123Berita – 04 April 2026 | Jakarta Selatan – Pada Senin (4/4/2026), empat pekerja proyek konstruksi ditemukan tewas di kawasan TB Simatupang, wilayah Tanjung Barat, Jagakarsa. Kejadian ini memicu penyelidikan intensif oleh kepolisian setempat yang kini memfokuskan upaya pada rekaman CCTV serta keterangan saksi mata.
Kompol Nurma Dewi, Kapolsek Jagakarsa, menjelaskan bahwa tim penyidik telah mengamankan seluruh rekaman video dari kamera pengawas yang dipasang di sekitar lokasi kejadian. “Kami sedang menelusuri apakah terdapat unsur pidana yang menjadi penyebab kematian para pekerja. Rekaman CCTV menjadi bukti penting untuk mengidentifikasi kronologi peristiwa,” ujar beliau dalam konferensi pers singkat.
Lokasi kejadian berada di area yang relatif padat dengan aktivitas konstruksi, di mana banyak pekerja melintas setiap harinya. Saksi mata yang berada di sekitar lokasi melaporkan adanya suara keras dan bau tak sedap sebelum menemukan tubuh korban. “Saya mendengar suara benturan keras, lalu ada bau aneh. Ketika saya mendekat, saya melihat ada beberapa orang tergeletak,” ujar seorang saksi yang meminta anonimitas.
Tim forensik telah melakukan pemeriksaan medis pada jenazah untuk menentukan penyebab pasti kematian. Hasil sementara menunjukkan adanya luka trauma berat, namun otopsi lengkap masih menunggu hasil laboratorium. “Kami belum bisa memastikan apakah kematian disebabkan kecelakaan kerja, tindakan kriminal, atau faktor lain,” kata Kompol Nurma Dewi.
Pemerintah daerah Jakarta Selatan juga mengirimkan tim bantuan untuk mengkoordinasikan penanganan keluarga korban. Dinas Tenaga Kerja setempat menegaskan pentingnya standar keselamatan kerja yang harus dipatuhi oleh semua kontraktor. “Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi industri konstruksi untuk meningkatkan pengawasan dan kepatuhan terhadap protokol keselamatan,” ujar pejabat Dinas Tenaga Kerja.
Dalam beberapa minggu terakhir, beberapa kasus kecelakaan kerja di sektor konstruksi telah mencuat, menimbulkan keprihatinan publik. Lembaga non‑pemerintah yang bergerak di bidang hak pekerja menuntut pemeriksaan menyeluruh dan transparan, serta penegakan hukum tegas terhadap pelanggaran keselamatan.
Polisi juga telah memanggil beberapa saksi yang berada di lokasi pada malam kejadian untuk memberikan keterangan lebih detail. Selain itu, rekaman CCTV dari kantor keamanan proyek, toko bahan bangunan, serta kendaraan operasional di sekitar area sedang diproses menjadi materi penyelidikan.
Pada saat ini, pihak kepolisian telah menutup area sekitar lokasi kejadian untuk menghindari kontaminasi bukti. Warga sekitar diminta untuk tidak mengganggu proses penyelidikan dan melaporkan hal-hal mencurigakan yang mungkin belum terdeteksi.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden fatal di industri konstruksi Indonesia, yang selama ini sering kali mendapat sorotan terkait kurangnya penegakan standar keselamatan. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memperkuat regulasi serta melakukan audit rutin pada proyek‑proyek besar.
Sejumlah organisasi masyarakat menyiapkan aksi solidaritas untuk keluarga korban, termasuk bantuan psikologis dan dukungan material. “Kami ingin memberikan bantuan moral dan material kepada keluarga yang kehilangan pencari nafkah mereka,” kata ketua salah satu LSM lokal.
Dengan terus mengumpulkan bukti dari CCTV, saksi, dan hasil forensik, diharapkan penyelidikan dapat menghasilkan kepastian hukum yang adil. Masyarakat menantikan hasil akhir penyelidikan agar keadilan dapat ditegakkan dan kejadian serupa dapat dicegah di masa depan.





