123Berita – 10 April 2026 | Band rock high octane asal Jakarta, Seringai, akhirnya mengungkapkan sikap mereka terkait dua gitaris yang selama ini membantu mengisi slot gitar dalam penampilan live. Dalam sebuah sesi dengar eksklusif bersama media di Menara Kompas, Kamis 9 April 2026, frontman Sammy Bramantyo menjelaskan bahwa meskipun Angga Kusuma dan Darma Respati telah berkontribusi secara signifikan pada album terbaru Seringai, keputusan untuk menjadikan mereka personel tetap masih belum pasti.
Seringai mengumumkan kepulangan resmi pada 24 Maret 2026, menandai akhir masa hiatus selama setahun pasca kepergian gitaris legendaris mereka, Ricky Siahaan, yang meninggal pada Mei 2025 setelah penampilan terakhir di Gekiko Fest, Jepang. Kembalinya band ditandai dengan peluncuran album keempat berjudul IV: Anastasis, sebuah karya yang mengakhiri jeda delapan tahun sejak album Seperti Api (2018). Sebagai pemanasan, Seringai merilis dua single berjudul “Sejati” dan “Senarai Feses” lengkap dengan video klip pada 26 Maret 2026.
Album IV: Anastasis berisi dua belas trek dan dijadwalkan resmi tersedia di semua platform streaming pada 23 April 2026. Dalam sesi eksklusif, Sammy menegaskan bahwa seluruh rangkaian gitar di album tersebut dimainkan oleh Angga Kusuma, mantan gitaris Taring yang kini aktif bersama band Collapse dan Billfold. Sementara itu, Darma Respati, gitaris dari grup underground Negatifa, turut mengisi formasi Seringai dalam penampilan live, menjadikan susunan panggung menjadi lima personel.
“Ada dua format yang kami jalankan sekarang: Seringai sebagai trio dalam proses rekaman, dan Seringai live yang tampil berlima,” ujar Sammy. Ia menambahkan bahwa meskipun Angga dan Darma telah terlibat dalam proses kreatif, status resmi mereka sebagai anggota tetap belum ditetapkan. “Kalau ditanya apakah mereka akan menjadi bagian permanen, jawabannya belum tahu,” tegas ia.
Sammy menekankan pentingnya proses adaptasi dan pencarian chemistry antar anggota sebelum membuat keputusan final. Ia menyebut bahwa tim sedang menilai kecocokan musikal, kemampuan menulis lagu bersama, serta dinamika panggung. “Kami ingin ada proses perkenalan dulu, memastikan chemistry kami cocok, sebelum memutuskan menjadikan mereka anggota tetap,” jelasnya.
Pertimbangan ini muncul di tengah momentum Seringai yang kembali menancapkan eksistensinya di kancah musik Indonesia. Kepergian Ricky Siahaan pada 2025 meninggalkan ruang kosong yang sulit diisi, namun kehadiran Angga dan Darma memberikan warna baru pada struktur musik band. Angga, dengan latar belakang bermain di band-band metal alternatif, membawa sentuhan teknik yang berbeda, sementara Darma, yang dikenal lewat energi panggung Negatifa, menambah kekuatan performa live.
Penggemar Seringai kini menantikan kepastian mengenai formasi tetap band. Di media sosial, banyak yang mengapresiasi kerja keras dua gitaris tersebut, namun juga berharap band tetap mempertahankan identitas khas Seringai yang selama ini dibangun sejak debut. Sementara itu, tim manajemen Seringai menyatakan bahwa keputusan final akan diambil setelah rangkaian tur mendatang selesai, memberikan ruang bagi semua pihak untuk mengevaluasi hasil kolaborasi secara menyeluruh.
Secara keseluruhan, langkah Seringai untuk membuka pintu bagi dua gitaris tambahan menunjukkan komitmen mereka terhadap evolusi musik tanpa mengorbankan nilai-nilai inti yang telah membuat mereka dikenal. Apakah Angga Kusuma dan Darma Respati akan resmi bergabung sebagai anggota tetap tetap menjadi pertanyaan yang menjanjikan perkembangan menarik dalam fase baru Seringai.





