Profil Evy Haryadi: Lebih Dari 25 Tahun Mengukir Inovasi di PT PLN

123Berita – 10 April 2026 | Evy Haryadi telah menjadi sosok yang tak terpisahkan dari transformasi teknologi dan keberlanjutan di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sebagai Chief Technology and Sustainability Officer, ia memegang peran strategis dalam mengarahkan kebijakan energi bersih, digitalisasi jaringan listrik, serta program ramah lingkungan yang semakin mendesak di era transisi energi. Kariernya yang melampaui dua setengah dekade mencerminkan dedikasi, inovasi, dan kepemimpinan visioner dalam industri yang tradisional sekaligus dinamis.

Berawal dari latar belakang teknik elektro, Evy menapaki jejak profesionalnya di PLN pada awal 1990-an, ketika perusahaan masih berada pada fase konvensional dengan dominasi pembangkit berbahan bakar fosil. Pada masa itu, ia terlibat dalam proyek‑proyek perencanaan jaringan listrik regional, mengelola instalasi transformator, dan melakukan pemeliharaan infrastruktur yang vital bagi penyediaan listrik bagi jutaan rumah tangga di Indonesia. Pengalaman lapangan yang intensif tersebut membekali ia dengan pemahaman mendalam mengenai tantangan operasional di sektor energi.

Bacaan Lainnya

Seiring perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya kesadaran akan perubahan iklim, Evy berhasil beralih ke posisi‑posisi yang lebih strategis. Pada awal 2000-an, ia bergabung dengan tim inovasi PLN, berperan sebagai koordinator proyek pilot smart grid. Inisiatif tersebut melibatkan penerapan sensor digital, sistem manajemen data real‑time, dan integrasi sumber energi terbarukan pada jaringan distribusi. Keberhasilan pilot tersebut membuka jalan bagi adopsi teknologi digital di tingkat nasional, menjadikan PLN salah satu pionir di Asia Tenggara dalam hal modernisasi jaringan listrik.

Pengangkatan Evy sebagai Chief Technology Officer pada tahun 2015 menandai puncak kariernya dalam bidang teknologi. Di bawah kepemimpinannya, PLN meluncurkan sejumlah program penting, antara lain platform digital untuk pemantauan beban listrik, aplikasi mobile untuk pelanggan, serta kolaborasi dengan startup teknologi bersih. Upaya tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan perusahaan. Selain itu, Evy memprakarsai program pelatihan internal bagi karyawan PLN, menekankan pentingnya literasi digital dan budaya inovasi yang berkelanjutan.

Transformasi lebih lanjut terjadi pada 2020 ketika Evy diangkat menjadi Chief Technology and Sustainability Officer, sebuah jabatan yang menyatukan dua pilar utama: inovasi teknologi dan keberlanjutan lingkungan. Tanggung jawabnya meliputi penyusunan kebijakan dekarbonisasi, perencanaan investasi energi terbarukan, serta pelaporan ESG (Environmental, Social, Governance) yang transparan. Ia memimpin tim lintas departemen untuk mengidentifikasi potensi pengurangan emisi karbon, memfasilitasi integrasi tenaga surya dan angin ke dalam jaringan, serta mengoptimalkan penggunaan energi baterai untuk stabilitas sistem listrik.

Keberhasilan Evy dalam mengintegrasikan agenda keberlanjutan ke dalam strategi korporat PLN mendapat pengakuan luas, termasuk undangan sebagai pembicara utama pada forum IDE Katadata dengan tema “GreenTech for Tomorrow”. Dalam sesi tersebut, ia menyampaikan visi PLN sebagai motor penggerak energi hijau Indonesia, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan akademisi untuk mempercepat adopsi teknologi bersih. Penampilannya menegaskan bahwa transisi energi tidak dapat dipisahkan dari inovasi teknologi, regulasi yang adaptif, serta komitmen jangka panjang terhadap tujuan iklim.

Di luar ruang rapat, Evy dikenal sebagai mentor yang peduli terhadap generasi muda. Ia rutin terlibat dalam program beasiswa teknik, mengadakan workshop tentang energi terbarukan, serta menjadi panelis dalam kompetisi inovasi mahasiswa. Pendekatannya yang humanis menumbuhkan budaya inklusif di dalam PLN, mendorong karyawan untuk berani mengusulkan ide‑ide baru dan berpartisipasi dalam proyek‑proyek berkelanjutan.

Selama lebih dari 25 tahun, kontribusi Evy Haryadi telah menghasilkan dampak signifikan bagi PLN dan sektor energi nasional. Pada 2023, laporan tahunan perusahaan mencatat peningkatan kontribusi energi terbarukan sebesar 18% dibandingkan tahun sebelumnya, serta penurunan intensitas karbon per kWh sebesar 12%. Angka‑angka tersebut tidak lepas dari kebijakan strategis yang ia rancang, termasuk investasi pada pembangkit listrik tenaga surya di pulau Jawa, pengembangan micro‑grid di daerah terpencil, serta implementasi sistem penyimpanan energi berbasis baterai lithium‑ion.

Ke depan, Evy menargetkan PLN untuk mencapai net‑zero emissions pada tahun 2050, selaras dengan komitmen Indonesia pada Paris Agreement. Rencana aksi meliputi perluasan kapasitas energi terbarukan hingga 70% dari total bauran energi, digitalisasi penuh jaringan distribusi, serta penerapan teknologi blockchain untuk transparansi perdagangan energi. Ia menekankan bahwa pencapaian target tersebut membutuhkan sinergi antara kebijakan pemerintah, pendanaan internasional, dan partisipasi aktif masyarakat.

Secara keseluruhan, perjalanan karier Evy Haryadi mencerminkan evolusi PT PLN dari perusahaan utilitas konvensional menjadi entitas yang berorientasi pada teknologi cerdas dan keberlanjutan. Dedikasinya selama lebih dari dua setengah dekade tidak hanya memperkuat posisi PLN di pasar domestik, tetapi juga menempatkan Indonesia pada peta global sebagai negara yang berkomitmen pada energi bersih. Dengan kepemimpinan yang visioner, Evy terus menginspirasi transformasi energi Indonesia, menjadikan masa depan yang lebih hijau, lebih cerdas, dan lebih berkelanjutan bagi seluruh rakyat.

Pos terkait