Pramono Anung Dorong Kapasitas Pompa Ancol Capai 40.000 Liter per Detik, Solusi Banjir Jakarta Utara

Pramono Anung Dorong Kapasitas Pompa Ancol Capai 40.000 Liter per Detik, Solusi Banjir Jakarta Utara
Pramono Anung Dorong Kapasitas Pompa Ancol Capai 40.000 Liter per Detik, Solusi Banjir Jakarta Utara

123Berita – 07 April 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan peningkatan signifikan pada kapasitas pompa air di kawasan Ancol, Jakarta Utara, yang kini diharapkan mampu memompa hingga 40.000 liter per detik. Langkah ini menjadi bagian integral dari strategi pemerintah provinsi untuk memperkuat sistem pengendalian banjir, khususnya menjelang musim hujan yang biasanya membawa ancaman limpahan air di wilayah pesisir.

Implementasi proyek ini dijadwalkan selesai pada kuartal ketiga tahun 2024, dengan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 250 miliar. Dana tersebut sebagian besar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta hibah dari Kementerian PUPR. Selain meningkatkan kapasitas pompa, proyek ini juga mencakup rehabilitasi kanal drainase utama di sekitar Pantai Ancol, sehingga aliran air dapat mengalir lebih lancar ke laut. Tim teknis menegaskan bahwa semua komponen akan dipasang sesuai standar internasional, guna menjamin daya tahan dan efisiensi operasional dalam jangka panjang.

Bacaan Lainnya

Keputusan Pramono Anung mendapat dukungan luas dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi pengusaha properti, lembaga swadaya masyarakat lingkungan, serta warga setempat yang telah lama mengeluhkan dampak banjir. “Kita sudah menunggu solusi konkret selama bertahun‑tahun. Peningkatan kapasitas pompa ini memberi harapan bahwa area wisata dan pemukiman di Ancol tidak akan lagi terancam banjir setiap kali hujan deras,” ujar Rudi Hartono, Ketua Koperasi Warga Ancol. Sementara itu, ahli hidrologi dari Universitas Indonesia, Dr. Siti Mahmudah, menilai bahwa target 40.000 liter per detik masih realistis, asalkan sistem pemeliharaan rutin dijalankan dan data curah hujan terus dipantau secara real‑time.

Untuk menambah transparansi, pemerintah DKI Jakarta berkomitmen mengungkap progres proyek secara berkala melalui portal resmi dan aplikasi mobile yang dapat diakses publik. Setiap fase konstruksi, mulai dari pengadaan peralatan hingga pengujian akhir, akan dilaporkan dengan foto dokumentasi serta laporan teknis singkat. Pendekatan terbuka ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat serta meminimalisir potensi penyalahgunaan anggaran.

  • Target kapasitas pompa: 40.000 liter/detik
  • Anggaran: Rp 250 miliar
  • Jadwal selesai: Kuartal III 2024
  • Manfaat utama: Pengurangan risiko banjir hingga 30%
  • Komponen tambahan: Sensor level air, sistem otomatisasi, rehabilitasi kanal

Secara keseluruhan, peningkatan kapasitas pompa di Ancol mencerminkan komitmen pemerintah provinsi untuk mengadopsi teknologi modern dalam upaya mitigasi bencana. Dengan mengintegrasikan sistem kontrol digital, jaringan pipa yang diperkuat, serta pendanaan yang terarah, DKI Jakarta berupaya menjadikan wilayah pesisirnya lebih tahan terhadap perubahan iklim dan intensitas hujan ekstrem. Keberhasilan proyek ini dapat menjadi contoh bagi kota‑kota lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa.

Pos terkait