Prabowo Subianto Dukung Penamaan Kendaraan Listrik Tidar dan Lokon, Dorong Industri EV Nasional

123Berita – 10 April 2026 | Jakarta – Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, memberikan pujian terbuka kepada Anindya Bakrie, Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VTKR), atas keputusan perusahaan tersebut menamai dua model kendaraan listriknya dengan nama “Tidar” dan “Lokon“. Penamaan ini, yang secara langsung mengaitkan merek kendaraan dengan tokoh politik nasional, menimbulkan sorotan luas mengenai sinergi antara dunia politik, industri otomotif, dan upaya percepatan adopsi kendaraan listrik (EV) di Indonesia.

PT VKTR Teknologi Mobilitas, anak perusahaan PT Visi Karya Teknologi Raya (VKTR), telah berkomitmen mengembangkan ekosistem mobilitas berkelanjutan sejak pendiriannya. Dalam rangka memperkuat identitas brand sekaligus menggaet dukungan publik, perusahaan memutuskan menamai dua model terbarunya, Tidar dan Lokon, sesuai dengan nama-nama yang memiliki nilai historis dan simbolik kuat di kalangan masyarakat Indonesia. Tidar, yang merupakan nama gunung bersejarah di Yogyakarta, dan Lokon, nama gunung berapi di Jawa Barat, dipilih untuk menekankan kekuatan, ketangguhan, serta kebanggaan nasional.

Bacaan Lainnya

Prabowo Subianto, dalam sebuah pertemuan tertutup yang dihadiri oleh jajaran eksekutif VKTR serta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menyampaikan apresiasi atas langkah strategis tersebut. “Saya melihat penamaan Tidar dan Lokon bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan wujud nyata dukungan terhadap industri kendaraan listrik dalam negeri. Ini harus didukung oleh semua pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat,” ujar Prabowo dengan tegas.

Penggunaan nama tokoh atau simbol nasional dalam penamaan produk otomotif bukan hal baru di Indonesia. Namun, kali ini langkah tersebut menandai titik pertemuan yang unik antara kepentingan politik dan komersial. Anindya Bakrie, yang dikenal sebagai figur kunci dalam dunia usaha dan politik, menegaskan bahwa pemilihan nama tersebut melalui proses pertimbangan mendalam. “Kami ingin menciptakan identitas yang kuat, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki di antara konsumen. Mengaitkan kendaraan kami dengan nilai-nilai kepahlawanan dan kebangsaan menjadi strategi yang tepat,” jelasnya.

Model Tidar dan Lokon direncanakan akan diluncurkan pada kuartal ketiga 2024 dengan spesifikasi yang menargetkan segmen menengah-atas. Kedua kendaraan mengusung platform listrik berbasis baterai lithium‑ion berkapasitas 75 kWh, mampu menempuh jarak hingga 450 kilometer dalam satu kali pengisian. Kecepatan maksimum mencapai 180 km/jam, dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 7,5 detik. Selain itu, VKTR menambahkan fitur-fitur canggih seperti sistem infotainment berbasis Android Auto, pengisian cepat (fast‑charging) yang dapat mengisi 80% baterai dalam 30 menit, serta sistem keselamatan aktif yang mencakup autonomous emergency braking (AEB) dan lane‑keeping assist (LKA).

  • Nama Model: Tidar & Lokon
  • Baterai: Lithium‑ion 75 kWh
  • Jarak Tempuh: 450 km (WLTP)
  • Pengisian Cepat: 30 menit untuk 80% kapasitas
  • Fitur Keselamatan: AEB, LKA, Adaptive Cruise Control

Di sisi lain, dukungan Prabowo juga menimbulkan perdebatan di kalangan pengamat politik. Beberapa analis menilai bahwa keterlibatan tokoh politik dalam penamaan produk komersial dapat menimbulkan potensi konflik kepentingan, terutama jika kebijakan pemerintah yang mendukung industri tersebut dipengaruhi oleh hubungan pribadi. Namun, Prabowo menegaskan bahwa dukungannya bersifat non‑partisan dan berfokus pada percepatan transformasi energi di Indonesia. “Kita butuh kendaraan bersih untuk mengurangi emisi karbon, mengurangi ketergantungan pada BBM impor, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor manufaktur dan teknologi,” tambahnya.

Kebijakan pemerintah Indonesia yang menargetkan 20% kendaraan di jalan raya beralih ke listrik pada tahun 2025 memberikan peluang besar bagi produsen dalam negeri. Insentif fiskal, seperti pembebasan pajak penjualan kendaraan bermotor (PPnBM) dan pengurangan bea masuk bagi komponen EV, diharapkan mempercepat adopsi. VKTR berencana memanfaatkan skema tersebut dengan menempatkan pabrik perakitan di kawasan industri Jawa Barat, yang dekat dengan pelabuhan Tanjung Priok, memudahkan distribusi ke pasar domestik maupun ekspor.

Reaksi pasar terhadap pengumuman penamaan Tidar dan Lokon relatif positif. Saham VKTR mencatat kenaikan 4,2% pada sesi perdagangan Selasa, mencerminkan antusiasme investor terhadap prospek pertumbuhan di sektor EV. Para konsumen juga menunjukkan minat, terutama di kalangan milenial yang mengutamakan keberlanjutan dan teknologi terkini. Survei awal yang dilakukan oleh lembaga riset independen menunjukkan bahwa 68% responden mengenal nama Tidar dan Lokon, dan 55% bersedia mempertimbangkan pembelian kendaraan listrik yang diproduksi dalam negeri.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Infrastruktur pengisian daya di Indonesia masih terbatas, dengan hanya sekitar 2.000 titik pengisian publik yang tersebar secara tidak merata. VKTR berjanji akan bekerja sama dengan BUMN PLN serta perusahaan swasta untuk memperluas jaringan stasiun pengisian cepat, terutama di jalur utama antar kota. Selain itu, perusahaan juga menginvestasikan dana riset sebesar Rp 150 miliar untuk mengembangkan teknologi baterai berkapasitas lebih tinggi dan proses daur ulang yang ramah lingkungan.

Dalam konteks geopolitik, dukungan terhadap industri EV domestik juga dianggap strategis. Dengan mengurangi ketergantungan pada impor kendaraan berbahan bakar fosil, Indonesia dapat meningkatkan kemandirian energi serta memperkuat posisi tawar dalam negosiasi perdagangan internasional. Prabowo menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan industri, inovasi teknologi, dan peran serta tokoh publik dalam membangun ekosistem mobilitas berkelanjutan.

Secara keseluruhan, penamaan kendaraan listrik Tidar dan Lokon serta dukungan terbuka dari Prabowo Subianto mencerminkan langkah ambisius untuk memperkuat citra industri otomotif nasional sekaligus mendorong percepatan transisi energi. Jika eksekusi kebijakan, investasi infrastruktur, serta penerimaan pasar berjalan seiring, Indonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam pasar kendaraan listrik kawasan Asia‑Pasifik dalam dekade mendatang.

Dengan komitmen bersama antara pemerintah, pelaku industri, dan tokoh publik, harapan besar tersimpan bahwa Tidar dan Lokon tidak hanya menjadi simbol kebanggaan, melainkan juga katalisator perubahan menuju masa depan mobilitas yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.

Pos terkait