123Berita โ 06 April 2026 | Barito Kuala (Batola) bersiap menjadi tuan rumah bagi ajang MTQN Kalsel Batola XXXVII yang dijadwalkan pada tahun 2026. Turnamen badminton bergengsi ini akan menarik ribuan atlet, pelatih, ofisial, serta wartawan dari seluruh provinsi Kalimantan Selatan. Namun, keterbatasan fasilitas akomodasi di wilayah ini menjadi tantangan utama yang harus dihadapi oleh pemerintah kabupaten.
Untuk mengatasi kekurangan hotel dan penginapan komersial, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala mengumumkan rencana inovatif: memanfaatkan rumah warga setempat sebagai tempat menginap sementara bagi kafilah peserta. Inisiatif ini tidak hanya menjawab kebutuhan logistik, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
Koordinasi intensif telah dilakukan antara Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, serta Badan Penanggulangan Bencana setempat. Pada awal bulan ini, tim lapangan mengadakan serangkaian pertemuan dengan RT/RW di wilayah strategis, seperti Kecamatan Tambang Ulang, Jorong, dan Muara Baring. Pendekatan bersifat sukarela, dengan warga yang bersedia menyewakan kamar atau rumah mereka setelah melewati proses verifikasi ketat.
Standar akomodasi yang ditetapkan mencakup kebersihan, keamanan, dan fasilitas dasar seperti tempat tidur, linen bersih, serta akses listrik yang stabil. Setiap rumah yang terpilih wajib menyediakan kamar mandi pribadi atau bersih bersama yang sudah dibersihkan secara rutin oleh tim kebersihan yang disediakan pemerintah. Selain itu, rumah tersebut harus berada dalam radius 5 kilometer dari venue utama turnamen di Lapangan Olahraga GOR Barito.
Proses seleksi rumah melibatkan tiga tahap utama: pertama, survei fisik untuk memastikan kondisi struktural bangunan layak huni; kedua, evaluasi kemampuan penyediaan layanan dasar; ketiga, penandatanganan perjanjian sewa jangka pendek yang mencakup kompensasi finansial dan jaminan asuransi bagi pemilik rumah. Kompensasi yang ditawarkan berada pada kisaran Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000 per kamar per malam, tergantung pada lokasi dan fasilitas yang disediakan.
Berbagai tokoh daerah memberikan komentar positif terkait program ini. Bupati Barito Kuala, H. Ahmad Syarif, menyatakan, “Inisiatif ini adalah wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Kami tidak hanya menyelesaikan masalah akomodasi, tetapi juga memberdayakan ekonomi rumah tangga di Batola.” Ketua Panitia MTQN, Ibu Rina Yuliana, menambahkan, “Kami berharap setiap atlet dapat beristirahat dengan nyaman, karena kualitas tidur berpengaruh langsung pada performa di lapangan. Rumah warga yang ramah dan bersih akan menjadi rumah kedua bagi mereka.”
Salah satu warga yang terpilih, Bapak Hadi Susanto dari Desa Tambang Ulang, mengaku antusias. “Awalnya saya ragu, tapi setelah melihat dukungan pemerintah dalam hal perbaikan listrik dan penyediaan perlengkapan kebersihan, saya merasa yakin. Ini bukan hanya soal uang, tapi juga kebanggaan bisa berkontribusi pada keberhasilan acara nasional,” ujar Hadi.
Meski demikian, program ini tidak lepas dari tantangan. Infrastruktur transportasi di beberapa daerah masih terbatas, sehingga tim logistik harus menyiapkan armada shuttle khusus untuk mengantar peserta dari titik penginapan ke venue. Selain itu, standar kebersihan harus dipertahankan secara konsisten selama masa turnamen, mengingat jumlah tamu yang cukup besar.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, pemerintah setempat membentuk tim khusus yang terdiri dari petugas kebersihan, teknisi listrik, serta satpam. Tim ini bertugas melakukan inspeksi harian, menyediakan perlengkapan mandi tambahan, serta memastikan keamanan 24 jam. Pada hari pertama pelaksanaan, seluruh rumah yang terdaftar akan menerima paket kebersihan berisi sabun, handuk, dan perlengkapan pembersih lainnya.
Keberhasilan model penginapan berbasis rumah warga di Barito Kuala diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi kendala serupa dalam menyelenggarakan event berskala nasional. Dengan mengoptimalkan potensi lokal, pemerintah tidak hanya menghemat biaya pembangunan hotel baru, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.
Secara keseluruhan, langkah inovatif ini menegaskan komitmen Pemkab Barito Kuala dalam menjadikan MTQN Kalsel Batola 2026 bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan ajang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia olahraga. Jika terlaksana dengan baik, program penginapan rumah warga dapat meningkatkan citra Batola sebagai destinasi yang siap menyambut event besar dengan kehangatan dan profesionalisme.





