Pramono Anung Tegaskan: Kampus Institut Kesenian Jakarta Tidak Akan Dipindah ke Kota Tua

Pramono Anung Tegaskan: Kampus Institut Kesenian Jakarta Tidak Akan Dipindah ke Kota Tua
Pramono Anung Tegaskan: Kampus Institut Kesenian Jakarta Tidak Akan Dipindah ke Kota Tua

123Berita – 09 April 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, hari ini menegaskan kembali bahwa tidak ada rencana pemindahan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ke kawasan Kota Tua. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Balai Kota, menanggapi spekulasi yang beredar sejak awal tahun mengenai kemungkinan relokasi kampus seni terkemuka itu.

Pramono menegaskan, “Tidak ada kebijakan atau keputusan resmi yang mengarah pada pemindahan IKJ ke Kota Tua. Kami menghormati peran penting IKJ dalam pengembangan seni dan budaya Jakarta, serta memastikan lingkungan belajar tetap kondusif bagi para seniman muda.” Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi tetap berkomitmen memberikan ruang bagi seniman untuk berkarya tanpa mengganggu kestabilan institusi pendidikan.

Bacaan Lainnya

Isu pemindahan IKJ muncul setelah beberapa laporan media mengaitkan rencana revitalisasi kawasan Kota Tua dengan kebutuhan lahan untuk proyek komersial dan pariwisata. Beberapa pihak berpendapat bahwa pemindahan institusi seni ke lokasi yang lebih modern akan memberikan fasilitas yang lebih memadai. Namun, pihak kampus menolak anggapan tersebut, menyatakan bahwa lokasi saat ini sudah terintegrasi dengan ekosistem seni yang tumbuh selama puluhan tahun.

Institut Kesenian Jakarta, yang berdiri pada tahun 1968, telah menjadi tempat lahirnya generasi seniman terkemuka di Indonesia. Dengan fasilitas studio, ruang pertunjukan, dan laboratorium seni, IKJ berperan sebagai pusat inovasi kreatif di tengah hiruk pikuk ibukota. Menurut data internal kampus, lebih dari 2.000 mahasiswa aktif menempuh program sarjana dan pascasarjana di bidang seni rupa, musik, tari, dan teater.

  • Fasilitas utama meliputi Studio Lukis, Laboratorium Audio Visual, dan Gedung Pertunjukan Seni.
  • Program kerja sama dengan institusi internasional, termasuk pertukaran dosen dan mahasiswa.
  • Kegiatan publik seperti pameran, konser, dan workshop yang terbuka bagi warga Jakarta.

Pramono menekankan pentingnya menjaga stabilitas lokasi kampus demi kelangsungan program-program tersebut. “Jika kampus dipindahkan, tidak hanya mahasiswa yang terdampak, tetapi juga jaringan kolaborasi yang telah terbangun selama ini,” ujarnya.

Selain menolak rencana pemindahan, Gubernur juga menyoroti upaya pemerintah provinsi dalam memperkuat dukungan bagi sektor seni. Pada bulan lalu, DKI Jakarta mengalokasikan dana tambahan sebesar Rp 150 miliar untuk program beasiswa seni, renovasi ruang publik, dan pendirian galeri seni baru di beberapa kecamatan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap karya seni serta menciptakan peluang kerja bagi para profesional kreatif.

Para pengamat menilai pernyataan Pramono sebagai langkah preventif untuk menenangkan kekhawatiran komunitas seni. “Kepastian kebijakan sangat penting bagi institusi pendidikan, terutama yang bergerak di bidang kreatif. Spekulasi pemindahan dapat menurunkan moral mahasiswa dan mengganggu proses pembelajaran,” kata Dr. Maya Sari, dosen ilmu budaya di Universitas Indonesia.

Di sisi lain, beberapa pihak tetap menuntut transparansi lebih lanjut terkait rencana tata ruang DKI Jakarta. Kelompok LSM Lingkaran Seni menuntut agar pemerintah membuka ruang partisipasi publik dalam penyusunan kebijakan pemanfaatan lahan Kota Tua, mengingat kawasan tersebut memiliki nilai historis dan kultural yang tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Pramono menegaskan bahwa semua rencana pengembangan kawasan akan melalui proses musyawarah publik yang melibatkan stakeholder terkait, termasuk perwakilan institusi pendidikan, komunitas seni, dan masyarakat umum. “Kami tidak akan mengambil keputusan sepihak. Dialog terbuka menjadi landasan kebijakan kami,” jelasnya.

Berita pemindahan IKJ ke Kota Tua sempat menimbulkan kehebohan di media sosial, dengan tagar #IKJStay di Twitter dan Instagram yang mengumpulkan ribuan dukungan. Banyak alumni IKJ yang mengungkapkan rasa bangga atas warisan kampus yang tetap berada di lokasi asalnya, serta mengajak pemerintah untuk terus meningkatkan fasilitas yang ada.

Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan Gubernur Pramono mencerminkan dinamika antara kebutuhan pembangunan kota dengan pelestarian ruang budaya. Jakarta, sebagai kota metropolitan, terus berupaya menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, revitalisasi kawasan bersejarah, dan perlindungan aset budaya. Kebijakan yang mempertimbangkan semua aspek tersebut diharapkan dapat menghasilkan tata kota yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan menegaskan bahwa IKJ tidak akan dipindahkan, Pramono Anung memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah DKI Jakarta menghargai kontribusi institusi seni dalam membentuk identitas kota. Keputusan ini diharapkan dapat menstabilkan lingkungan akademik, memperkuat jaringan kolaboratif, dan mempercepat implementasi program dukungan seni yang telah direncanakan.

Pemerintah provinsi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan ekosistem seni di Jakarta, sehingga generasi mendatang dapat terus menikmati karya kreatif yang lahir dari tanah air.

Pos terkait