123Berita – 04 April 2026 | Jakarta, 3 April 2026 – Pada libur panjang menjelang peringatan Wafat Yesus Kristus, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 (Daop 1) mencatat rekor baru dengan mengangkut lebih dari 30.000 penumpang. Angka ini menandakan tingginya permintaan mobilitas publik selama masa libur panjang yang bertepatan dengan perayaan Paskah.
Berbagai rute utama Daop 1 mengalami peningkatan signifikan. Stasiun Gambir, yang merupakan pintu gerbang utama ke pusat kota, mencatat peningkatan 18 persen dibandingkan hari kerja biasa. Sementara itu, stasiun Pasar Senen dan Stasiun Jatinegara masing-masing mencatat pertumbuhan penumpang sebesar 15 persen dan 13 persen. Peningkatan ini tidak lepas dari strategi penambahan jadwal kereta tambahan yang diterapkan sejak pagi hari, guna mengakomodasi arus penumpang yang padat.
Manajemen KAI Daop 1 menjelaskan bahwa persiapan menghadapi lonjakan penumpang meliputi peningkatan armada, penyesuaian jadwal, serta penempatan staf tambahan di titik-titik strategis. Seluruh kereta yang beroperasi pada hari tersebut menggunakan standar kebersihan dan sanitasi yang ketat, termasuk disinfeksi berkala pada tiap gerbong serta penyediaan fasilitas cuci tangan di setiap stasiun.
Selain menambah frekuensi kereta, KAI Daop 1 juga mengoptimalkan penggunaan kereta kelas ekonomi yang memiliki kapasitas lebih tinggi. Pada rute Jakarta‑Bogor, misalnya, penumpang dapat memilih antara kereta ekonomi dan eksekutif, dengan kapasitas total mencapai 1.200 kursi per jam. Hal ini membantu menurunkan tingkat kepadatan di dalam gerbong, sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi para pelaku perjalanan.
- Jumlah penumpang: >30.000
- Hari libur: Jumat, 3 April 2026
- Stasiun terpadat: Gambir, Pasar Senen, Jatinegara
- Penambahan jadwal: 12 kereta tambahan
- Fokus kebersihan: Disinfeksi tiap gerbong, fasilitas cuci tangan
Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa mayoritas penumpang adalah keluarga yang memanfaatkan libur panjang untuk mengunjungi kerabat di luar kota, serta pekerja sektor swasta yang kembali ke kampung halaman. Data demografis mengindikasikan bahwa penumpang berusia antara 25 hingga 55 tahun mendominasi, dengan persentase perempuan sebesar 48 persen.
Jika dibandingkan dengan libur Paskah tahun sebelumnya, angka penumpang meningkat sekitar 22 persen. Pertumbuhan ini sejalan dengan upaya KAI dalam meningkatkan kualitas layanan, seperti penerapan sistem tiket digital dan integrasi jadwal kereta dengan layanan transportasi perkotaan lainnya, termasuk TransJakarta dan ojek online.
Para penumpang memberikan tanggapan positif terhadap layanan selama libur panjang. Salah satu penumpang, Budi Santoso, mengungkapkan, “Kereta api menjadi pilihan yang nyaman dan hemat biaya, terutama saat jalan raya macet karena banyak orang berlibur. Jadwal tambahan sangat membantu kami yang ingin pulang cepat.”
Meski begitu, KAI Daop 1 tetap mengingatkan pengguna untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, menjaga kebersihan pribadi, serta memperhatikan etika berperilaku di dalam gerbong. Pihak manajemen menegaskan bahwa keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama, terutama pada masa peningkatan volume penumpang.
Secara keseluruhan, keberhasilan mengangkut lebih dari 30 ribu penumpang pada libur Paskah menunjukkan kesiapan operasional KAI Daop 1 dalam menghadapi tantangan mobilitas publik. Dengan kebijakan penyesuaian jadwal, peningkatan armada, dan fokus pada kebersihan, KAI berkomitmen untuk terus menjadi pilihan transportasi utama bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.
Ke depan, KAI Daop 1 berencana memperluas jaringan layanan dengan menambah kereta listrik (KRL) pada jalur‑jalur strategis serta meningkatkan integrasi tarif lintas moda, guna memberikan pengalaman perjalanan yang lebih seamless bagi penumpang.





