123Berita – 05 April 2026 | Rejang Lebong, Sumatra Barat – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menindaklanjuti bencana angin puting beliung yang melanda Desa Sumber Urip pada akhir pekan lalu dengan menyalurkan paket bantuan darurat kepada para korban. Angin kencang yang tiba‑tiba datang menghancurkan atap, merobohkan dinding, dan menimbulkan kerusakan struktural pada puluhan rumah, memaksa ribuan warga mengungsi ke posko sementara.
Gubernur Sumatra Barat, Mahyudin Natakusumah, bersama Bupati Rejang Lebong, H. Budi Satria, melakukan inspeksi lapangan pada Senin, 1 April 2024. Kedua pejabat mengungkapkan komitmen daerah untuk memberikan bantuan material dan non‑material secara cepat, mengingat kebutuhan mendesak akan atap pengganti, bahan bangunan, serta kebutuhan pokok seperti makanan, air bersih, dan obat‑obatan.
Distribusi bantuan dimulai pada Selasa, 2 April 2024, di Balai Desa Sumber Urip. Tim koordinasi Bencana Daerah (TKBD) yang dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten, Sri Hartati, mengatur penyerahan paket bantuan secara berurutan, mengutamakan keluarga yang kehilangan tempat tinggal secara total. Setiap paket berisi:
- 1 lembar tenda darurat berukuran 3×3 meter.
- 10 kilogram beras premium.
- 2 liter minyak goreng.
- 1 paket mie instan (5 bungkus).
- 2 liter air mineral.
- Perlengkapan kebersihan (sabun, sikat mandi, handuk).
- Voucher listrik listrik selama 1 bulan (sebesar Rp150.000).
Selain bantuan fisik, Pemerintah Kabupaten juga menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp2.000.000 per keluarga yang rumahnya dinyatakan rusak parah. Bantuan tunai ini diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan dan memulihkan aktivitas ekonomi rumah tangga. Penggunaan dana disalurkan melalui aplikasi dompet digital resmi pemerintah, dengan verifikasi data yang dilakukan oleh Dinas Sosial dan Dinas Kependudukan.
Tim penanggulangan bencana daerah juga menyediakan layanan konseling psikologis bagi warga yang mengalami trauma. Sejumlah relawan psikolog dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat, termasuk Yayasan Peduli Kesehatan Mental, mengadakan sesi konseling kelompok di balai desa pada sore hari. Upaya ini dimaksudkan untuk menurunkan tingkat stres dan membantu warga memulihkan kondisi mental setelah mengalami guncangan emosional.
Beberapa infrastruktur publik juga mengalami kerusakan, termasuk satu jembatan kecil yang menghubungkan Desa Sumber Urip dengan desa tetangga, serta jaringan listrik yang terputus pada 15 rumah. Pemerintah Kabupaten telah mengalokasikan dana khusus untuk perbaikan jembatan dan memulihkan jaringan listrik dalam waktu dua minggu ke depan. Tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menyusun rencana perbaikan dengan estimasi biaya sekitar Rp1,2 miliar.
Warga yang menerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih mereka. “Kami sangat terbantu dengan adanya tenda dan paket makanan. Tanpa bantuan ini, kami harus menunggu lama untuk bisa menyiapkan tempat tinggal sementara,” kata Siti Nurhaliza, seorang ibu rumah tangga yang rumahnya hampir seluruhnya hancur. Sementara itu, Budi Hartono, ketua PKK Desa Sumber Urip, menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, LSM, dan masyarakat dalam proses pemulihan pasca‑bencana.
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menegaskan bahwa proses rehabilitasi jangka panjang akan melibatkan pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak, perbaikan fasilitas umum, serta program pelatihan keterampilan bagi warga untuk memperkuat ketahanan ekonomi. Rencana pembangunan kembali diperkirakan memakan waktu enam bulan hingga satu tahun, tergantung pada alokasi dana dari pemerintah provinsi dan pusat.
Secara keseluruhan, penyaluran bantuan darurat ini mencerminkan respons cepat dan terkoordinasi dari otoritas daerah dalam menghadapi bencana alam yang tidak terduga. Upaya bersama antara aparat pemerintah, lembaga sosial, serta partisipasi aktif warga diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan mengurangi dampak jangka panjang bagi masyarakat Desa Sumber Urip.
Ke depan, BPBD Kabupaten Rejang Lebong akan terus memantau kondisi korban, memperbaharui data kerusakan, dan menyiapkan rencana mitigasi untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang. Pemerintah daerah juga berjanji akan meningkatkan sistem peringatan dini dan edukasi masyarakat tentang langkah-langkah mitigasi bencana angin puting beliung.





