123Berita – 06 April 2026 | PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengungkapkan kemajuan signifikan pada proyek pembangunan Tol Harbour Road II (HBR II) khususnya pada ruas Ancol Timur‑Pluit. Dengan total nilai investasi mencapai Rp 5,22 triliun, proyek ini menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya memperkuat jaringan transportasi perkotaan di wilayah Jakarta Utara.
Pengembangan ruas Ancol Timur‑Pluit direncanakan menjadi penghubung strategis yang dapat mengurangi beban kemacetan di kawasan Pantai Indah Kapuk, Pluit, serta memfasilitasi pergerakan barang dan penumpang antara pelabuhan dan pusat bisnis. Menurut laporan internal WIKA, persentase penyelesaian fisik saat ini berada pada tingkat menengah, dengan pekerjaan tanah, fondasi, serta sebagian struktur jembatan telah selesai.
Secara rinci, pekerjaan persiapan lahan telah mencapai lebih dari 70 persen, meliputi pemindahan utilitas, pengurukan, dan pemadatan tanah. Selanjutnya, proses pemasangan tiang pancang dan pengerjaan balok utama pada beberapa titik kritis tengah berada pada fase akhir. Pembangunan jalur akses masuk‑keluar (interchange) di Ancol Timur juga menunjukkan progres yang cukup cepat, mengingat tantangan geografis dan kepadatan penduduk di sekitar area proyek.
Investasi sebesar Rp 5,22 triliun mencakup seluruh siklus konstruksi mulai dari studi kelayakan, desain teknik, hingga pembangunan fisik dan pengujian akhir. Dana tersebut bersumber dari kombinasi pembiayaan internal WIKA, pinjaman bank, serta dukungan pemerintah melalui skema kerja sama pemerintah‑swasta (KPS). Skema KPS diharapkan dapat mempercepat aliran dana, sekaligus menurunkan risiko finansial bagi pihak kontraktor.
Manfaat ekonomi yang diproyeksikan dari selesainya Tol Harbour Road II sangat signifikan. Pertama, diperkirakan waktu tempuh antara Pelabuhan Tanjung Priok dan kawasan Ancol dapat berkurang hingga 30 menit, yang akan meningkatkan efisiensi logistik barang impor‑ekspor. Kedua, akses yang lebih cepat dan aman akan merangsang pertumbuhan sektor properti, perhotelan, serta pariwisata di wilayah Pantai Indah Kapuk dan sekitarnya. Analisis internal memperkirakan kontribusi tambahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) regional dapat mencapai Rp 500 miliar per tahun setelah operasional penuh.
Namun, proyek ini tidak lepas dari tantangan. Kondisi tanah berpasir di sebagian wilayah pesisir menuntut penggunaan teknik fondasi khusus, yang meningkatkan biaya dan memerlukan waktu pengerjaan lebih lama. Selain itu, koordinasi dengan pihak berwenang dalam hal perizinan serta penanganan potensi dampak lingkungan menjadi faktor penting yang harus dikelola secara cermat. WIKA menyatakan telah membentuk tim khusus yang bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk memastikan semua standar lingkungan terpenuhi.
Dalam rangka menjaga transparansi, WIKA berkomitmen untuk mengirimkan laporan kemajuan secara berkala kepada kementerian terkait serta publik. Laporan terbaru yang dirilis mencakup data kuantitatif tentang volume tanah yang dipindahkan, jumlah tiang pancang yang terpasang, serta estimasi waktu penyelesaian akhir yang diperkirakan pada kuartal ke‑4 tahun 2027.
Selain manfaat ekonomi, proyek Tol Harbour Road II diharapkan memberikan dampak sosial yang positif. Dengan memperbaiki jaringan transportasi, akses masyarakat ke layanan kesehatan, pendidikan, dan pusat kegiatan ekonomi akan menjadi lebih mudah. Pemerintah daerah juga berencana mengintegrasikan sistem transportasi massal seperti Bus Rapid Transit (BRT) ke dalam jaringan tol ini, sehingga menciptakan sinergi antara moda transportasi pribadi dan publik.
Secara keseluruhan, perkembangan terbaru pada proyek Tol Harbour Road II menegaskan komitmen WIKA dalam mendukung infrastruktur megaproject nasional. Dengan nilai investasi yang besar, dukungan keuangan yang terstruktur, serta fokus pada keberlanjutan, proyek ini diproyeksikan menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan ekonomi Jakarta Utara dalam jangka panjang. Keberhasilan penyelesaian proyek akan menjadi bukti nyata kemampuan Indonesia dalam mengelola proyek infrastruktur berbiaya tinggi, sekaligus meningkatkan daya saing logistik negara di kancah global.
Dengan semua upaya yang terus digencarkan, diharapkan Tol Harbour Road II dapat selesai tepat waktu, memberikan manfaat maksimal bagi semua pemangku kepentingan, dan menjadi contoh positif bagi proyek‑proyek infrastruktur selanjutnya.





