Pria Inggris Abaikan Bau pada Area Genital, Akibatnya Harus Diamputasi Setengah Penis

123Berita – 09 April 2026 | Seorang pria berusia pertengahan tiga puluhan asal Inggris mengalami tragedi medis yang mengerikan setelah mengabaikan bau tak sedap yang muncul pada area genitalnya. Awalnya, ia menganggap gejala tersebut sebagai infeksi ringan yang dapat diatasi dengan obat bebas. Namun, tanpa penanganan medis yang tepat, kondisi tersebut berkembang menjadi infeksi serius yang memaksa dokter melakukan amputasi setengah penis untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Ketika akhirnya ia memutuskan untuk menemui dokter umum, pemeriksaan awal menunjukkan adanya peradangan parah pada kulit penis, yang kemudian didiagnosis sebagai balanitis kronis dengan komplikasi abses. Dokter merujuknya ke ahli urologi untuk evaluasi lebih lanjut. Di rumah sakit, pemeriksaan ultrasonik mengungkapkan adanya jaringan nekrotik yang telah menyebar ke jaringan korpus penis, menandakan infeksi sudah meluas ke dalam struktur penting organ tersebut.

Bacaan Lainnya

Tim medis kemudian melakukan kultur bakteri yang mengidentifikasi bakteri anaerobik serta jamur oportunistik sebagai penyebab utama. Karena infeksi sudah mencapai tahap nekrosis, opsi perawatan konservatif seperti antibiotik intravena tidak lagi efektif. Dokter memutuskan untuk melakukan operasi debridement, namun selama proses pembedahan ditemukan bahwa sebagian jaringan erektil tidak dapat dipertahankan. Dengan mempertimbangkan risiko sepsis yang mengancam nyawa, dokter melakukan amputasi setengah penis, memotong bagian yang terinfeksi secara total.

Pasca operasi, pasien menjalani perawatan intensif di unit perawatan khusus, termasuk terapi antibiotik spektrum luas, perawatan luka, serta konseling psikologis untuk mengatasi dampak emosional akibat kehilangan fungsi seksual. Dokter menekankan pentingnya deteksi dini infeksi pada area genital, terutama pada pria yang memiliki riwayat diabetes, kebersihan pribadi yang kurang, atau faktor risiko lain yang dapat memperparah kondisi.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat umum bahwa bau tak sedap pada organ intim bukanlah hal sepele yang dapat diabaikan. Gejala seperti bau, nyeri, pembengkakan, atau keluarnya cairan berwarna tidak normal harus segera diperiksakan ke tenaga medis profesional. Penanganan tepat waktu dapat mencegah komplikasi berbahaya, termasuk nekrosis jaringan, sepsis, hingga kehilangan bagian penting tubuh. Edukasi kesehatan seksual dan kebersihan pribadi menjadi kunci utama dalam mencegah kejadian serupa di masa depan.

Pos terkait