyediaan pendidikan tinggi yang inklusif, fleksibel, dan berbasis kompetensi. Dengan mengakui nilai pengalaman kerja, UMN tidak hanya membuka pintu akademik bagi profesional, tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan‑industri di Indonesia.
Kesimpulannya, peluncuran Program RPL oleh UMN menjadi solusi konkret bagi para profesional yang ingin menyeimbangkan antara karir dan pendidikan. Melalui mekanisme pengakuan pembelajaran lampau, UMN menawarkan jalur cepat, biaya terjangkau, dan kualitas terjamin, sekaligus mendukung agenda nasional untuk meningkatkan kualitas SDM. Dengan dukungan rektorat, fakultas, dan mitra industri, program ini berpotensi menjadi model bagi perguruan tinggi lain dalam mengoptimalkan potensi tenaga kerja profesional di tanah air.