123Berita – 24 Mei 2026 | Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belakangan ini menjadi perhatian banyak pihak. Namun, menurut Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, pelemahan rupiah saat ini tidak bisa langsung disamakan dengan krisis moneter (krismon) 1998.
Misbakhun menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang membuat pelemahan rupiah saat ini berbeda dengan krismon 1998. Salah satu faktor utama adalah kondisi ekonomi global yang sangat berbeda. Pada 1998, krismon dipicu oleh krisis keuangan Asia yang kemudian berdampak pada ekonomi Indonesia.
Saat ini, pelemahan rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta kebijakan moneter negara-negara maju yang berdampak pada aliran modal ke negara-negara berkembang.
Misbakhun juga menekankan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan menghadapi pelemahan rupiah. Upaya tersebut antara lain dengan meningkatkan cadangan devisa, mengatur kebijakan moneter, dan melakukan berbagai program untuk meningkatkan produksi dan ekspor.
Pelemahan rupiah juga berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat. Namun, Misbakhun yakin bahwa dengan upaya yang tepat dan sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan pelaku ekonomi, Indonesia dapat melewati tantangan ini dan kembali stabil.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah melakukan berbagai reformasi ekonomi untuk meningkatkan daya saing dan ketahanan ekonomi. Misbakhun berharap bahwa upaya tersebut dapat terus dilanjutkan dan diperkuat untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang terus berubah.
Di tengah pelemahan rupiah, masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan tidak terlalu khawatir. Pemerintah dan Bank Indonesia terus bekerja untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi pelemahan rupiah.
Untuk itu, diperlukan kerja sama dari semua pihak, termasuk pelaku ekonomi, masyarakat, dan pemerintah, untuk menghadapi tantangan ini dan memastikan bahwa Indonesia dapat terus berkembang dan maju.
Pelemahan rupiah saat ini memang menimbulkan kekhawatiran, namun dengan upaya yang tepat dan kerja sama yang baik, Indonesia dapat melewati tantangan ini dan kembali menuju pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan.





