123Berita – 05 April 2026 | Kemarin siang, mantan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tampil dalam balutan baret khas pasukan perdamaian saat memberikan takziah kepada keluarga dan rekan-rekan tiga prajurit TNI yang gugur dalam tugas perdamaian di Lebanon. Upacara takziah berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, dan dihadiri oleh perwakilan militer, pejabat negara, serta anggota keluarga almarhum. Penampilan SBY dengan baret biru putih menegaskan rasa hormatnya terhadap para pahlawan yang mengabdi di luar negeri, sekaligus memperkuat simbolik solidaritas Indonesia dalam operasi penjagaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) yang beroperasi di Lebanon sejak tahun 1978 telah menjadi arena penempatan pasukan militer Indonesia secara rutin. Hingga kini, ribuan prajurit TNI telah bergabung dalam misi tersebut, menjalankan tugas pengawasan, penegakan gencatan senjata, serta membantu pemulihan infrastruktur pasca konflik. Namun, risiko yang melekat pada penempatan di zona konflik tidak dapat dihindari. Pada bulan lalu, tiga anggota TNI yang tergabung dalam UNIFIL tewas dalam sebuah insiden tembak-menembak yang menimpa pos keamanan di wilayah perbatasan selatan Lebanon.
Penampilan SBY dengan baret pasukan perdamaian menjadi momen yang jarang terlihat dalam konteks kenegaraan. Sebagai mantan kepala negara yang pernah memimpin Indonesia selama dua periode, SBY memiliki sejarah panjang dalam mendukung kebijakan luar negeri yang proaktif, termasuk partisipasi aktif Indonesia dalam misi perdamaian PBB. Dengan mengenakan baret tersebut, ia tidak hanya menunjukkan rasa duka yang mendalam, melainkan juga mengingatkan publik akan komitmen bangsa dalam menjaga stabilitas regional melalui kontribusi militer yang profesional dan berintegritas.
- Lokasi upacara: Istana Merdeka, Jakarta.
- Waktu: Siang hari, dihadiri pejabat tinggi negara dan perwakilan militer.
- Simbol yang dikenakan: Baret biru putih khas Pasukan Perdamaian PBB.
- Prajurit yang gugur: Tiga anggota TNI yang bertugas di UNIFIL, Lebanon.
- Tujuan takziah: Menyampaikan penghormatan terakhir serta dukungan moral bagi keluarga almarhum.
Reaksi masyarakat dan kalangan militer pun mengalir deras setelah publikasi gambar SBY berbalut baret. Banyak yang menilai aksi tersebut sebagai wujud penghargaan yang tulus kepada prajurit yang mengorbankan jiwa demi misi damai. Sementara itu, Kementerian Pertahanan menegaskan kembali pentingnya peningkatan perlindungan serta peralatan keselamatan bagi pasukan yang ditempatkan di zona berisiko tinggi. Kepala Staf Angkatan Darat, Letnan Jenderal TNI Dudung Abdurachman, menyampaikan rasa terima kasih kepada SBY atas dukungan moral yang diberikan, sekaligus menekankan komitmen TNI untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam setiap penugasan internasional.
Secara keseluruhan, momen SBY mengenakan baret pasukan perdamaian sekaligus memberikan takziah kepada keluarga tiga prajurit TNI yang gugur menegaskan betapa pentingnya penghargaan simbolik dalam memperkuat semangat kebangsaan dan solidaritas. Upacara tersebut tidak hanya menjadi penghormatan terakhir bagi para pahlawan, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa akan nilai pengorbanan yang terkandung dalam setiap langkah Indonesia di panggung internasional. Diharapkan, peristiwa ini dapat memacu perbaikan kebijakan serta penyediaan sarana yang lebih memadai bagi anggota TNI yang bertugas di luar negeri, sehingga mereka dapat menjalankan tugas mulia dengan rasa aman dan dihargai secara layak.





