123Berita – 04 April 2026 | Episode terakhir dari dua drama Korea yang baru saja selesai tayang, In Your Radiant Season dan Still Shining, menyisakan pertanyaan besar bagi penonton Indonesia: mengapa rating kedua serial tersebut sangat kontras? Data terbaru menunjukkan In Your Radiant Season berhasil mengumpulkan rating rata‑rata sebesar 3,1 % pada penayangan akhir, sedangkan Still Shining hanya mencatat 0,8 %.
Serial In Your Radiant Season mengusung tema romantis‑fantasi yang menyoroti perjalanan emosional seorang wanita muda yang kembali ke masa remaja setelah mengalami kecelakaan. Diproduksi oleh Studio A dan dibintangi oleh aktris ternama Lee Ji‑yeon serta aktor Kim Min‑ho, drama ini ditayangkan pada jam prime time di stasiun TV lokal yang memiliki basis penonton kuat. Alur cerita yang memadukan unsur nostalgia, visual yang memukau, serta soundtrack yang digemari generasi milenial menjadi nilai jual utama yang berhasil menarik perhatian penonton rumah.
Berbeda dengan itu, Still Shining menawarkan genre melodrama dengan latar belakang dunia kerja dan persahabatan. Dibintangi oleh Park Soo‑jin dan Choi Hye‑jin, serial ini menampilkan narasi yang lebih realistis dan cenderung berat pada konflik internal karakter. Sayangnya, penayangan Still Shining dijadwalkan pada slot sore hari, bersaing dengan program hiburan lain yang memiliki rating lebih tinggi. Kurangnya promosi intensif serta ketidaktertarikan penonton terhadap tema yang dianggap “gelap” menjadi faktor yang memperlemah performa ratingnya.
Rating 3,1 % yang dicapai oleh In Your Radiant Season masuk ke dalam kategori “baik” menurut standar Nielsen Indonesia, terutama mengingat rata‑rata rating nasional untuk drama Korea berada di kisaran 1,5‑2,0 % pada periode yang sama. Sebaliknya, rating 0,8 % yang diraih Still Shining berada di bawah rata‑rata, menandakan tantangan signifikan dalam menjangkau audiens yang lebih luas. Kedua angka ini diukur melalui survei rumah tangga yang mencakup lebih dari 1.000 rumah di kota‑kota besar serta wilayah suburban.
Berbagai faktor dapat menjelaskan perbedaan mencolok tersebut. Pertama, genre menjadi penentu utama; romantis‑fantasi biasanya lebih mudah diterima karena memberikan pelarian dari realitas, sementara melodrama yang berat dapat menimbulkan kelelahan emosional bagi penonton. Kedua, jadwal penayangan berperan penting; slot prime time memberikan eksposur maksimum, sedangkan slot sore bersaing dengan program keluarga dan reality show yang sudah mapan. Ketiga, popularitas pemeran utama memberikan dampak signifikan—Lee Ji‑yeon memiliki basis fan yang luas di Indonesia, termasuk melalui platform media sosial, sementara Park Soo‑jin masih dalam tahap membangun popularitasnya.
Respons penonton di media sosial juga menguatkan perbedaan ini. Hashtag #InYourRadiantSeason mendominasi tren Twitter Indonesia selama minggu terakhir penayangan, dengan lebih dari 120 ribu tweet yang menyoroti momen-momen emosional dan soundtrack drama. Sementara itu, #StillShining hanya muncul dalam angka puluhan ribu tweet, kebanyakan berisi komentar kritis mengenai alur cerita yang “terlalu lambat”. Diskusi di forum‑forum K‑Drama lokal menunjukkan bahwa penonton lebih memilih drama yang menawarkan “escapism” dibandingkan yang menuntut refleksi mendalam.
Dari sisi industri, perbedaan rating ini berdampak pada iklan dan pendapatan jaringan televisi. Slot prime time dengan rating di atas 3 % biasanya menarik sponsor premium, seperti produk kecantikan, mobil, dan layanan streaming. Sedangkan drama dengan rating di bawah 1 % sulit menarik sponsor besar, sehingga jaringan cenderung mengalokasikan anggaran promosi lebih kecil untuk episode selanjutnya atau bahkan memutuskan tidak memperpanjang seri.
Analisis ini memberi pelajaran penting bagi produser drama Korea yang menargetkan pasar Indonesia. Mempertimbangkan preferensi genre, pemilihan jam tayang, serta strategi pemasaran digital dapat meningkatkan peluang sukses di pasar yang sangat kompetitif. Selain itu, kolaborasi dengan platform streaming lokal untuk menambah eksposur dapat menjadi alternatif ketika slot televisi terbatas.
Secara keseluruhan, meski In Your Radiant Season dan Still Shining berakhir pada waktu yang bersamaan, performa rating mereka menunjukkan dinamika penonton Indonesia yang dipengaruhi oleh genre, waktu tayang, popularitas pemeran, dan strategi promosi. Data ini menjadi referensi penting bagi jaringan televisi dan produser konten dalam merancang program yang lebih resonan dengan selera penonton lokal.





