123Berita – 10 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa negara kepulauan ini tidak lagi berada dalam posisi sebagai “raksasa tidur” yang potensinya belum terbangun. Dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan kepada media massa, Prabowo menambahkan bahwa Indonesia kini tengah memasuki fase kebangkitan yang akan menempatkannya sebagai pemain utama di panggung internasional.
Prabowo menyoroti beberapa sektor yang menjadi fokus utama kebangkitan nasional. Pertama, industri manufaktur yang selama ini masih terhambat oleh ketergantungan pada impor akan mendapatkan dorongan melalui kebijakan insentif pajak dan fasilitasi investasi. Kedua, sektor energi terbarukan dijadikan prioritas, dengan target menurunkan emisi karbon dan meningkatkan proporsi energi bersih hingga 23 persen pada tahun 2025. Ketiga, transformasi digital menjadi agenda lintas sektor, termasuk pengembangan ekosistem startup, peningkatan akses internet berkecepatan tinggi di daerah terpencil, serta penerapan kecerdasan buatan dalam layanan publik.
Dalam konteks geopolitik, Prabowo menekankan bahwa kebangkitan Indonesia tidak hanya bersifat domestik, melainkan akan berimbas pada hubungan luar negeri. “Kita ingin menjadi mitra strategis yang dapat menawarkan solusi inovatif, baik dalam bidang perdagangan, keamanan maritim, maupun penanggulangan perubahan iklim,” ujarnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Indonesia bertekad memperkuat peranannya dalam forum internasional seperti G20, ASEAN, dan organisasi multilateral lainnya, sekaligus menyiapkan diri untuk menjadi alternatif bagi negara-negara yang mencari kerjasama ekonomi yang berkelanjutan.
Para pengamat menilai bahwa pernyataan Presiden Prabowo mencerminkan upaya pemerintah untuk mengubah citra Indonesia yang selama ini dianggap masih dalam fase pembangunan. Mereka menambahkan, jika kebijakan yang diusulkan dapat diimplementasikan secara konsisten, Indonesia berpotensi menembus angka pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 6-7 persen per tahun dalam dekade mendatang. Selain itu, peningkatan kualitas infrastruktur, khususnya jaringan transportasi dan logistik, diharapkan dapat mempercepat distribusi barang dan jasa, sekaligus menurunkan biaya produksi bagi pelaku usaha.
Berikut beberapa langkah konkrit yang diungkapkan dalam agenda kebangkitan nasional:
- Peningkatan investasi asing langsung (FDI) melalui penyederhanaan perizinan dan pemberian insentif fiskal bagi sektor strategis.
- Penguatan pendidikan vokasi dan pelatihan kerja yang berorientasi pada kebutuhan industri 4.0.
- Pembangunan zona ekonomi khusus (KEK) yang berfokus pada inovasi teknologi, manufaktur berkelanjutan, dan riset.
- Penerapan kebijakan pajak progresif untuk mendorong redistribusi pendapatan dan memperluas basis pajak.
- Pengembangan jaringan energi terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya, angin, dan biomassa.
Prabowo juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil. Ia menegaskan, keberhasilan kebangkitan tidak dapat dicapai secara unilateral, melainkan memerlukan sinergi lintas sektor yang kuat. “Kita harus bersatu, berinovasi, dan berani mengambil langkah berani untuk menyiapkan Indonesia sebagai kekuatan yang mampu memberikan kejutan positif bagi dunia,” tegasnya.
Kesimpulannya, pernyataan Presiden Prabowo Subianto menandai titik balik dalam narasi pembangunan Indonesia. Dengan menekankan transformasi ekonomi, inovasi teknologi, dan peran aktif di kancah internasional, pemerintah berupaya mengubah citra negara sebagai “raksasa tidur” menjadi entitas yang dinamis, kompetitif, dan siap memberi dampak positif bagi komunitas global. Keberhasilan agenda ini akan sangat bergantung pada implementasi kebijakan secara konsisten, dukungan semua pemangku kepentingan, serta kemampuan Indonesia dalam beradaptasi dengan tantangan dan peluang yang terus berubah di era digital dan keberlanjutan.





