123Berita – 07 April 2026 | Real Madrid akan menjemput Bayern Munich dalam laga lanjutan Liga Champions yang menjanjikan aksi kelas dunia. Pertemuan antara dua raksasa Eropa ini tak hanya menjadi sorotan karena statusnya sebagai klub paling berprestasi di benua, melainkan juga karena rekam jejak El Real yang selama sebelas tahun terakhir belum pernah mengalami kekalahan saat berhadapan dengan tim asal Jerman.
Sejak 2013, Real Madrid berhasil menorehkan serangkaian hasil positif melawan klub Jerman, baik di fase grup maupun di babak knockout. Statistik menunjukkan bahwa selama satu dekade lebih, El Real mencatatkan 7 kemenangan dan 4 hasil imbang tanpa satu kali kekalahan. Rekor ini menegaskan dominasi taktik dan mentalitas Spanyol atas lawan-lawan Jerman, termasuk Bayern Munich yang secara historis menjadi tantangan terberat.
Berbagai pertemuan sebelumnya mempertegas keunggulan Real. Pada pertemuan pertama di Liga Champions musim 2012/2013, Madrid mengalahkan Bayern dengan skor 2-1 di Bernabeu, kemudian mengulang kemenangan 4-0 di Allianz Arena pada musim 2014/2015. Selain itu, Real juga berhasil menahan Bayern dalam dua laga berakhir imbang 1-1 pada fase grup musim 2019/2020. Semua hasil ini menambah panjangnya catatan tak terkalahkan El Real melawan tim Jerman.
Di sisi lain, Bayern Munich tentu tidak akan menyerah begitu saja. Klub raksasa Jerman ini menatap laga ini sebagai kesempatan untuk menutup rentang waktu panjang tanpa kemenangan melawan Real Madrid. Dengan skuad yang dipimpin oleh pelatih Julian Nagelsmann, Bayern bertekad memanfaatkan kecepatan sayap dan tekanan tinggi untuk mengganggu penguasaan bola Spanyol yang biasanya mengandalkan permainan kombinasi.
Penampilan para bintang menjadi sorotan utama. Bagi Real Madrid, Karim Benzema diprediksi menjadi ujung tombak serangan, didukung oleh kecepatan Vinícius Júnior serta kreativitas Luka Modrić di lini tengah. Sementara Bayern menaruh harapan pada Thomas Müller yang selalu menjadi ancaman di kotak penalti, serta keuletan Joshua Kimmich yang dapat mengatur ritme permainan dari posisi gelandang bertahan. Kedua tim juga mengandalkan pemain muda yang siap memberi kejutan, seperti Jude Bellingham untuk Madrid dan Jamal Musiala untuk Bayern.
- Rekor Real vs Jerman (2013‑2024): 7 kemenangan, 4 imbang, 0 kekalahan
- Skor kemenangan Real terbesar melawan Bayern: 4‑0 (2015)
- Gelar Liga Champions yang dimiliki Real Madrid: 14 kali
- Gelar Liga Champions yang dimiliki Bayern Munich: 6 kali
Dari segi taktik, Real Madrid kemungkinan akan menerapkan pola permainan yang menekankan penguasaan bola dan serangan balik cepat. Penggunaan tiga penyerang (Benzema, Vinícius, Rodrygo) memungkinkan fleksibilitas dalam mengatur ruang di lini depan. Bayern, dengan filosofi pressing tinggi, akan berusaha memaksa kesalahan penguasaan bola Madrid, sambil memanfaatkan kecepatan sayap seperti Leroy Sané untuk menciptakan peluang.
Dengan catatan tak terkalahkan selama sebelas tahun, tekanan untuk mempertahankan rekor tersebut kini berada di pundak para pemain dan staf Real Madrid. Namun, Bayern Munich datang dengan ambisi kuat untuk menulis sejarah baru. Laga ini tidak hanya menentukan siapa yang melaju lebih jauh di fase grup, tetapi juga menjadi ujian mental bagi dua klub dengan tradisi kemenangan. Apapun hasilnya, pertarungan antara El Real dan Bayern Munich akan menjadi sorotan utama penggemar sepak bola dunia, menandai babak baru dalam persaingan klasik antara Spanyol dan Jerman.