123Berita โ 10 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan program Layar Pintar sebagai bagian dari kebijakan pendidikan nasional. Namun, Persatuan Guru Indonesia (P2G) meminta pemerintah untuk tidak salah arah dalam kebijakan pendidikan. P2G menekankan bahwa kesejahteraan guru harus menjadi prioritas utama, bukan pembelian layar pintar.
P2G juga menyoroti bahwa biaya pembelian layar pintar dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru, seperti meningkatkan gaji dan menyediakan fasilitas yang memadai. Dengan demikian, pemerintah dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan bahwa guru memiliki kemampuan untuk mengajar dengan baik.
Program Layar Pintar juga menimbulkan pertanyaan tentang efektifitasnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Apakah layar pintar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran? Atau apakah layar pintar hanya akan menjadi alat hiburan yang tidak memiliki dampak signifikan pada kualitas pendidikan?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu dilakukan evaluasi yang lebih lanjut tentang program Layar Pintar. Pemerintah perlu memastikan bahwa program ini memiliki tujuan yang jelas dan dapat diukur, serta memiliki dampak yang signifikan pada kualitas pendidikan.
Dalam kesimpulan, P2G menekankan bahwa kesejahteraan guru harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pendidikan. Pemerintah perlu memastikan bahwa guru memiliki kemampuan untuk mengajar dengan baik dan memiliki kesejahteraan yang memadai. Dengan demikian, kualitas pendidikan dapat ditingkatkan dan siswa dapat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memahami materi pelajaran.





