123Berita – 06 April 2026 | Serial original Netflix berjudul XO, Kitty menandai babak baru pada tanggal 2 April 2026 dengan perilisan Season 3 secara serentak di seluruh dunia. Episode-episode terbaru ini melanjutkan perjalanan Kitty, tokoh utama yang telah menjadi ikon pop‑culture di banyak negara, sekaligus mengungkap misteri hubungan romantisnya dengan Min Ho. Meskipun platform streaming melaporkan lonjakan penonton internasional, data awal menunjukkan bahwa respons penonton di Korea Selatan jauh di bawah ekspektasi, menimbulkan pertanyaan tentang perbedaan selera antara pasar domestik dan global.
Sejak debut pada 2024, XO, Kitty berhasil menembus pasar luar negeri dengan cepat. Musim pertama dan kedua memperoleh rating tinggi di Amerika Utara, Eropa, serta Asia Tenggara, terutama di Jepang dan Filipina. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kombinasi visual yang stylish, alur cerita yang ringan namun penuh emosi, serta soundtrack yang diproduksi oleh artis K‑pop ternama. Popularitas globalnya juga didorong oleh kampanye media sosial yang intens, termasuk tantangan TikTok dan kolaborasi dengan influencer fashion. Pada musim sebelumnya, serial ini mencatat lebih dari 150 juta jam tayang dalam tiga bulan pertama, menjadikannya salah satu konten non‑bahasa Inggris paling banyak ditonton di Netflix.
Season 3 berfokus pada penutupan perjalanan Kitty di Korea. Cerita mengungkap latar belakang keluarganya, dinamika persahabatan, serta konflik batin yang muncul ketika ia berhadapan dengan pilihan karier dan cinta. Hubungan dengan Min Ho, seorang produser musik yang menjadi titik balik emosional Kitty, menjadi benang merah utama. Kedua karakter ini mengalami pertumbuhan pribadi yang signifikan, dengan Kitty akhirnya memutuskan apakah ia akan melanjutkan karier internasionalnya atau kembali ke tanah kelahiran untuk mengejar impian yang lebih pribadi. Plot ini dirancang untuk memberikan kepuasan kepada penonton internasional sekaligus memberikan penghormatan pada budaya Korea.
Namun, saat data penayangan mulai terpublikasi, perbedaan mencolok muncul. Di pasar global, rata‑rata durasi menonton per akun mencapai 92 menit per episode, dengan tingkat retensi penonton di atas 80 %. Di sisi lain, di Korea Selatan, rating pertama hanya mencatat 4,2 % dari total penonton televisi berlangganan, dan durasi menonton rata‑rata turun menjadi 45 menit. Platform streaming domestik melaporkan bahwa hanya sekitar 12 % dari total subscriber Korea yang menonton lebih dari setengah episode, sebuah angka yang jauh di bawah standar untuk drama K‑drama populer.
- Kesenjangan budaya: Alur yang menekankan gaya hidup internasional Kitty dianggap kurang relevan dengan audiens Korea yang lebih menyukai cerita berbasis realisme sosial.
- Persaingan ketat: Pada minggu perilisan, beberapa drama televisi lokal dan film blockbuster Korea dirilis bersamaan, mengalihkan perhatian penonton utama.
- Pemasaran terfokus luar negeri: Kampanye promosi lebih banyak dilakukan di platform internasional, sementara iklan di media Korea relatif minim.
- Perubahan pola konsumsi: Penonton Korea kini lebih memilih konten pendek di platform seperti YouTube dan TikTok, bukan serial panjang di layanan streaming.
Para eksekutif Netflix mengakui bahwa strategi konten mereka masih dalam proses penyesuaian untuk pasar domestik. Dalam sebuah pernyataan resmi, mereka menekankan bahwa XO, Kitty tetap menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat portofolio original Korea, namun mereka akan meningkatkan upaya kolaborasi dengan agensi lokal untuk menciptakan narasi yang lebih “K‑centric”. Produser utama serial, Lee Hyun‑woo, menambahkan bahwa feedback dari penonton Korea akan dipertimbangkan dalam pengembangan musim berikutnya, terutama dalam hal pemilihan setting dan dialog yang lebih menggugah rasa kebangsaan.
Pengamat industri hiburan menilai bahwa fenomena ini mencerminkan dinamika baru dalam industri K‑drama. “Kita berada pada titik di mana produksi konten harus menyeimbangkan antara daya tarik global dan keotentikan lokal,” ujar Kim Ji‑eun, analis media di Seoul. Ia menambahkan bahwa keberhasilan internasional tidak selalu menjamin popularitas di dalam negeri, terutama bila cerita terasa terlalu “ekspatriat”. Oleh karena itu, produser diharapkan lebih aktif melibatkan penulis skenario yang memiliki pengalaman kuat dalam menghubungkan elemen budaya Korea dengan tren global.
Secara keseluruhan, perilisan XO, Kitty Season 3 menegaskan bahwa sebuah karya dapat mencapai kesuksesan luar biasa di pasar internasional sekaligus menghadapi tantangan signifikan di negara asalnya. Meskipun penurunan penonton di Korea Selatan menimbulkan kekhawatiran, respons positif dari audiens global memberikan landasan kuat bagi Netflix untuk terus mengembangkan konten berbahasa Korea yang berorientasi internasional. Kedepannya, sinergi antara kreativitas lokal dan strategi pemasaran global akan menjadi kunci untuk menutup kesenjangan ini, sehingga serial seperti XO, Kitty dapat tetap relevan dan diminati baik di dalam maupun di luar negeri.





