123Berita – 06 April 2026 | Hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 di Kabupaten Tangerang, Banten, telah selesai. Tes ini menjadi momen penting bagi ribuan siswa yang akan dinilai berdasarkan dua mata pelajaran, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia. Namun, suasana di lapangan tampak tegang karena sebagian besar peserta mengaku kurang yakin akan mampu meraih nilai tinggi.
Salah satu siswa yang mengekspresikan keraguan tersebut adalah Muhamad Revan, kelas X di SMPN 2 Curug. Revan mengakui bahwa ia telah belajar keras menjelang tes, namun ia tetap merasa nilai yang akan diperoleh kemungkinan besar akan rendah. “Kayaknya kecil nilainya,” ujarnya pada Senin, 6 April 2026, saat diwawancarai di sekolahnya. Menurut Revan, soal Matematika yang diujikan terasa sangat menantang, meskipun ia sudah mempersiapkan diri dengan baik.
Revan menilai tingkat kesulitan soal Matematika secara keseluruhan sebagai “lumayan susah”. Ia menambahkan bahwa soal yang muncul berbeda signifikan dengan contoh soal yang tersedia di situs simulasi resmi TKA, sehingga mengharuskan ia menyesuaikan strategi pengerjaan secara cepat. “Soal Matematika yang muncul panjang, jadi harus lebih fokus. Butuh waktu lebih untuk memahami, tapi waktunya cukup,” jelasnya.
Seorang siswi lain dari SMPN 2 Curug, Andrea, memberikan perspektif serupa. Ia juga menganggap soal Matematika cukup menantang, terutama pada bagian bangun ruang yang memerlukan hafalan rumus yang banyak. Andrea menyebut bahwa materi bangun ruang menjadi bagian paling sulit karena setiap bentuk memiliki rumus khusus yang harus diingat. Meskipun demikian, Andrea menilai pelaksanaan TKA secara keseluruhan berjalan lancar. “Aman-aman saja,” ujarnya setelah menyelesaikan sesi pertama.
Secara umum, TKA SMP 2026 menguji dua mata pelajaran utama: Matematika dan Bahasa Indonesia. Setiap mata pelajaran terdiri dari 30 soal, dengan rincian 21 soal bersifat nasional (pusat) dan 9 soal bersifat daerah. Selain itu, terdapat 15 soal tambahan yang berfokus pada penguatan literasi atau numerasi. Waktu yang dialokasikan untuk masing-masing sesi ujian adalah 75 menit, diikuti dengan survei karakter selama 20 menit pada hari pertama dan survei lingkungan belajar selama 20 menit pada hari kedua.
Ujian TKA dibagi menjadi dua hari. Pada hari pertama, peserta mengikuti 10 menit latihan, kemudian mengerjakan soal Matematika dan Numerasi selama 75 menit, dan menutup sesi dengan survei karakter. Hari kedua dimulai dengan 10 menit latihan kembali, dilanjutkan dengan 75 menit mengerjakan soal Bahasa Indonesia dan Literasi, serta diakhiri dengan survei lingkungan belajar.
Berikut adalah rincian jadwal pelaksanaan TKA SMP 2026 yang dibagi menjadi empat sesi:
- Sesi 1: 07.00–08.45 WIB (atau 08.00–09.45 WITA, 09.00–10.45 WIT)
- Sesi 2: 09.15–11.00 WIB (atau 10.15–12.00 WITA, 11.15–13.00 WIT)
- Sesi 3: 11.30–13.15 WIB (atau 12.30–14.15 WITA, 13.30–15.15 WIT)
- Sesi 4: 13.45–15.30 WIB (atau 14.45–16.30 WITA; tidak dibuka untuk WIT)
Selain soal ujian, setiap peserta juga diwajibkan mengisi dua survei: Survei Karakter yang menilai aspek kepribadian dan nilai moral, serta Survei Lingkungan Belajar yang mengevaluasi kondisi belajar di sekolah masing-masing. Kedua survei masing-masing memakan waktu 20 menit.
Reaksi siswa seperti Revan dan Andrea mencerminkan tantangan yang dihadapi dalam menyesuaikan diri dengan format soal yang baru serta tekanan waktu yang terbatas. Meskipun persiapan telah dilakukan secara intensif, perbedaan antara soal simulasi dan soal sebenarnya menjadi sumber kebingungan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas materi latihan yang disediakan oleh penyelenggara.
Para guru di SMPN 2 Curug menyatakan dukungan penuh kepada siswa. Mereka menekankan pentingnya sikap positif dan strategi manajemen waktu selama mengerjakan soal. “Kami sudah menyiapkan siswa dengan materi yang komprehensif, namun pada hari ujian mereka tetap harus dapat menyesuaikan diri dengan dinamika soal yang sebenarnya,” kata kepala sekolah SMPN 2 Curug.
Dengan berakhirnya hari pertama, fokus kini beralih pada persiapan menghadapi sesi Bahasa Indonesia pada hari kedua. Siswa diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman hari pertama untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mengoptimalkan waktu pengerjaan. Pemerintah daerah Banten bersama Kementerian Pendidikan terus memantau pelaksanaan TKA untuk memastikan proses berjalan adil dan transparan.
Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA SMP 2026 hari pertama memperlihatkan antusiasme tinggi namun juga kekhawatiran di kalangan peserta. Tantangan utama terletak pada kesesuaian materi latihan dengan soal sebenarnya serta tekanan waktu yang ketat. Diharapkan, evaluasi hasil akhir akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kesiapan siswa Indonesia dalam menghadapi standar akademik nasional.





