Pertamina Raih Rekor PROPER: 14 Emas dan 108 Hijau, Langkah Nyata Menuju Energi Berkelanjutan

Pertamina Raih Rekor PROPER: 14 Emas dan 108 Hijau, Langkah Nyata Menuju Energi Berkelanjutan
Pertamina Raih Rekor PROPER: 14 Emas dan 108 Hijau, Langkah Nyata Menuju Energi Berkelanjutan

123Berita – 09 April 2026 | PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan komitmen kuatnya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan meraih total 122 penghargaan PROPER pada periode terbaru. Dari jumlah tersebut, perusahaan energi milik negara memperoleh 14 sertifikat PROPER Emas serta 108 sertifikat PROPER Hijau yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH). Pencapaian ini menempatkan Pertamina di posisi terdepan dalam penilaian kinerja lingkungan di antara BUMN dan perusahaan swasta di Indonesia.

PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan) merupakan mekanisme evaluasi yang menilai kinerja perusahaan berdasarkan tiga dimensi utama: pengelolaan lingkungan, pengendalian dampak, dan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Sertifikat Emas menandakan bahwa perusahaan telah melampaui standar minimum dengan kinerja yang sangat baik, sementara Sertifikat Hijau mengindikasikan pencapaian standar lingkungan yang memadai dan konsisten.

Bacaan Lainnya

Penghargaan tertinggi ini tidak lepas dari serangkaian inisiatif strategis yang diimplementasikan Pertamina selama beberapa tahun terakhir. Di antaranya, program dekarbonisasi operasional, peningkatan efisiensi energi, serta investasi signifikan dalam energi terbarukan dan teknologi ramah lingkungan. Salah satu contoh nyata adalah proyek pengembangan biofuel berbasis kelapa sawit yang telah menurunkan intensitas emisi karbon pada produksi bensin dan solar.

Selain itu, Pertamina juga memperkuat tata kelola lingkungan melalui sistem manajemen ISO 14001 yang terintegrasi dengan standar internasional lainnya. Implementasi sistem monitoring real‑time pada fasilitas produksi, pipa, dan terminal memungkinkan deteksi dini atas potensi kebocoran atau pencemaran, sehingga dapat diatasi sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.

Langkah-langkah lain yang turut memperkuat posisi Pertamina dalam penilaian PROPER meliputi:

  • Penggunaan energi terbarukan pada jaringan listrik internal, termasuk pemasangan panel surya di beberapa kilang dan kantor pusat.
  • Program pengelolaan limbah cair dan padat yang memprioritaskan daur ulang, pemrosesan kembali, dan pemanfaatan kembali bahan baku limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
  • Pelatihan intensif bagi karyawan mengenai praktik kerja aman dan ramah lingkungan, yang mencakup simulasi penanggulangan tumpahan minyak dan prosedur pemadaman kebakaran.
  • Keterlibatan aktif dalam program CSR yang menitikberatkan pada konservasi hutan, rehabilitasi lahan terdegradasi, dan edukasi masyarakat tentang pentingnya energi bersih.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Pertamina menegaskan bahwa penghargaan PROPER ini bukan sekadar simbol, melainkan bukti konkret bahwa strategi keberlanjutan perusahaan telah terintegrasi ke dalam setiap lini operasional. “Kami berkomitmen untuk terus menurunkan jejak karbon, meningkatkan efisiensi sumber daya, dan berkontribusi pada agenda energi bersih nasional,” ujarnya.

Pencapaian ini juga memiliki implikasi ekonomi yang signifikan. Dengan standar lingkungan yang tinggi, Pertamina mampu mengurangi risiko operasional yang dapat menimbulkan biaya tambahan, seperti denda lingkungan atau kerugian produksi akibat insiden. Lebih jauh, reputasi positif di mata investor dan mitra bisnis membuka peluang pendanaan hijau (green financing) yang kini menjadi tren utama dalam pasar keuangan global.

Secara statistik, pada tahun terakhir, intensitas emisi CO₂ per barrel produksi turun sekitar 15 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Penurunan ini selaras dengan target pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada 2030. Pertamina juga menargetkan peningkatan pangsa energi terbarukan dalam bauran energi nasional menjadi 23 persen pada tahun 2025, yang akan didukung oleh investasi lebih dari Rp 30 triliun dalam proyek-proyek energi hijau.

Keberhasilan meraih 14 PROPER Emas dan 108 PROPER Hijau bukan hanya prestasi perusahaan, melainkan cerminan upaya kolektif seluruh ekosistem Pertamina—dari manajemen puncak hingga pekerja lapangan. Hal ini menegaskan bahwa integrasi antara kebijakan, teknologi, dan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan keberlanjutan.

Ke depan, Pertamina berencana memperluas portofolio energi terbarukan, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dan angin, serta eksplorasi hidrogen hijau sebagai bahan bakar alternatif. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam transisi energi global.

Dengan rekam jejak yang terus mengukir prestasi di bidang lingkungan, Pertamina memberikan contoh konkret bagaimana perusahaan energi tradisional dapat bertransformasi menjadi pelopor energi bersih. Penghargaan PROPER Emas dan Hijau menjadi bukti bahwa komitmen terhadap lingkungan tidak hanya bersifat simbolik, melainkan terwujud dalam tindakan nyata yang memberi manfaat jangka panjang bagi negara, masyarakat, dan planet.

Pos terkait