123Berita – 04 April 2026 | Bandarlampung, 3 April 2026 – Menyikapi perayaan Paskah 2026 yang akan melibatkan ribuan umat Kristiani di wilayah Lampung, Polresta Bandarlampung mengerahkan total 302 personel kepolisian untuk mengamankan 64 titik ibadah di seluruh kota. Langkah ini merupakan bagian dari upaya komprehensif pemerintah daerah dalam menjamin kelancaran acara keagamaan serta menciptakan rasa aman bagi jamaah yang akan melaksanakan ibadah pada hari Minggu pekan ini.
Pengamanan yang meliputi penjagaan area masuk, kontrol kerumunan, serta pemantauan situasi keamanan secara real‑time akan dikerjakan oleh tim gabungan yang terdiri atas anggota Polres, satuan tugas khusus, serta unit mobil patroli. Setiap titik ibadah, mulai dari gereja besar di pusat kota hingga kapel kecil di daerah pedesaan, telah ditetapkan sebagai zona prioritas. Koordinasi intensif antara kepolisian, aparat kebencanaan, dan panitia penyelenggara Paskah memastikan setiap potensi risiko dapat diidentifikasi dan ditangani secara proaktif.
“Kami menempatkan prioritas tertinggi pada keamanan umat yang akan melaksanakan ibadah Paskah. Penempatan 302 personel bukan sekadar angka, melainkan refleksi komitmen kami dalam melindungi kebebasan beragama dan menjaga ketertiban umum,” ujar Kapolres Bandarlampung, Kombes Pol. H. M. Nurdin dalam konferensi pers yang diadakan di kantor Polresta pada Senin (2/4/2026). Ia menambahkan bahwa strategi pengamanan didasarkan pada analisis risiko yang melibatkan data historis, potensi ancaman terorisme, serta dinamika sosial‑ekonomi daerah.
Berikut adalah rincian penempatan personel di beberapa titik strategis:
- Gereja Katolik St. Mary, Bandarlampung – 45 personel termasuk 5 unit K-9.
- Gereja Protestan Injil Indonesia (GPIB) – 38 personel dengan dukungan kendaraan lapis baja.
- Kapel Gereja Bethel, Lampung Selatan – 20 personel, fokus pada kontrol akses pintu masuk.
- Gereja Gereja Kristen Indonesia (GKI) – 32 personel, dilengkapi tim medis darurat.
- Gereja Pentakosta di Way Halim – 18 personel, termasuk unit komunikasi radio khusus.
Selain penempatan fisik, Polresta Bandarlampung juga mengaktifkan sistem pemantauan digital melalui kamera CCTV yang terintegrasi dengan pusat komando. Data rekaman akan dipantau secara kontinu oleh tim analisis video untuk mendeteksi perilaku mencurigakan atau kerumunan yang berpotensi tidak terkendali. Skenario evakuasi darurat telah disiapkan, dengan jalur keluar yang telah ditandai secara jelas di setiap lokasi ibadah.
Upaya pengamanan ini tidak lepas dari dukungan masyarakat. Relawan dari komunitas gereja, Lembaga Kepolisian Masyarakat (LKM), serta organisasi kepedulian sosial turut berpartisipasi sebagai pengamat lapangan dan penyalur informasi. “Kolaborasi antara kepolisian dan warga merupakan kunci suksesnya acara ini. Kami siap menjadi mata dan telinga tambahan untuk menjaga keamanan bersama,” ujar Ketua Panitia Paskah 2026, Rev. Dr. Yohanes Kristanto.
Secara keseluruhan, strategi ini diharapkan dapat mencegah potensi gangguan keamanan, termasuk ancaman terorisme, kriminalitas, serta kerusuhan kecil yang dapat mengganggu ibadah. Polresta juga menegaskan bahwa segala bentuk pelanggaran hukum akan ditindak tegas sesuai prosedur yang berlaku, tanpa memandang latar belakang pelaku.
Pengamanan Paskah 2026 di Lampung juga menjadi bagian dari agenda nasional yang didukung Kementerian Agama dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Kedua instansi tersebut memberikan arahan serta materi pelatihan kepada personel kepolisian untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi skenario terorisme yang semakin kompleks.
Para jemaat yang akan berpartisipasi dalam perayaan Paskah diharapkan dapat menikmati ibadah dengan tenang, mengingat upaya keamanan yang telah dipersiapkan. “Kami mengajak semua umat untuk tetap fokus pada makna spiritual Paskah, sambil tetap mematuhi prosedur keamanan yang telah ditetapkan,” tutup Kapolres Nurdin.
Dengan kesiapan 302 personel yang tersebar di 64 titik ibadah, Polresta Bandarlampung memperlihatkan komitmen kuat dalam melindungi kebebasan beragama serta memastikan bahwa perayaan Paskah 2026 dapat berjalan lancar, damai, dan aman bagi seluruh masyarakat Lampung.