123Berita – 30 Juli 2026 | Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan ultimatum kepada federasi anggota untuk menerima proyek privatisasi atau kehilangan akses dana hingga Rp648 miliar. Keputusan ini diambil dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan sepak bola di seluruh dunia.
Infantino menjelaskan bahwa proyek privatisasi ini akan membantu FIFA meningkatkan pendapatan dan mengembangkan sepak bola di seluruh dunia. Namun, jika federasi anggota tidak menerima proyek ini, maka mereka akan kehilangan akses dana hingga Rp648 miliar.
Ultimatum ini telah menyebabkan kontroversi di kalangan federasi anggota. Beberapa federasi anggota telah menyatakan kesediaan mereka untuk menerima proyek privatisasi, sementara yang lain telah menolaknya.
Infantino telah menegaskan bahwa keputusan ini tidak dapat dibalikkan dan bahwa federasi anggota harus membuat keputusan mereka sebelum deadline yang telah ditentukan.
Dalam beberapa tahun terakhir, FIFA telah menghadapi beberapa skandal keuangan dan korupsi. Oleh karena itu, Infantino telah berusaha untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam organisasi.
Proyek privatisasi ini diharapkan dapat membantu FIFA meningkatkan pendapatan dan mengembangkan sepak bola di seluruh dunia. Namun, masih banyak pertanyaan tentang bagaimana proyek ini akan diimplementasikan dan bagaimana federasi anggota akan terpengaruh.
Untuk saat ini, federasi anggota harus membuat keputusan mereka tentang apakah akan menerima proyek privatisasi atau tidak. Keputusan ini akan memiliki dampak besar pada masa depan sepak bola di seluruh dunia.
Pada akhirnya, keputusan yang diambil oleh federasi anggota akan menentukan arah sepak bola di masa depan. Apakah mereka akan menerima proyek privatisasi dan meningkatkan pendapatan, ataukah mereka akan menolaknya dan kehilangan akses dana hingga Rp648 miliar? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

