123Berita – 07 April 2026 | Jakarta, 7 April 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan program intensif untuk mengangkut lebih dari dua ribu ton sampah yang menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati. Upaya penanganan ini dimulai sejak awal bulan April dan menargetkan penyelesaian total dalam waktu dua belas hari kerja. Menurut Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, tim operasional telah bekerja keras selama empat hari terakhir untuk mempercepat proses pengangkutan, sehingga volume sampah dapat dikurangi secara signifikan.
Program pembersihan ini merupakan respons atas keluhan warga dan pedagang pasar yang mengalami penurunan kualitas lingkungan akibat penumpukan sampah organik dan non‑organik. Sampah yang berhasil diangkut mencakup limbah pasar, plastik, kertas, serta sampah rumah tangga yang terbawa masuk ke area perdagangan. Dengan menggerakkan armada truk, kontainer, dan tim kebersihan, total berat sampah yang berhasil diangkat mencapai 2.002 ton, setara dengan menurunkan beban lingkungan sebesar hampir tiga puluh lima ribu kilogram per hari selama periode operasional.
Agus Himawan menjelaskan bahwa proses pengangkutan dilakukan secara terkoordinasi antara Dinas Kebersihan DKI, Perumda Pasar Jaya, dan pihak ketiga yang menyediakan fasilitas pengolahan sampah. “Kami menyiapkan armada khusus yang beroperasi 24 jam selama empat hari terakhir, dengan fokus pada titik‑titik penumpukan kritis,” ujar Himawan. Ia menambahkan bahwa tim lapangan dilengkapi dengan peralatan pemilah sampah sehingga material yang dapat didaur ulang dipisahkan sejak awal, mengurangi beban pada tempat pembuangan akhir (TPA).
Strategi pengelolaan yang diterapkan tidak hanya mengandalkan pengangkutan, tetapi juga melibatkan edukasi kepada pedagang dan konsumen pasar. Selama program berlangsung, petugas memberikan penyuluhan singkat tentang pentingnya pemisahan sampah di sumber, penggunaan kantong ramah lingkungan, serta prosedur pembuangan yang benar. Upaya edukatif ini diharapkan dapat menurunkan volume sampah yang masuk ke pasar dalam jangka panjang, sehingga beban kerja pembersihan tidak kembali meningkat secara drastis.
Data internal Dinas Lingkungan Hidup DKI menunjukkan bahwa selama periode empat hari intensif, rata‑rata sampah yang diangkut mencapai 500 ton per hari. Pada hari pertama, tim mengatasi titik‑titik yang paling padat, dengan mengangkat sekitar 550 ton sampah. Hari kedua dan ketiga, volume tetap stabil di kisaran 500 ton, sementara hari keempat mengalami sedikit penurunan karena sebagian besar area telah bersih. Dengan pencapaian ini, target penyelesaian dalam 12 hari menjadi realistis, mengingat sisa volume yang masih harus diangkut diperkirakan tidak melebihi 1.200 ton.
Selain manfaat lingkungan, program ini juga berdampak pada peningkatan kenyamanan berbelanja bagi ribuan konsumen yang berkunjung ke Pasar Induk Kramat Jati setiap harinya. Pedagang melaporkan penurunan bau tidak sedap serta peningkatan aliran udara yang lebih segar di dalam area pasar. “Pasar terasa lebih bersih dan nyaman, pelanggan lebih betah berlama‑lamanya,” kata salah satu pedagang yang tidak ingin disebutkan namanya. Hal ini berpotensi meningkatkan omzet penjualan, sekaligus menurunkan risiko penyebaran penyakit yang seringkali dipicu oleh sampah yang tidak dikelola dengan baik.
Keberhasilan program ini juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menurunkan angka pencemaran dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota. Dengan target tuntas dalam 12 hari, pihak otoritas menyiapkan laporan akhir yang akan memuat rincian volume sampah, jenis material yang berhasil didaur ulang, serta rekomendasi kebijakan lanjutan. Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi pasar-pasar tradisional lain di Jakarta untuk mengimplementasikan model pembersihan serupa.
Secara keseluruhan, pengangkutan 2.002 ton sampah dari Pasar Induk Kramat Jati menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah, perusahaan pengelola, dan komunitas lokal. Upaya yang dilakukan selama empat hari intensif terbukti efektif menurunkan beban sampah secara drastis, sekaligus membuka peluang edukasi berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan target selesai dalam dua belas hari, diharapkan pasar dapat kembali beroperasi dalam kondisi yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan, memberikan contoh positif bagi upaya pengelolaan sampah di wilayah metropolitan lainnya.





