123Berita – 07 April 2026 | Jakarta, 6 April 2026 – Proses produksi film aksi internasional berjudul Extraction: Tygo yang dibintangi aktor asal Korea Selatan, Ma Dong-seok, berjalan mulus di ibu kota Indonesia. Pada kesempatan khusus di lokasi syuting, Ma Dong-seok menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta tokoh seni Indonesia, Rano Karno, atas dukungan logistik dan perizinan yang mempermudah pelaksanaan adegan-adegan berbahaya.
Film Extraction: Tygo merupakan bagian dari franchise yang telah meraih popularitas tinggi di pasar global. Dalam produksi kali ini, tim film memanfaatkan latar kota metropolitan Jakarta untuk menampilkan kejar-kejaran mobil, adegan tembak-menembak, serta aksi fisik yang menuntut koordinasi antara kru internasional dan otoritas setempat. Menurut pernyataan yang disampaikan Ma Dong-seok di lokasi, semua izin berjalan tanpa hambatan, dan fasilitas yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat membantu mempercepat proses produksi.
“Kami sangat bersyukur atas kerja sama yang luar biasa dengan pihak Jakarta. Dari perizinan, pengaturan lalu lintas, hingga keamanan lokasi, semuanya diatur dengan profesional. Terutama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Rano Karno yang telah memfasilitasi segala kebutuhan kami,” ujar Ma Dong-seok dalam bahasa Indonesia yang terkesan hangat. “Tanpa dukungan ini, adegan-adegan penting dalam film kami tidak akan bisa terealisasi sebagaimana mestinya.”
Rano Karno, aktor senior sekaligus tokoh kebudayaan Indonesia, memang dikenal memiliki jaringan luas di dunia perfilman. Ia berperan sebagai mediator antara pihak produksi luar negeri dan pemerintah daerah, memastikan bahwa setiap permohonan izin dapat diproses secara cepat. Dalam percakapan singkat, Rano menegaskan pentingnya kolaborasi lintas budaya demi meningkatkan citra Indonesia sebagai destinasi film internasional.
Berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, serta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), turut memberikan dukungan. Mereka menyatakan bahwa kehadiran produksi film berskala besar dapat meningkatkan perekonomian lokal melalui penyediaan lapangan kerja, penggunaan jasa logistik, dan promosi pariwisata.
- Tim produksi menyiapkan lebih dari 30 kru lokal untuk membantu kebutuhan teknis.
- Penggunaan kendaraan lokal, termasuk mobil sport dan truk pengangkut peralatan, melibatkan perusahaan rental Jakarta.
- Lokasi utama syuting di Jalan Sudirman, Monas, serta kawasan pelabuhan Tanjung Priok.
Selain itu, pihak keamanan kota melakukan koordinasi intensif untuk mengatur lalu lintas selama pengambilan gambar. Pada hari pertama pengambilan adegan kejar-kejaran mobil, Jalan Sudirman sempat ditutup sebagian selama tiga jam, namun pengaturan lalu lintas alternatif berhasil mengurangi gangguan bagi warga.
Para ahli industri film menilai kehadiran Extraction: Tygo di Jakarta sebagai langkah strategis untuk menempatkan Indonesia dalam peta produksi film internasional. “Indonesia memiliki keanekaragaman lokasi yang menakjubkan, mulai dari perkotaan modern hingga alam tropis. Dengan dukungan pemerintah yang proaktif, kami yakin lebih banyak proyek besar akan tertarik untuk melakukan syuting di sini,” kata seorang analis film senior.
Sejak pengumuman awal pada akhir 2025, proyek ini telah menarik perhatian media lokal dan internasional. Penonton di Indonesia menantikan kehadiran film tersebut di bioskop-bioskop utama, mengingat popularitas Ma Dong-seok yang dikenal lewat peran dalam film aksi seperti Train to Busan dan Along With the Gods. Kehadiran Rano Karno dalam proses produksi juga menambah nilai historis, mengingat kiprah beliau dalam mengembangkan industri film Indonesia sejak era 1970-an.
Dengan berakhirnya fase utama syuting pada pertengahan April, tim produksi akan memasuki tahap pasca produksi di Seoul, Korea Selatan. Diharapkan film ini akan dirilis secara global pada akhir tahun 2026, menampilkan pemandangan khas Jakarta sebagai latar aksi utama.
Secara keseluruhan, sinergi antara pihak produksi internasional, pemerintah provinsi, dan tokoh budaya Indonesia terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Ma Dong-seok menutup pernyataannya dengan harapan dapat kembali ke Jakarta untuk promosi film dan menjalin kerjasama lebih lanjut di masa depan.
Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral antara industri film Korea Selatan dan Indonesia, tetapi juga membuka peluang bagi talenta lokal untuk berpartisipasi dalam proyek berskala dunia. Dengan dukungan yang terus berlanjut, Jakarta berpotensi menjadi salah satu destinasi utama bagi produksi film aksi internasional.





