Polda Jambi Minta Dukungan Mabes Polri untuk Tangkap Buron DPO Narkoba 58 Kg Sabu

Polda Jambi Minta Dukungan Mabes Polri untuk Tangkap Buron DPO Narkoba 58 Kg Sabu
Polda Jambi Minta Dukungan Mabes Polri untuk Tangkap Buron DPO Narkoba 58 Kg Sabu

123Berita – 09 April 2026 | Polda Jambi mengajukan permohonan resmi kepada Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) untuk membantu menindaklanjuti Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait jaringan narkotika yang diperkirakan memiliki 58 kilogram sabu-sabu. Permintaan bantuan ini muncul setelah satu tersangka utama, yang dikenal dengan nama Alung, berhasil melarikan diri dari tahanan pada tahap awal penyidikan.

Kasus ini menandai eskalasi serius dalam peredaran narkotika lintas negara yang telah menggerogoti wilayah Sumatera. Menurut data internal kepolisian, jaringan yang dikelola oleh Alung diduga memiliki hubungan dengan jaringan internasional yang memfasilitasi peredaran sabu-sabu dari Asia Selatan ke pasar domestik. Penyitaan awal sebanyak 58 kilogram narkotika tersebut merupakan salah satu operasi terbesar yang pernah dilakukan di provinsi Jambi, sekaligus menegaskan betapa luasnya jaringan distribusi yang terlibat.

Bacaan Lainnya

Alung, yang merupakan figur sentral dalam jaringan tersebut, berhasil meloloskan diri pada saat proses transfer antar penjara. Pelarian ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan aparat penegak hukum, mengingat potensi ancaman yang dapat ditimbulkan jika ia kembali beroperasi. Polda Jambi menegaskan bahwa upaya penangkapan Alung memerlukan sumber daya tambahan, baik dari segi intelijen maupun personel, sehingga mereka mengajukan permohonan bantuan langsung ke Mabes Polri.

Koordinasi antara Polda Jambi dan Mabes Polri diharapkan dapat memperkuat jaringan intelijen, memperluas jangkauan pencarian, serta mengefektifkan proses penangkapan. Pihak kepolisian menambahkan bahwa mereka telah menyiapkan tim gabungan yang terdiri dari unit narkotika, unit intelijen, serta satuan khusus yang memiliki keahlian dalam operasi anti-narkotika tingkat tinggi. Tim ini akan beroperasi secara terpadu, memanfaatkan teknologi pengawasan modern, termasuk penggunaan drone, sistem pelacakan satelit, serta basis data internasional untuk melacak pergerakan Alung.

Selain menargetkan Alung, operasi ini juga menitikberatkan pada pembongkaran jaringan peredaran narkotika transnasional yang beroperasi di wilayah Jambi. Penyitaan 58 kilogram sabu-sabu tersebut diperkirakan hanya sebagian kecil dari total volume narkotika yang beredar. Pihak kepolisian mengindikasikan bahwa jaringan tersebut menggunakan rute pelayaran melalui pelabuhan-pelabuhan kecil di pesisir Jambi, serta memanfaatkan jaringan transportasi darat untuk mendistribusikan barang ke kota-kota besar di Pulau Sumatera.

  • Target utama: Penangkapan Alung (DPO)
  • Penyitaan: 58 kg sabu-sabu
  • Lokasi operasi: Provinsi Jambi, terutama wilayah pelabuhan dan rute transportasi darat
  • Kolaborasi: Polda Jambi, Mabes Polri, unit narkotika, intelijen, dan satuan khusus
  • Teknologi: Drone, sistem pelacakan satelit, basis data internasional

Pengungkapan jaringan ini diharapkan dapat memberikan efek jera yang signifikan bagi para pelaku narkotika di wilayah tersebut. Polda Jambi menegaskan komitmen mereka untuk tidak memberikan ruang bagi jaringan narkotika yang mengancam keamanan dan kesehatan masyarakat. Dengan dukungan penuh dari Mabes Polri, diharapkan proses penangkapan Alung dapat diselesaikan dalam waktu singkat, sekaligus memutus rantai distribusi narkotika yang telah merusak generasi muda.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Jambi menyampaikan bahwa masyarakat juga memiliki peran penting dalam upaya pemberantasan narkotika. Masyarakat diminta untuk melaporkan setiap indikasi aktivitas mencurigakan, terutama di sekitar pelabuhan dan area transportasi utama. Kolaborasi antara aparat penegak hukum dan warga menjadi kunci dalam memutus jaringan kriminal yang kompleks ini.

Operasi penangkapan Alung dan pembongkaran jaringan narkotika transnasional ini menandai babak baru dalam perjuangan melawan narkotika di Indonesia. Keberhasilan upaya bersama antara Polda Jambi dan Mabes Polri tidak hanya akan meningkatkan keamanan di wilayah Jambi, tetapi juga memberikan contoh kuat bagi provinsi lain dalam penanganan kasus narkotika berskala besar. Dengan tekad kuat dan sinergi lintas institusi, diharapkan jaringan narkotika yang selama ini menggerogoti masyarakat dapat ditekan secara signifikan, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan aman bagi generasi mendatang.

Pos terkait