123Berita – 04 April 2026 | Jakarta Timur – Pada Sabtu, 4 April 2026, Pramono, tokoh masyarakat yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial, tiba di Rumah Sakit Duren Sawit, Jakarta Timur, untuk menjenguk seorang siswa sekolah dasar yang diduga mengalami keracunan. Kedatangan Pramono menarik perhatian sejumlah warga sekitar yang tengah menantikan perkembangan kondisi sang anak.
Siswa berusia sepuluh tahun tersebut dilaporkan mengalami gejala muntah, pusing, dan sesak napas setelah mengonsumsi makanan di kantin sekolah pada hari sebelumnya. Tim medis RS Duren Sawit segera melakukan tindakan pertolongan pertama, termasuk pemberian cairan intravena, pemantauan fungsi vital, dan pemeriksaan laboratorium untuk mengidentifikasi zat beracun yang mungkin terlibat.
Setelah proses penanganan awal, kondisi anak tersebut masih berada dalam status stabil namun memerlukan observasi intensif selama 24 jam ke depan. Kepala Unit Gawat Darurat Rumah Sakit, dr. Andi Suryanto, menyatakan bahwa tim medis sedang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang dapat mengkonfirmasi jenis racun serta sumbernya. “Kami berusaha secepat mungkin mengidentifikasi penyebab keracunan agar penanganan selanjutnya dapat tepat sasaran,” ungkap dr. Andi dalam pernyataan singkat kepada wartawan.
Pramono, yang dikenal sebagai alumni sekolah dasar yang sama dan kini aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tiba di rumah sakit sekitar pukul 10.00 WIB. Ia langsung disambut oleh tim medis dan keluarga korban. Selama kunjungan, Pramono menanyakan perkembangan medis anak tersebut, serta memberikan dukungan moral kepada orang tua dan guru yang merasa cemas.
“Saya ingin memastikan bahwa semua pihak yang terlibat, baik rumah sakit, sekolah, maupun orang tua, mendapatkan informasi yang jelas dan transparan,” ujar Pramono sambil menepuk bahu ibu korban. Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama antar lembaga untuk menghindari kejadian serupa di masa depan. “Kita harus mengevaluasi standar kebersihan dan keamanan makanan di lingkungan sekolah, serta meningkatkan edukasi tentang bahaya keracunan pada anak,” tambahnya.
Pihak sekolah segera mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa mereka tengah melakukan investigasi internal. Kepala Sekolah, Ibu Siti Mahmudah, menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua siswa dan menegaskan bahwa semua prosedur keamanan makanan akan ditinjau ulang. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap makanan yang disajikan kepada siswa memenuhi standar kebersihan yang ketat,” ujarnya.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kabupaten Jakarta Timur juga menyiapkan tim inspeksi untuk memeriksa dapur kantin sekolah serta melakukan tes sampel makanan yang disajikan pada hari kejadian. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Rina Hadi, menekankan pentingnya audit rutin dan pelatihan kebersihan bagi staf kantin. “Kami akan melakukan pengecekan menyeluruh untuk memastikan tidak ada pelanggaran prosedur yang dapat membahayakan kesehatan anak,” katanya.
Warga sekitar yang menyaksikan kedatangan Pramono melaporkan suasana haru dan harapan akan penyelesaian cepat kasus ini. Sejumlah orang tua siswa lain menyatakan kekhawatiran akan potensi risiko serupa di masa mendatang, sambil mengapresiasi kehadiran tokoh masyarakat yang memberikan dukungan moral.
Kasus keracunan makanan pada anak masih menjadi isu sensitif di Jakarta, mengingat tingginya angka kejadian serupa dalam beberapa tahun terakhir. Para pakar gizi menekankan bahwa edukasi gizi dan kebersihan makanan harus menjadi prioritas utama di lingkungan sekolah, terutama pada jenjang pendidikan dasar yang rentan terhadap bahaya kesehatan.
Sejauh ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai jenis racun yang menyebabkan gejala pada siswa tersebut. Namun, hasil sementara laboratorium menunjukkan adanya indikasi kontaminasi bahan kimia berbahaya yang mungkin berasal dari bahan baku makanan atau proses penyimpanan yang tidak tepat.
Pramono menutup kunjungan dengan harapan bahwa proses investigasi dapat segera menghasilkan temuan yang jelas. “Saya berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk meningkatkan standar keamanan pangan di sekolah,” tuturnya sebelum kembali ke kegiatan sosialnya yang lain.
Kasus ini masih terus dipantau oleh otoritas kesehatan dan pendidikan setempat, sementara keluarga korban terus berharap sang anak dapat pulih sepenuhnya. Perkembangan selanjutnya akan diinformasikan secara berkala melalui kanal resmi pemerintah dan media massa.





