123Berita – 05 April 2026 | Bek tengah asal Ghana, Oscar, mengakhiri karier profesionalnya setelah mengalami kolaps di lapangan yang diikuti henti jantung. Kejadian dramatis ini terjadi pada sesi latihan akhir pekan lalu di fasilitas latihan klubnya, menimbulkan keprihatinan luas di kalangan pecinta sepak bola dan rekan-rekan satu tim.
Oscar, yang pernah mengisi posisi gelandang bertahan untuk Chelsea FC selama tiga musim, mengumumkan keputusan pensiun secara resmi melalui pernyataan tertulis yang dirilis oleh manajer pribadi serta agennya. Dalam pernyataan tersebut, ia mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan jantungnya yang masih rapuh menjadi faktor utama yang memaksa ia menutup lembaran karier sepak bola.
Saat sesi latihan rutin, Oscar tiba‑tiba terjatuh ke tanah tanpa sebab yang jelas. Rekan-rekan setim melaporkan bahwa ia terlihat pingsan, mengakibatkan pelatih segera menghentikan latihan dan memanggil tim medis. Setelah pemeriksaan awal, tim medis menemukan tanda‑tanda henti jantung sementara yang kemudian berhasil diatasi dengan bantuan defibrillator otomatis eksternal (AED). Oscar kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk observasi lebih lanjut.
Dokter spesialis kardiologi yang menanganinya menjelaskan bahwa Oscar mengalami aritmia ventrikular yang dapat berakibat fatal bila tidak ditangani dengan cepat. “Kondisi ini biasanya dipicu oleh stress fisik berlebih atau adanya kelainan struktural pada jantung. Dalam kasus Oscar, kami menemukan adanya hipertrofi ventrikel kiri yang meningkatkan risiko henti jantung,” ujar dokter tersebut.
Keputusan pensiun bukanlah keputusan yang diambil secara mendadak. Selama beberapa bulan terakhir, Oscar telah menjalani serangkaian pemeriksaan medis rutin setelah sebelumnya sempat mengalami keluhan sesak napas saat pertandingan. Meski sempat menunjukkan perbaikan, dokter mengingatkannya bahwa risiko berulang tetap tinggi, terutama mengingat intensitas kompetisi sepak bola profesional.
Karier Oscar di dunia sepak bola memang tidak lama, namun meninggalkan jejak yang signifikan. Berikut rangkuman singkat perjalanan kariernya:
- 2019: Bergabung dengan Chelsea FC setelah menandatangani kontrak transfer dari klub asal di Liga Inggris.
- 2020: Membantu tim meraih posisi empat Liga Premier dan lolos ke fase grup Liga Champions.
- 2021: Mencatatkan 34 penampilan resmi, termasuk penampilan penting dalam laga melawan Manchester City.
- 2022: Mengalami cedera otot hamstring yang mengurangi waktu bermain, namun kembali tampil pada akhir musim.
- 2023: Menjadi figur kunci dalam skema pertahanan Chelsea, dikenal dengan kemampuan intersepsi dan distribusi bola yang akurat.
Selain prestasi di level klub, Oscar juga pernah dipanggil ke tim nasional Ghana, dimana ia berkontribusi dalam fase kualifikasi Piala Dunia 2022. Meskipun tidak pernah menjadi starter utama, kehadirannya selalu dihargai karena profesionalisme dan etos kerja tinggi.
Reaksi publik pun beragam. Fans Chelsea mengirimkan ribuan pesan dukungan melalui media sosial, menyoroti dedikasi Oscar selama berada di klub. Sejumlah mantan rekan satu tim, termasuk kapten tim, memberikan testimoni singkat yang mengungkapkan rasa hormat terhadap keputusan Oscar. “Dia selalu memberi contoh dalam latihan, dan keputusannya untuk mengutamakan kesehatan adalah hal yang bijak,” kata salah satu rekan setim.
Di sisi lain, dunia sepak bola menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat bagi pemain. Beberapa pakar menyarankan agar klub-klub profesional meningkatkan frekuensi dan kedalaman evaluasi kardiovaskular, khususnya bagi pemain yang memiliki riwayat cedera atau faktor risiko genetik.
Kondisi Oscar saat ini stabil, dan ia dijadwalkan menjalani program rehabilitasi serta pemantauan rutin selama enam bulan ke depan. Meskipun tidak lagi berkompetisi di lapangan, ia berencana tetap terlibat dalam dunia sepak bola melalui peran sebagai analis taktik atau pelatih muda, memanfaatkan pengalaman internasionalnya untuk menginspirasi generasi berikutnya.
Keputusan pensiun Oscar menegaskan betapa pentingnya kesehatan jantung bagi atlet profesional. Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa performa tinggi tidak boleh mengorbankan kesejahteraan tubuh. Semoga Oscar dapat pulih sepenuhnya dan menemukan kebahagiaan dalam fase baru hidupnya di luar lapangan.




