123Berita – 04 April 2026 | Roberto De Zerbi, pelatih asal Italia yang baru saja mengemban tugas sebagai manajer Tottenham Hotspur, menegaskan komitmennya untuk tetap memimpin tim hingga akhir musim meski klub berada di zona bahaya degradasi. Pernyataan De Zerbi muncul usai serangkaian hasil buruk yang menempatkan Tottenham di peringkat 18 Liga Premier Inggris, hanya beberapa poin di atas zona terendah.
Sejak menggelar taktik pertama pada awal musim 2023/2024, De Zerbi telah memperkenalkan gaya permainan menyerang yang mengedepankan penguasaan bola dan transisi cepat. Namun, adaptasi pemain Inggris dan cedera beberapa sosok kunci membuat hasil yang diharapkan belum tercapai. Kemenangan melawan tim-tim papan atas masih langka, sementara kekalahan tipis melawan klub-klub yang berjuang di klasemen menengah menambah tekanan pada staf kepelatihan.
Dalam konferensi pers yang diadakan di markas Tottenham, White Hart Lane, De Zerbi menyampaikan, “Saya di sini untuk menyelesaikan pekerjaan saya. Misi saya bukan hanya menghindari degradasi, tapi juga membangun identitas sepak bola yang berkelanjutan untuk klub ini. Saya percaya pada potensi pemain kami, dan kami akan bekerja keras hingga peluit akhir.”
Komitmen tersebut tidak serta-merta menenangkan para pendukung yang mulai mengekspresikan kekhawatiran melalui media sosial. Kritik keras muncul setelah Tottenham gagal mengamankan tiga poin melawan tim papan tengah pada pekan ke-30, sementara lawan terdekat di zona relegasi, seperti Southampton dan Norwich City, berhasil mengumpulkan poin penting.
Namun, De Zerbi menegaskan bahwa stabilitas kepelatihan merupakan faktor kunci dalam mengatasi krisis. “Jika kami mengganti pelatih setiap kali mengalami masa sulit, tidak akan ada kesempatan bagi pemain untuk menyesuaikan diri dengan filosofi kami. Konsistensi adalah fondasi bagi kebangkitan tim,” ujarnya.
Masalah cedera juga menjadi topik penting. Beberapa pemain inti, termasuk penyerang utama dan gelandang kreatif, mengalami cedera otot yang memaksa mereka absen selama beberapa minggu. De Zerbi mengakui bahwa kedalaman skuad menjadi tantangan, namun menambahkan bahwa pemanfaatan pemain muda dari akademi dapat menjadi solusi jangka pendek. “Kami memiliki talenta berbakat di akademi yang siap bersaing di level tertinggi. Ini adalah kesempatan mereka untuk menunjukkan kemampuan,” kata De Zerbi.
Di sisi taktik, De Zerbi berencana melakukan beberapa penyesuaian. Ia berencana meningkatkan intensitas pressing di zona tengah lapangan serta memanfaatkan sayap dengan pemain yang lebih cepat. Selain itu, ia menekankan pentingnya disiplin defensif, terutama dalam mengurangi gol bunuh diri dan kesalahan individu yang berujung pada gol lawan.
Manajemen klub, termasuk pemilik dan direktur olahraga, juga memberikan dukungan penuh kepada De Zerbi. Mereka menegaskan bahwa proses pembangunan tidak dapat dipercepat secara instan, dan memberi ruang bagi pelatih untuk mengeksekusi rencananya. “Kami percaya pada visi De Zerbi. Kami siap memberikan sumber daya yang diperlukan, baik dalam hal transfer maupun fasilitas latihan,” ujar direktur olahraga Tottenham dalam sebuah pernyataan resmi.
Meski situasinya menegangkan, De Zerbi tidak menutup kemungkinan melakukan pergerakan di bursa transfer selama jendela Januari. Ia mengindikasikan bahwa klub sedang memantau beberapa pemain sayap dan penyerang tengah yang dapat menambah kedalaman skuad tanpa mengganggu keseimbangan keuangan klub.
Para analis sepak bola menilai bahwa keputusan De Zerbi untuk bertahan di Tottenham merupakan langkah berani namun logis. Mereka menyoroti bahwa perubahan kepelatihan di tengah musim seringkali menghasilkan kebingungan taktis, sementara stabilitas dapat memperkuat kepercayaan pemain.
Jika Tottenham berhasil mengamankan poin penting dalam beberapa pekan ke depan, kemungkinan besar tekanan pada De Zerbi akan mereda. Namun, jika performa tidak meningkat, risiko degradasi tetap mengintai, menuntut semua pihak – pemain, staf, dan manajemen – untuk bersinergi maksimal.
Kesimpulannya, Roberto De Zerbi menunjukkan tekad kuat untuk melanjutkan perjuangannya bersama Tottenham Hotspur meski berada di ujung jurang degradasi. Komitmen ini didukung oleh manajemen klub, yang menekankan pentingnya konsistensi dan proses jangka panjang. Dengan penyesuaian taktik, pemanfaatan pemain muda, serta potensi pergerakan transfer, De Zerbi berharap dapat mengarahkan Spurs keluar dari zona bahaya dan meletakkan dasar bagi kebangkitan di musim berikutnya.