123Berita β 05 April 2026 | Subdirektorat Respon Masyarakat (Resmob) Polda Metro Jaya pada hari Rabu (4/4/2024) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan brutal terhadap Dwintha Anggary, cucu perempuan komedian Betawi legendaris Mpok Nori. Acara yang dihadiri oleh pejabat kepolisian, saksi, serta keluarga korban itu bertujuan memberi gambaran jelas tentang rangkaian peristiwa kelam yang terjadi pada malam 10 Maret lalu, sekaligus menegaskan langkah-langkah penyelidikan yang telah diambil.
Rekonstruksi dimulai dengan penelusuran lokasi kejadian, yakni sebuah rumah kos di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tim forensik memaparkan detail luka-luka pada tubuh Dwintha, yang menunjukkan adanya pemukulan berulang dengan benda keras serta penggunaan pisau. Pada tahap ini, petugas menyoroti jejak darah yang ditemukan pada lantai, dinding, dan perabotan, serta menegaskan bahwa pola distribusi darah konsisten dengan narasi saksi mata.
Selama proses rekonstruksi, Kapolres Metro menekankan pentingnya menjaga integritas bukti. “Setiap langkah kami lakukan dengan prosedur yang ketat, mulai dari pengambilan sidik jari, pengambilan sampel DNA, hingga pemetaan titik-titik tembak. Semua itu bertujuan menghilangkan ruang bagi dugaan manipulasi,” ujar dia sambil meninjau rekaman video pengamanan yang menampilkan gerak-gerik tersangka pada malam kejadian.
Dalam rangka memberikan gambaran visual kepada publik, tim Resmob menampilkan animasi tiga dimensi yang memetakan alur pergerakan korban dan tersangka. Animasi tersebut menunjukkan bahwa korban dipaksa masuk ke dalam kamar tidur, kemudian diserang secara fisik oleh Siti Nurhaliza sebelum Ahmad dan Budi menunggu di luar. Setelah aksi selesai, tubuh korban dipindahkan ke sebuah mobil sedan berwarna hitam dan dibuang di sebuah gang sempit di daerah Cengkareng.
Penegasan lebih lanjut datang dari Kepala Unit Kriminal Metro, Kombes Pol. Iwan Setiawan, yang menjelaskan bahwa tim forensik menemukan jejak serat kain pada pakaian korban yang cocok dengan pakaian yang dipakai oleh Budi pada malam kejadian. “Jejak serat ini menjadi salah satu bukti penting yang mengikat Budi pada tempat kejadian perkara,” jelasnya.
Selain bukti fisik, rekonstruksi juga menyoroti peran psikologis dalam kasus ini. Seorang psikolog forensik yang ditugaskan oleh kepolisian memberikan analisis tentang pola perilaku tersangka, mengindikasikan bahwa tindakan kekerasan tersebut dipicu oleh kombinasi rasa cemburu, tekanan finansial, dan motif balas dendam pribadi.
Rekonstruksi ini tidak hanya menjadi sarana penyelidikan, melainkan juga upaya transparansi kepolisian kepada keluarga korban. Selama acara, perwakilan keluarga Dwintha, yaitu ayahnya, Rudi Haryanto, menyampaikan rasa terima kasih atas upaya pihak berwajib. “Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada putri kami. Rekonstruksi ini membantu kami memperoleh kejelasan dan harapan akan keadilan,” ujar Rudi dengan mata berkaca-kaca.
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa proses hukum akan terus berlanjut hingga semua tersangka diadili secara adil. Seluruh bukti yang terkumpul, termasuk rekaman CCTV, hasil wawancara saksi, dan temuan forensik, akan dijadikan dasar dalam penyusunan berkas perkara. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, demi menghindari potensi kepanikan atau pencemaran nama baik.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan publik, mengingat korban adalah cucu dari tokoh budaya Betawi yang sangat dicintai. Mpok Nori, yang telah meninggal pada 2016, dikenal lewat peranannya dalam dunia hiburan tradisional Betawi. Kematian Dwintha, yang masih berusia 23 tahun, menambah duka mendalam bagi keluarga besar dan penggemar sang komedian.
Pengungkapan momen paling mengerikan dalam rekonstruksi ini diharapkan dapat menjadi titik balik dalam penegakan hukum serta memberikan kepastian bagi keluarga korban. Dengan prosedur yang transparan dan akuntabel, diharapkan keadilan dapat tercapai tanpa mengorbankan hak asasi manusia.
Secara keseluruhan, rekonstruksi yang dilakukan Subdirektorat Resmob Polda Metro Jaya berhasil memaparkan detail-detail kelam dari kasus pembunuhan Dwintha Anggary, sekaligus menegaskan komitmen kepolisian dalam mengungkap kebenaran. Masyarakat diimbau untuk terus mendukung proses hukum yang sedang berjalan, serta menjaga ketenangan dan keamanan bersama.





