123Berita – 08 April 2026 | Legenda Manchester United, Paul Scholes, kembali menjadi sorotan publik setelah mengemukakan pendapatnya tentang kebijakan transfer klub. Dalam sebuah wawancara eksklusif, mantan gelandang berusia 48 tahun tersebut menyebutkan delapan pemain yang seharusnya segera masuk daftar jual agar Manchester United dapat kembali bersaing di puncak Liga Inggris.
Scholes, yang pernah menghabiskan 20 tahun berkarier di Old Trafford dan mengukir 11 trofi utama, menilai bahwa kebijakan rekrutmen terbaru masih belum menghasilkan skuad yang memadai. Menurutnya, beberapa pemain tidak lagi menunjukkan performa yang sepadan dengan nilai kontrak mereka dan menjadi beban finansial bagi klub.
Berikut adalah nama-nama yang disebutkan Scholes beserta alasan singkat mengapa mereka masuk dalam daftar jual:
- Jadon Sancho – Penyerang sayap asal Inggris ini masih belum mampu menembus konsistensi dalam mencetak gol dan menciptakan peluang di level tertinggi.
- Raphael Varane – Bek tengah asal Prancis yang dipandang sebagai pilihan defensif utama kini kehilangan kecepatan dan kemampuan mengatasi serangan cepat lawan.
- Anthony Martial – Striker asal Prancis yang pernah menjadi andalan serangan United kini terpuruk dengan catatan gol yang menurun drastis.
- Luke Shaw – Bek kiri yang pernah menampilkan penampilan impresif namun kini sering menjadi sumber kebocoran pertahanan.
- Jesse Lingard – Gelandang serang yang kembali ke klub pada musim 2022/2023 namun belum mampu mengukir kontribusi signifikan.
- Fred – Gelandang tengah Brasil yang kerap menjadi pilihan cadangan dan tidak memberikan dampak besar dalam penguasaan bola.
- Juan Mata – Gelandang kreatif asal Spanyol yang kini berada di fase akhir karier dan performanya menurun drastis.
- Edinson Cavani – Penyerang veteran Uruguay yang sudah tidak lagi memiliki kecepatan serta kemampuan finishing seperti dulu.
Scholes menegaskan bahwa keputusan penjualan tidak semata-mata didasarkan pada nilai pasar pemain, melainkan pada kontribusi mereka dalam meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan. “Kami perlu mengoptimalkan anggaran gaji dan memastikan setiap pemain yang ada dapat memberi nilai tambah pada tiap pertandingan,” ungkapnya dalam percakapan yang berlangsung intens.
Selain menyinggung nama-nama pemain, Scholes juga menyoroti pentingnya kepemimpinan Erik ten Hag dalam mengarahkan proses restrukturisasi skuad. Menurutnya, pelatih asal Belanda tersebut harus berani mengambil keputusan berat demi mengembalikan kejayaan klub.
Berbagai analis sepak bola menyambut pendapat Scholes dengan beragam reaksi. Sebagian menganggap bahwa daftar jual tersebut terlalu keras, mengingat sebagian pemain masih berusia muda dan memiliki potensi yang belum maksimal. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa Manchester United sedang berada dalam fase transisi, dengan kebutuhan akan reinvestasi yang signifikan untuk bersaing melawan tim-tim papan atas Premier League.
Berikut beberapa poin penting yang menjadi sorotan utama dalam perbincangan ini:
| Pemain | Posisi | Usia | Alasan Penjualan |
|---|---|---|---|
| Jadon Sancho | Sayap Kiri | 24 | Kurangnya konsistensi dalam mencetak gol |
| Raphael Varane | Bek Tengah | 31 | Penurunan kecepatan, kebocoran defensif |
| Anthony Martial | Striker | 29 | Rendemen gol menurun drastis |
| Luke Shaw | Bek Kiri | 27 | Kerap menjadi penyebab gol kebobolan |
| Jesse Lingard | Gelandang Serang | 30 | Kurang kontribusi kreatif |
| Fred | Gelandang Tengah | 32 | Peran terbatas, tidak memberikan penguasaan bola |
| Juan Mata | Gelandang Kreatif | 36 | Fase akhir karier, performa menurun |
| Edinson Cavani | Striker | 37 | Kecepatan dan finishing menurun |
Penggemar Manchester United tentu merasa cemas dengan kemungkinan penjualan pemain-pemain tersebut, terutama mengingat ikatan emosional yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Namun, Scholes menekankan bahwa perubahan adalah bagian tak terelakkan dalam upaya membangun kembali tim yang kompetitif.
Jika klub memutuskan untuk menjual semua delapan pemain tersebut, potensi pendapatan dari transfer dapat mencapai ratusan juta poundsterling. Dana yang diperoleh nantinya dapat dialokasikan untuk merekrut talenta muda atau pemain bintang yang dapat memberikan dampak langsung pada performa tim.
Di sisi lain, ada risiko bahwa penjualan massal dapat menimbulkan kekosongan dalam skuad, terutama jika tidak ada pengganti yang siap. Oleh karena itu, strategi transfer harus diiringi dengan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang yang matang.
Secara keseluruhan, pernyataan Paul Scholes membuka kembali diskusi tentang arah kebijakan transfer Manchester United. Apakah klub akan menuruti saran mantan legenda tersebut atau tetap berpegang pada kebijakan yang ada, hanya waktu yang akan menjawab. Yang jelas, tekanan untuk kembali bersaing di Liga Inggris dan kompetisi Eropa semakin menguat, menuntut manajemen dan pelatih mengambil keputusan yang tepat demi masa depan klub.
Dengan mempertimbangkan faktor finansial, performa, serta visi jangka panjang, keputusan penjualan delapan pemain ini dapat menjadi langkah strategis atau justru menjadi bumerang. Penggemar, analis, dan tentu saja para pemangku kepentingan lainnya akan terus memantau perkembangan ini dengan seksama.





