123Berita – 04 April 2026 | Persija Jakarta bersiap menorehkan catatan positif di pekan ke-26 Liga 1 2025/2026 ketika menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada Minggu, 5 April. Sebelum laga dimulai, gelandang muda Persija, Ridho, mengungkapkan optimismenya mengenai performa tim di kandang baru, sekaligus menekankan pentingnya konsistensi serta pemanfaatan dukungan suporter lokal.
Stadion Sumpah Pemuda menjadi sorotan utama karena menjadi tuan rumah pertama Persija di wilayah Lampung pada musim ini. Stadion ini memiliki kapasitas lebih dari 20.000 penonton dan dikenal dengan atmosfer yang mendukung tim tuan rumah. Ridho menilai bahwa dukungan suporter Persija, yang biasanya dikenal dengan sebutan “The Jakmania”, dapat menjadi faktor penentu dalam menambah semangat pemain. “Suporter di sini sangat antusias. Mereka memberi energi tambahan yang sangat kami butuhkan,” tambahnya.
Secara statistik, Persija mencatat peningkatan penguasaan bola hingga 58 persen dalam tiga laga terakhir, dibandingkan rata-rata 45 persen pada paruh pertama musim. Selain itu, jumlah tembakan ke gawang naik dari 5,2 menjadi 7,8 per pertandingan, menunjukkan intensitas serangan yang lebih tinggi. Ridho menegaskan bahwa statistik tersebut tidak sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa taktik yang diterapkan pelatih berhasil mengeksekusi rencana permainan.
Di sisi lain, Bhayangkara Presisi Lampung FC datang dengan performa yang cukup stabil. Tim yang dipimpin oleh pelatih asal Brasil, Paulo Henrique, berhasil mengamankan empat poin dari dua laga terakhir, termasuk kemenangan tipis melawan PSM Makassar. Namun, Ridho memperingatkan bahwa Bhayangkara memiliki lini serang yang tajam, terutama lewat pemain sayap kiri, Ruy. “Mereka tidak mudah dikalahkan. Kami harus tetap waspada dan menutup ruang-ruang mereka,” kata Ridho.
Persija juga memperhatikan faktor kebugaran. Beberapa pemain inti, termasuk penyerang utama Marko Simic, masih dalam proses pemulihan cedera otot pada kaki kanan. Ridho mengungkapkan bahwa tim medis telah melakukan program rehabilitasi intensif, dan ia yakin Simic akan kembali tampil dalam kondisi prima pada laga mendatang. “Kita harus bersiap dengan skuad yang lengkap, karena setiap menit di lapangan sangat berharga,” pungkasnya.
Strategi taktis yang akan diterapkan oleh pelatih Persija, Thomas Doll, diprediksi akan menekankan tekanan tinggi pada lini pertahanan Bhayangkara sejak menit pertama. Ridho menambahkan bahwa mereka berencana memanfaatkan kecepatan sayap kanan, seperti Riko Simanjuntak, untuk menciptakan peluang lewat umpan silang ke area penalti. Selain itu, peran kreatif di lini tengah, terutama dari Ridho sendiri, diharapkan dapat mengatur tempo permainan dan membuka celah pertahanan lawan.
Jika Persija berhasil menjaga tren positif ini, mereka berpotensi mengokohkan posisi di papan tengah klasemen, mendekati zona kualifikasi Asian Champions League. Sebaliknya, kekalahan dapat menurunkan moral tim dan mengancam peluang masuk ke kompetisi internasional. Oleh karena itu, Ridho menekankan pentingnya fokus mental serta konsistensi taktik selama 90 menit penuh.
Menjelang pertandingan, suporter Persija di Lampung telah menyiapkan berbagai aksi dukungan, mulai dari koreografi warna biru dan merah hingga nyanyian khas klub. Ridho menyatakan rasa terima kasihnya kepada para pendukung yang telah memberikan semangat ekstra, terutama dalam kondisi perjalanan jauh dari Jakarta ke Lampung.
Kesimpulannya, laga Persija vs Bhayangkara di Stadion Sumpah Pemuda menjadi ujian penting bagi kedua tim. Ridho menyoroti tren positif yang telah terbentuk di Persija, menekankan pentingnya memanfaatkan keunggulan kandang, menjaga konsistensi taktik, serta menahan ancaman serangan Bhayangkara. Dengan persiapan matang dan dukungan suporter, Persija berambisi mencatatkan kemenangan yang dapat memperkuat posisi mereka dalam persaingan Liga 1 2025/2026.





