123Berita – 09 April 2026 | Paris Saint-Germain (PSG) menantang Liverpool dalam laga perempat final Liga Champions 2026 yang berlangsung di Stade Pierre de Coubertin, Paris. Kedua tim mengusung skuad terbaik mereka, dengan beberapa keputusan taktis penting yang dapat menentukan nasib pertandingan. Di sisi PSG, Ousmane Dembélé kembali menjadi starter, sementara Julian Wirtz diposisikan sebagai andalan di lini serang. Liverpool, yang dipimpin oleh Jurgen Klopp, mengandalkan formasi klasiknya dengan penekanan pada kecepatan sayap dan tekanan tinggi.
Berikut susunan pemain lengkap yang dilaporkan oleh tim keduanya sebelum peluit pertama dibunyikan:
| Posisi | Pemain |
|---|---|
| Penjaga Gawang | Gianluigi Donnarumma (PSG) |
| Penjaga Gawang | Alisson Becker (Liverpool) |
| Bek Kiri | Nuno Mendes (PSG) |
| Bek Tengah | Marquinhos (PSG) |
| Bek Tengah | Virgil van Dijk (Liverpool) |
| Bek Kanan | Achraf Hakimi (PSG) |
| Bek Kanan | Trent Alexander-Arnold (Liverpool) |
| Gelandang Bertahan | Marco Verratti (PSG) |
| Gelandang Bertahan | Jordan Henderson (Liverpool) |
| Gelandang Serang | Ousmane Dembélé (PSG) |
| Gelandang Serang | Julian Wirtz (PSG) |
| Penyerang Tengah | Kylian Mbappé (PSG) |
| Penyerang Tengah | Mohamed Salah (Liverpool) |
| Penyerang Sayap | Diogo Jota (Liverpool) |
Keputusan menurunkan Dembélé ke lini serang menandakan kepercayaan pelatih Luis Enrique terhadap kecepatan dan kemampuan dribel sang pemain sayap. Dembélé, yang baru pulih dari cedera otot pada awal musim, diharapkan dapat membuka ruang bagi rekan-rekannya dengan penetrasi tajam di sisi kanan. Di sisi lain, Julian Wirtz, yang menonjol pada fase grup dengan kontribusi gol dan assist, diberi peran lebih besar sebagai playmaker. Wirtz dikenal memiliki visi permainan yang tinggi serta kemampuan menembak dari jarak menengah, yang dapat menjadi senjata penting melawan pertahanan Liverpool yang rapat.
Strategi PSG kali ini berfokus pada penguasaan bola di lini tengah, memanfaatkan kemampuan Verratti dalam mengatur tempo serta kreativitas Wirtz. Dengan Marquinhos sebagai penghalang utama di lini pertahanan, PSG berharap dapat menahan serangan cepat Liverpool yang biasanya dimulai oleh Salah dan Jota. Penempatan Hakimi di sayap kanan memberikan fleksibilitas defensif sekaligus potensi serangan balik yang mematikan.
Liverpool, di sisi lain, tetap mengandalkan formasi 4-3-3 dengan Alexander-Arnold sebagai penyerang sayap kanan, memberikan dimensi crossing yang berbahaya. Klopp menyiapkan strategi pressing tinggi, memaksa PSG untuk bermain dari belakang dengan tekanan konstan. Salah, yang kembali dari cedera otot pada awal bulan ini, menjadi focal point dalam serangan Liverpool, didukung oleh gerakan bebas Mohamed Salah di sisi kiri serta kecepatan Diogo Jota yang dapat memanfaatkan celah di belakang bek PSG.
Jadwal pertandingan dijadwalkan pada pukul 21.00 WIB, dengan siaran langsung di kanal olahraga nasional dan streaming online yang tersedia bagi pemirsa internasional. Penggemar dapat menyaksikan aksi kedua tim melalui layanan streaming resmi yang telah disiapkan oleh UEFA, memastikan kualitas tayangan yang optimal tanpa gangguan iklan.
Analisis taktis pra-pertandingan menyoroti pentingnya duel pribadi antara Dembélé dan Alexander-Arnold. Kedua pemain tersebut dikenal memiliki kemampuan crossing yang tinggi serta kecepatan dalam memecah pertahanan. Pertarungan tersebut diprediksi akan menjadi salah satu faktor penentu dalam mengatur ritme serangan masing-masing tim.
Selain duel sayap, pertarungan tengah lapangan antara Wirtz dan Henderson juga menarik perhatian. Henderson, yang berperan sebagai pengatur ritme serta pemimpin di lapangan, akan berusaha menghentikan aliran kreatif Wirtz. Jika Wirtz berhasil menembus pertahanan dengan umpan-umpan terobosan, PSG dapat memanfaatkan keunggulan numerik di area kotak penalti.
Statistik pertemuan sebelumnya menunjukkan bahwa Liverpool memiliki catatan positif melawan PSG dalam kompetisi Eropa, namun PSG berhasil membalikkan hasil pada pertemuan terakhir di Ligue 1 dengan kemenangan tipis 2-1. Kedua tim kini berada dalam kondisi fisik yang cukup baik, meskipun beberapa pemain inti masih dalam proses pemulihan.</n
Penutup, pertandingan ini bukan sekadar pertarungan antar klub elit, melainkan juga ajang pembuktian taktik modern yang menyeimbangkan antara penguasaan bola, pressing tinggi, serta transisi cepat. Dengan Dembélé kembali sebagai starter dan Wirtz yang dijadikan andalan, PSG menaruh harapan besar untuk melaju ke semifinal. Sementara Liverpool mengandalkan pengalaman dan kualitas pemain bintang seperti Salah untuk menantang dominasi Prancis di babak ini. Hasil akhir tentu akan sangat dipengaruhi oleh eksekusi taktik di lapangan serta kemampuan masing-masing bintang untuk mengubah momen menjadi gol.





