123Berita – 07 April 2026 | Samsung mengumumkan bahwa layanan aplikasi pesan bawaan, Samsung Messages, akan resmi dihentikan pada Juli 2026. Keputusan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menyederhanakan ekosistem perangkat lunak pada perangkat Android‑nya serta memfokuskan dukungan pada layanan yang lebih terintegrasi dengan Google. Penghentian aplikasi tidak hanya memengaruhi fungsionalitas dasar seperti pengiriman SMS dan MMS, tetapi juga mengakhiri dukungan untuk fitur pesan RCS (Rich Communication Services) yang selama ini menjadi nilai tambah pada ponsel Samsung.
Pengguna yang masih mengandalkan Samsung Messages dihadapkan pada batas waktu yang jelas. Mulai dari bulan Juli 2026, aplikasi tersebut tidak lagi menerima pembaruan keamanan, perbaikan bug, maupun dukungan teknis. Tanpa pembaruan rutin, risiko kebocoran data, gangguan sinkronisasi, dan kerentanan terhadap serangan siber dapat meningkat. Samsung menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga kualitas pengalaman pengguna secara keseluruhan, sekaligus mengurangi beban pemeliharaan pada platform yang sudah mulai usang.
Untuk mengurangi dampak transisi, Samsung secara aktif mendorong migrasi ke Google Messages, aplikasi pesan standar yang telah dioptimalkan untuk ekosistem Android modern. Google Messages mendukung standar RCS, integrasi dengan layanan Google lainnya, serta pembaruan keamanan yang lebih cepat. Samsung menyediakan panduan singkat di dalam aplikasi Settings, yang menampilkan langkah‑langkah praktis bagi pengguna yang ingin beralih tanpa kehilangan riwayat percakapan penting.
- Pastikan perangkat terhubung ke jaringan internet yang stabil.
- Buka aplikasi Settings, pilih “Pindah ke Google Messages”.
- Ikuti instruksi untuk mengunduh dan mengatur Google Messages sebagai aplikasi default.
- Setelah proses selesai, periksa kembali kotak masuk untuk memastikan semua pesan lama telah berhasil dipindahkan.
Beberapa pengguna mengkhawatirkan kehilangan data historis, terutama bagi mereka yang menyimpan ribuan pesan penting selama bertahun‑tahun. Samsung menjanjikan bahwa proses migrasi akan mentransfer semua pesan SMS, MMS, dan percakapan RCS yang tersimpan di memori internal ke Google Messages secara otomatis. Namun, perusahaan menyarankan agar pengguna melakukan backup lengkap melalui Samsung Cloud atau layanan penyimpanan lainnya sebelum memulai proses migrasi, sebagai langkah antisipasi bila terjadi kegagalan teknis.
Reaksi pasar terhadap keputusan ini beragam. Analis teknologi menilai bahwa penghentian Samsung Messages mencerminkan pergeseran fokus industri smartphone menuju standar terbuka yang dikelola oleh Google. Dengan mengadopsi Google Messages, Samsung dapat mengurangi duplikasi fitur, mempercepat siklus pembaruan, dan menurunkan biaya pengembangan. Di sisi lain, beberapa penggemar setia ekosistem Samsung mengungkapkan kekecewaan karena kehilangan aplikasi yang selama ini dianggap “identitas” pada perangkat Galaxy.
Pengguna yang belum beralih diharapkan untuk menyiapkan perangkat mereka menjelang Juli 2026. Samsung menegaskan bahwa meskipun aplikasi tidak lagi tersedia di Play Store, pengguna masih dapat mengakses data pribadi melalui pengaturan perangkat. Selain itu, perusahaan akan menyediakan layanan bantuan melalui pusat layanan resmi dan kanal digital untuk menjawab pertanyaan terkait migrasi.
Secara keseluruhan, penghentian Samsung Messages menandai titik penting dalam evolusi layanan pesan pada platform Android. Dengan mengalihkan fokus ke Google Messages, Samsung berharap dapat memberikan pengalaman yang lebih konsisten, aman, dan terintegrasi bagi jutaan pengguna di Indonesia dan seluruh dunia. Pengguna disarankan untuk mengikuti panduan resmi, melakukan backup data, dan beralih secepatnya agar tidak terputus layanan pada Juli 2026.





