Trump Klaim Selamatkan NASA Saat Menyapa Kru Artemis II, Meski Pernah Usulkan Pemotongan Anggaran Besar

Trump Klaim Selamatkan NASA Saat Menyapa Kru Artemis II, Meski Pernah Usulkan Pemotongan Anggaran Besar
Trump Klaim Selamatkan NASA Saat Menyapa Kru Artemis II, Meski Pernah Usulkan Pemotongan Anggaran Besar

123Berita – 08 April 2026 | Presiden Amerika Serikat ke‑15, Donald J. Trump, menyampaikan pesan kepada kru misi Artemis II pada 13 April 2024, mengklaim bahwa ia “menyelamatkan” Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) meskipun sebelumnya berupaya memangkas anggaran lembaga tersebut secara drastis. Pernyataan ini muncul saat astronot‑astronot NASA, termasuk komandan misi Jessica Meir dan pilot Shane Kimbrough, bersiap meluncur pada penerbangan berawak pertama program kembali ke Bulan sejak program Apollo.

Trump, yang kini tidak lagi menjabat sebagai kepala negara, mengirimkan video singkat melalui saluran media sosialnya. Dalam video tersebut ia menyoroti keputusan-keputusan kebijakan fiskal yang diambil pada masa kepresidenannya, terutama rencana pemotongan anggaran NASA sebesar 30 % yang pernah ia usulkan pada tahun 2020. Menurut Trump, keputusan itu hampir “membuat NASA terpuruk”, namun ia kemudian menurunkan rencana tersebut setelah tekanan publik dan dukungan dari komunitas ilmiah.

Bacaan Lainnya

“Saya menyelamatkan NASA,” ujarnya dengan tegas. “Saya memastikan bahwa program luar angkasa Amerika tetap hidup, termasuk program Artemis yang kini akan mengantar manusia kembali ke Bulan.” Kalimat itu menjadi sorotan utama media internasional dan memicu perdebatan mengenai akurasi klaim tersebut.

Artemis II sendiri merupakan misi pertama yang mengirimkan awak manusia mengelilingi Bulan tanpa mendarat, sebagai langkah persiapan menuju pendaratan berawak Artemis III yang direncanakan pada akhir 2025. Misi ini melibatkan empat astronot: komandan Jessica Meir, pilot Shane Kimbrough, serta dua spesialis misi, Jeremy Hansen (Kanada) dan Victor Glover (AS). Semua anggota kru telah melaporkan antusiasme tinggi sekaligus rasa hormat mendalam terhadap warisan ilmiah NASA.

Beberapa poin penting yang diangkat oleh Trump dalam pesannya dapat diringkas sebagai berikut:

  • Usulan pemotongan anggaran NASA sebesar 30 % pada awal masa jabatan.
  • Penarikan kembali rencana pemotongan setelah kritik luas.
  • Pencapaian peningkatan pendanaan melalui paket stimulus ekonomi 2021.
  • Dukungan terhadap program Artemis sebagai simbol keunggulan teknologi Amerika.

Para analis politik menilai pernyataan tersebut sebagai upaya Trump untuk mengembalikan citra positif di mata pemilih konservatif yang menghargai pencapaian nasional di bidang luar angkasa. “Klaim menyelamatkan NASA memang menarik, tetapi faktanya anggaran NASA pada akhir 2023 berada di level tertinggi dalam satu dekade, berkat undang‑undang bipartisan yang disahkan setelah masa kepresidenannya,” ujar Dr. Maya Lestari, pakar kebijakan sains di Universitas Indonesia.

Sementara itu, anggota kru Artemis II menanggapi pesan tersebut dengan sikap diplomatis. Jessica Meir, dalam sebuah wawancara singkat, mengapresiasi dukungan semua pihak yang mempercayai visi jangka panjang NASA, tanpa menyoroti detail politik. “Kami fokus pada misi ilmiah dan keselamatan,” kata Meir. “Setiap kebijakan yang memungkinkan kami meluncur ke luar angkasa adalah bagian penting dari keberhasilan bersama.”

Reaksi publik di Amerika Serikat terbagi. Di media sosial, sebagian pengguna memuji Trump atas klaim keberhasilannya, sementara yang lain menilai pernyataan itu sebagai “political spin” yang tidak mencerminkan realitas anggaran. Sebagian besar komentar kritis menyoroti fakta bahwa pemotongan anggaran yang diusulkan tidak pernah menjadi kebijakan final, melainkan hanya draft yang kemudian direvisi.

Secara historis, NASA telah mengalami beberapa siklus pendanaan naik turun, tergantung pada prioritas pemerintahan. Pada era Obama, misalnya, program Constellation dibatalkan dan dana dialihkan ke program Commercial Crew. Di sisi lain, pemerintahan Biden meningkatkan alokasi dana untuk Artemis, menandai komitmen jangka panjang terhadap kehadiran manusia di Bulan dan Mars.

Keberhasilan Artemis II sangat penting bagi strategi Amerika Serikat dalam kompetisi antariksa global, terutama dengan meningkatnya ambisi China melalui program Tiangong dan misi berawak ke Bulan. Dalam konteks tersebut, pernyataan Trump dapat dipandang sebagai upaya memperkuat narasi kepemimpinan Amerika di luar angkasa.

Para ahli teknologi menilai bahwa terlepas dari retorika politik, pencapaian teknis Artemis II—seperti penggunaan roket Space Launch System (SLS) dan modul Orion yang didesain untuk kembali ke atmosfer bumi dengan aman—merupakan tonggak penting. “Jika misi ini berhasil, ia akan membuka jalan bagi pendaratan manusia di kutub selatan Bulan, yang menjadi target utama Artemis III,” jelas Dr. Ahmad Rizki, insinyur roket di Lembaga Pengembangan Teknologi Antariksa Indonesia.

Dengan peluncuran yang dijadwalkan pada akhir bulan ini, mata dunia tertuju pada NASA dan kru Artemis II. Apa pun hasilnya, pernyataan Trump menambah dimensi politik pada misi ilmiah yang sudah menantang. Kesimpulannya, meskipun klaim “menyelamatkan NASA” mengundang perdebatan, realitasnya tetap bahwa program Artemis terus berjalan berkat dukungan lintas partai, kolaborasi internasional, dan komitmen ilmiah yang kuat.

Pos terkait