123Berita – 02 Agustus 2026 | Presiden Prabowo Subianto tidak dapat hadir dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas. Menurut Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Presiden Prabowo memiliki tugas negara yang tidak bisa ditinggalkan.
Menag Nasaruddin Umar menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo kepada ribuan jemaah yang hadir dalam acara tersebut. Beliau berharap acara ini dapat mempereratkan hubungan antar umat beragama dan memperkuat kebhinekaan di Indonesia.
Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas dihadiri oleh ribuan jemaah dari berbagai latar belakang. Mereka melakukan zikir dan doa bersama untuk memohon keselamatan dan keberkahan bagi bangsa Indonesia.
Menag Nasaruddin Umar juga menekankan pentingnya menjaga kebhinekaan dan toleransi di Indonesia. Beliau berharap acara ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk hidup berdampingan dengan harmonis.
Dalam acara ini, juga dilakukan pembacaan doa dan zikir bersama. Jemaah juga melakukan refleksi dan introspeksi untuk memperbaiki diri dan meningkatkan iman.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyampaikan bahwa beliau akan menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas. Namun, karena tugas negara yang tidak bisa ditinggalkan, beliau tidak dapat hadir.
Menag Nasaruddin Umar berharap acara ini dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih peduli dengan kebhinekaan dan toleransi. Beliau juga berharap acara ini dapat mempereratkan hubungan antar umat beragama di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami kemajuan yang signifikan dalam menjaga kebhinekaan dan toleransi. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memperkuat kebhinekaan di Indonesia.
Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas menjadi contoh bagi masyarakat untuk hidup berdampingan dengan harmonis. Dengan demikian, diharapkan dapat mempereratkan hubungan antar umat beragama dan memperkuat kebhinekaan di Indonesia.
Dalam kesimpulan, acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas telah menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih peduli dengan kebhinekaan dan toleransi. Dengan demikian, diharapkan dapat mempereratkan hubungan antar umat beragama dan memperkuat kebhinekaan di Indonesia.





