Prabowo Tekankan Pentingnya Hemat Energi dan Peralihan ke Sumber Terbarukan untuk Masa Depan Indonesia

123Berita – 10 April 2026 | Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Senin, 8 April 2026, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa upaya menghemat energi serta mempercepat transisi ke sumber energi terbarukan harus menjadi prioritas utama pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan setelah laporan terbaru Badan Pusat Statistik menunjukkan kenaikan signifikan dalam konsumsi energi fosil nasional, yang berdampak pada defisit anggaran energi dan peningkatan emisi karbon.

Prabowo menyoroti bahwa Indonesia, dengan populasi lebih dari 275 juta jiwa, berada pada titik kritis dimana ketergantungan pada batu bara, minyak, dan gas alam tidak lagi dapat dipertahankan. “Kita harus mengubah pola pikir, mengurangi pemborosan energi, dan beralih ke solusi yang lebih bersih. Ini bukan hanya agenda lingkungan, melainkan strategi jangka panjang untuk kemandirian ekonomi,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Selain menekankan pentingnya kebijakan, Prabowo juga mengajak sektor swasta, akademisi, dan masyarakat umum untuk berperan aktif. “Inovasi teknologi, investasi swasta, serta partisipasi masyarakat dalam program hemat energi di rumah tangga adalah kunci keberhasilan,” katanya. Ia menyebut contoh program rumah hijau yang berhasil di beberapa kota besar, dimana penggunaan lampu LED, peralatan hemat energi, serta sistem manajemen energi berbasis IoT berhasil menurunkan konsumsi listrik hingga 30 persen.

Prabowo menanggapi kritik bahwa transisi ke energi terbarukan memerlukan biaya tinggi dengan menegaskan bahwa investasi jangka panjang akan mengurangi beban biaya operasional dan meningkatkan ketahanan energi nasional. “Kita harus melihatnya sebagai investasi, bukan beban. Energi terbarukan memberikan stabilitas harga yang lebih baik, mengurangi ketergantungan pada impor minyak, dan menciptakan lapangan kerja baru,” jelasnya.

Di sisi lain, Prabowo mengingatkan pentingnya konservasi energi di sektor industri. Ia mencatat bahwa industri manufaktur, terutama yang beroperasi pada skala besar, masih banyak menggunakan peralatan lama yang kurang efisien. Pemerintah, menurutnya, perlu mengimplementasikan standar efisiensi energi yang lebih ketat serta memberikan subsidi bagi perusahaan yang beralih ke teknologi ramah lingkungan.

Berbicara tentang kebijakan, Prabowo mengusulkan pembentukan badan khusus yang bertugas mengkoordinasikan program transisi energi, mengintegrasikan upaya pemerintah pusat, daerah, dan swasta. Badan tersebut diharapkan dapat menyusun roadmap yang jelas, mengawasi pelaksanaan proyek, serta memastikan transparansi penggunaan anggaran.

Pernyataan Prabowo juga menyinggung peran Indonesia di kancah internasional. Dengan menambah porsi energi terbarukan, Indonesia dapat memenuhi komitmen Paris Agreement serta meningkatkan reputasi sebagai negara yang berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan. “Kita tidak hanya berbicara tentang kebutuhan domestik, tetapi juga tentang posisi Indonesia di mata dunia,” tambahnya.

Para ahli energi menilai bahwa rekomendasi Prabowo selaras dengan tren global, dimana banyak negara maju telah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, mereka mengingatkan bahwa keberhasilan transisi memerlukan sinergi antara kebijakan fiskal, regulasi yang mendukung, serta edukasi publik.

Sejumlah lembaga think tank mengusulkan beberapa langkah konkret, antara lain: (1) pemberian kredit pajak bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi energi bersih; (2) penetapan tarif listrik diferensial untuk mendorong penggunaan energi terbarukan; (3) pengembangan jaringan listrik pintar (smart grid) untuk mengoptimalkan distribusi energi; serta (4) pelatihan tenaga kerja khusus di bidang energi terbarukan.

Prabowo menutup konferensi pers dengan harapan bahwa agenda hemat energi dan peralihan ke terbarukan dapat menjadi agenda bersama semua pihak. “Kita harus bersatu, dari pemerintah hingga rakyat, untuk mewujudkan Indonesia yang lebih hijau, lebih mandiri, dan lebih sejahtera,” ujarnya. Dengan tekad dan langkah konkret, ia yakin Indonesia dapat mengatasi tantangan energi dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pos terkait