Revitalisasi Banten Lama: Pemerintah Provinsi Gali Potensi Wisata Sejarah dan Religi

Revitalisasi Banten Lama: Pemerintah Provinsi Gali Potensi Wisata Sejarah dan Religi
Revitalisasi Banten Lama: Pemerintah Provinsi Gali Potensi Wisata Sejarah dan Religi

123Berita – 06 April 2026 | Provinsi Banten melanjutkan program revitalisasi kawasan bersejarah Banten Lama dengan harapan mengangkat kembali daya tarik wisata sejarah dan religi yang selama ini terpendam. Proyek yang dicanangkan sejak awal tahun ini mencakup perbaikan infrastruktur, pemugaran bangunan peninggalan kolonial, serta penataan area publik agar lebih ramah pengunjung.

Revitalisasi mencakup tiga zona utama: kawasan alun-alun Masjid Agung Banten, kompleks Benteng Speelberg, serta jejak-jejak arsitektur Belanda di Jalan Cilegon. Pada zona alun-alun Masjid Agung, pekerjaan meliputi penggantian paving stone yang rusak, pemasangan pencahayaan LED hemat energi, serta penambahan fasilitas informasi interaktif berbahasa Indonesia dan Inggris. Sementara itu, Benteng Speelberg yang sempat menjadi fokus penelitian arkeolog, kini mendapatkan penataan taman terbuka, jalur pejalan kaki yang ramah difabel, dan papan penjelasan tentang sejarah pertahanan wilayah.

Bacaan Lainnya

Kompleks arsitektur kolonial, yang terdiri dari rumah-rumah bergaya Dutch Indies, juga mendapat perawatan khusus. Tim konservasi mengganti bagian kayu yang lapuk dengan bahan yang serupa namun lebih tahan cuaca, sekaligus melapisi dinding dengan cat berwarna netral untuk menonjolkan detail ukiran tradisional. Penataan interior mencakup penempatan barang antik yang dipinjam dari museum daerah, memberikan nuansa autentik bagi pengunjung.

Selain perbaikan fisik, pemerintah Provinsi Banten meluncurkan program pelatihan bagi penduduk lokal sebagai pemandu wisata dan pelaku usaha mikro di sekitar situs. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat serta menambah nilai tambah pada pengalaman wisata. “Kami tidak hanya ingin menjual tempat, melainkan juga cerita. Penduduk yang mengetahui sejarahnya akan menjadi duta yang paling efektif,” jelas Imam Syarif.

Berikut adalah beberapa fasilitas baru yang akan tersedia setelah fase pertama selesai:

  • Pusat Informasi Digital dengan layar sentuh interaktif.
  • Area istirahat berpendingin udara dan area makan tradisional.
  • Jalur sepeda yang menghubungkan Banten Lama dengan Pantai Carita.
  • Spot foto berlatarkan latar belakang bangunan bersejarah yang telah direstorasi.

Proyek ini diperkirakan selesai pada akhir tahun 2026, dengan total anggaran sekitar Rp 250 miliar yang berasal dari APBN, dana hibah Kementerian Pariwisata, serta dukungan sektor swasta melalui program CSR. Pengawasan pelaksanaan dilakukan oleh Badan Cagar Budaya Nasional (BCRN) untuk memastikan standar konservasi internasional terpenuhi.

Penguatan Banten Lama sebagai destinasi wisata bersejarah diharapkan dapat meningkatkan kunjungan domestik dan mancanegara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada 2025, jumlah wisatawan yang mengunjungi Banten Lama masih di bawah 100 ribu orang per tahun. Target pemerintah, melalui program revitalisasi ini, adalah meningkatkan angka tersebut menjadi minimal 300 ribu wisatawan pada 2027.

Para pakar pariwisata menilai langkah ini sejalan dengan tren global yang menekankan wisata berbasis budaya dan religi. “Kalau dikelola dengan tepat, Banten Lama memiliki potensi menjadi magnet wisata edukatif yang tidak hanya menarik pengunjung, tetapi juga melestarikan warisan budaya,” kata Dr. Siti Aisyah, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, dalam sebuah kajian yang dipublikasikan pada bulan Maret 2026.

Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, Banten Lama berada di ambang transformasi menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya menambah nilai ekonomi daerah, tetapi juga memperkaya khazanah kebudayaan Indonesia yang kaya akan sejarah dan keanekaragaman religi.

Pos terkait