Stasiun Duri Terganggu Karena Listrik Padam, KRL Pulang Normal dalam Hitungan Menit

123Berita – 10 April 2026 | Jakarta, 9 April 2026 – Pada malam Kamis, 9 April 2026, sejumlah wilayah di ibu kota mengalami pemadaman listrik yang mengakibatkan gangguan layanan transportasi publik. Salah satu titik terpengaruh adalah Stasiun Duri, yang sempat berada dalam kegelapan total selama beberapa menit sebelum tenaga listrik kembali menyala.

Tim teknisi PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, pasokan listrik berhasil dipulihkan melalui sumber cadangan yang dimiliki stasiun. Segera setelah aliran listrik kembali, lampu-lampu di platform menyala, papan informasi digital menampilkan jadwal keberangkatan, dan sinyal kereta kembali beroperasi normal.

Bacaan Lainnya

Selama periode gelap, petugas stasiun mengambil langkah-langkah darurat untuk memastikan keselamatan penumpang. Tim keamanan meningkatkan pengawasan, sementara petugas informasi menyampaikan instruksi lewat pengeras suara. Penumpang yang berada di dalam kereta pada saat gangguan diminta menunggu di dalam gerbong hingga sinyal kembali aktif.

Setelah listrik kembali menyala, layanan KRL di jalur yang melewati Stasiun Duri kembali beroperasi sesuai jadwal. Tidak ada laporan keterlambatan signifikan atau kerusakan pada sarana dan prasarana kereta. Pihak PT KAI menegaskan bahwa pemadaman bersifat sementara dan tidak menimbulkan dampak operasional jangka panjang.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai keandalan infrastruktur kelistrikan di wilayah metropolitan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jaringan distribusi listrik, terutama di area yang berdekatan dengan fasilitas publik kritis seperti stasiun kereta api, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan.

Dalam pernyataan resminya, Kepala Direktorat Operasi PT KAI, Budi Santoso, mengungkapkan rasa terima kasih kepada tim teknisi dan petugas lapangan yang berhasil menanggulangi gangguan dalam waktu singkat. “Keselamatan dan kenyamanan penumpang adalah prioritas utama kami. Kami senantiasa menyiapkan sistem cadangan untuk mengantisipasi kejadian tak terduga seperti ini,” ujar Budi.

Pengguna layanan KRL di wilayah Jabodetabek umumnya menanggapi insiden ini dengan rasa lega karena layanan kembali normal dengan cepat. Beberapa penumpang mengungkapkan kekhawatiran akan kemungkinan terulangnya pemadaman serupa, namun menilai respons PT KAI cukup memuaskan.

Selain menyoroti kesiapan operasional, insiden ini juga menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga, termasuk PLN, Dinas ESDM, dan PT KAI, dalam menjaga keberlangsungan layanan publik. Pihak PLN belum memberikan komentar resmi terkait penyebab gangguan, namun dijadwalkan akan mengirimkan laporan teknis kepada otoritas terkait dalam beberapa hari ke depan.

Secara keseluruhan, meski terjadi gangguan listrik yang menyebabkan Stasiun Duri sebentar berada dalam kegelapan, layanan kereta komuter berhasil dipulihkan dalam waktu singkat tanpa menimbulkan penundaan signifikan. Kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak untuk memperkuat jaringan listrik cadangan dan meningkatkan koordinasi dalam penanganan situasi darurat.

Pos terkait