123Berita – 05 April 2026 | Kota Pariaman, Sumatera Barat, kembali memperlihatkan daya tariknya sebagai destinasi wisata unggulan di Pulau Sumatra dengan mencatat lebih dari 169.560 kunjungan wisatawan selama periode Lebaran 2026. Angka ini menandakan lonjakan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menegaskan peran penting Pariaman dalam peta pariwisata regional dan nasional.
Data yang dihimpun oleh Dinas Pariwisata Kota Pariaman mengungkapkan bahwa selama libur panjang Lebaran, kota ini berhasil menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Sebagian besar pengunjung berasal dari provinsi sekitarnya, terutama Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jakarta, namun tidak menutup kemungkinan adanya peningkatan kunjungan wisatawan luar negeri yang tertarik pada keunikan budaya dan keindahan alam Pariaman.
Berbagai faktor menjadi pendorong utama meningkatnya jumlah wisatawan. Salah satunya adalah penyelenggaraan acara tahunan “Pariaman Barayo Lebaran” yang menawarkan rangkaian budaya, kuliner, dan hiburan tradisional khas Minangkabau. Festival ini menampilkan tarian payung, lomba perahu, serta bazaar kuliner yang menonjolkan masakan khas Pantai Barat Sumatera, seperti sate padang, nasi kapau, dan ikan bakar bumbu rujak.
Selain acara budaya, pemerintah daerah juga melakukan perbaikan infrastruktur yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan kualitas jalan, penyediaan fasilitas umum seperti tempat parkir, toilet umum, serta peningkatan layanan kebersihan dan keamanan di area wisata utama memberikan kenyamanan lebih bagi para wisatawan.
- Jumlah total kunjungan: 169.560 orang
- Prosentase peningkatan dibanding tahun sebelumnya: sekitar 25%
- Sumber utama wisatawan: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, Sumatera Utara
- Durasi rata-rata kunjungan: 2,5 hari per wisatawan
Para pelaku usaha di sektor pariwisata, seperti hotel, homestay, restoran, dan toko suvenir, melaporkan peningkatan pendapatan yang signifikan selama periode tersebut. Tingkat hunian hotel mencapai 85 persen, sementara homestay mengalami lonjakan okupansi hingga 92 persen. Hal ini tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, namun juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi wisata.
Wali Kota Pariaman, Budi Santoso, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam kesuksesan ini. “Keberhasilan Pariaman dalam mencatat angka kunjungan wisatawan yang luar biasa selama Lebaran 2026 adalah bukti kerja keras bersama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi wisata kami, baik dari segi budaya, alam, maupun layanan,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers pada 4 April 2026.
Selain itu, Dinas Pariwisata juga menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pengelolaan destinasi wisata. Program “Pariaman Hijau” yang diluncurkan pada awal tahun 2025 bertujuan mengurangi dampak lingkungan melalui pengelolaan sampah, pelestarian ekosistem pantai, serta edukasi kepada wisatawan tentang perilaku bertanggung jawab.
Pengunjung yang datang ke Pariaman selama Lebaran 2026 tidak hanya sekadar menikmati keindahan alam, tetapi juga terlibat dalam pengalaman budaya yang autentik. Salah satu atraksi yang paling diminati adalah Pantai Air Manis, yang terkenal dengan pasir putihnya yang halus dan ombak yang bersahabat untuk berselancar. Selain itu, situs bersejarah Jam Gadang Pariaman menjadi magnet bagi pecinta sejarah yang ingin mempelajari warisan arsitektur kolonial Belanda yang masih terjaga.
Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan, Dinas Pariwisata bekerja sama dengan lembaga pelatihan pariwisata untuk meningkatkan kompetensi guide lokal. Pelatihan ini mencakup pengetahuan tentang sejarah, budaya, bahasa asing dasar, serta penggunaan teknologi informasi untuk memberikan layanan yang lebih interaktif kepada wisatawan.
Secara keseluruhan, data kunjungan Lebaran 2026 memberikan gambaran optimis tentang masa depan pariwisata Pariaman. Dengan dukungan kebijakan yang proaktif, peningkatan infrastruktur, serta pelibatan aktif masyarakat, kota ini berpotensi menjadi destinasi pilihan utama tidak hanya pada musim liburan, tetapi sepanjang tahun.
Ke depan, pemerintah daerah berencana memperluas promosi digital melalui media sosial dan platform travel online, serta mengadakan pameran pariwisata regional untuk menarik lebih banyak wisatawan domestik dan mancanegara. Diharapkan, dengan langkah-langkah strategis ini, Pariaman dapat terus meningkatkan angka kunjungan, meningkatkan pendapatan daerah, serta melestarikan kekayaan budaya dan alamnya untuk generasi mendatang.





