Neck Deep dan JET Siap Menggebrak The Sounds Project 2026 di Jakarta

Neck Deep dan JET Siap Menggebrak The Sounds Project 2026 di Jakarta
Neck Deep dan JET Siap Menggebrak The Sounds Project 2026 di Jakarta

123Berita – 09 April 2026 | The Sounds Project Vol. 9 mengumumkan fase kedua lineup-nya untuk edisi 2026, menegaskan kehadiran dua nama internasional yang akan menjadi magnet utama bagi para pecinta musik pop‑punk dan rock nostalgia, yakni band asal Inggris Neck Deep dan grup rock asal Australia, JET. Kedua band tersebut akan tampil di venue ikonik Ecovention dan Ecopark Ancol, Jakarta, pada tanggal 7 hingga 9 Agustus 2026.

Neck Deep, yang dikenal sebagai salah satu pelopor kebangkitan pop‑punk modern, dijadwalkan menyapa penonton Indonesia dalam pertunjukan eksklusif di kawasan Asia Tenggara. Kehadiran mereka bukan sekadar penampilan rutin; band ini akan mempersembahkan setlist yang menggabungkan hits lama dengan materi terbaru, memberikan pengalaman yang sekaligus familiar dan segar bagi para penggemar. Bagi generasi muda yang tumbuh bersama lagu‑lagu seperti “In Bloom” dan “December”, momen ini menjadi peluang langka untuk menyaksikan energi panggung yang masih terasa otentik setelah lebih dari satu dekade berkarier.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, JET membawa nuansa nostalgia era 2000‑an dengan katalog lagu yang menjadi soundtrack masa muda banyak orang. Grup asal Australia ini terkenal dengan melodi‑melodi melankolis yang dipadukan dengan gitar riff kuat, menjanjikan penampilan yang tidak hanya menghidupkan kenangan, tetapi juga menyalurkan energi baru kepada generasi milenial yang kini beranjak dewasa. Penampilannya di The Sounds Project diperkirakan akan menjadi salah satu sorotan utama, mengingat jarangnya band internasional dengan profil serupa mengunjungi panggung Indonesia.

Festival ini mengusung tema “Beyond Memories”, sebuah konsep yang berupaya menciptakan pengalaman yang melampaui sekadar hiburan semata. Tema tersebut mengajak penonton untuk membangun memori inti (core memories) yang akan terus diingat lama setelah lampu panggung padam. Gerhana Banyubiru, pendiri sekaligus CEO The Sounds Project, menegaskan pentingnya konsistensi dalam mengelola festival yang kini telah bertransformasi dari acara kampus sederhana pada tahun 2015 menjadi salah satu event musik terbesar di Tanah Air. “Menjaga konsistensi itu jauh lebih sulit daripada memulai. Dari awal kami masih kuliah, dengan segala keterbatasan, The Sounds Project hanya sebuah acara kecil dengan satu panggung. Tapi kami percaya, selama dijalankan dengan niat yang sama, festival ini bisa terus tumbuh bersama penontonnya,” ujarnya dalam sebuah pernyataan resmi.

Perjalanan lebih dari satu dekade festival ini mencerminkan pertumbuhan industri musik Indonesia yang semakin terintegrasi dengan pasar global. Dengan kapasitas venue Ecovention dan Ecopark Ancol yang mampu menampung puluhan ribu penonton, The Sounds Project kini dapat menampilkan program yang lebih variatif, menggabungkan artis internasional dan talenta lokal dalam satu rangkaian tiga hari. Selain Neck Deep dan JET, fase kedua lineup juga menampilkan Nusantara Beat, band berbasis Belanda yang mengangkat musik Indonesia ke panggung internasional, serta sejumlah artis tanah air seperti Mahalini, Rizky Febian, Barasuara, Elephant Kind, For Revenge, Juicy Luicy, Pamungkas, dan The Adams. Hingga saat ini, sekitar 60 dari total 120 nama yang direncanakan telah diumumkan, menyisakan ruang bagi pengumuman tambahan pada fase berikutnya.

Penjualan tiket telah dimulai sejak awal tahun, dengan fase Early Bird yang kini habis terjual dalam waktu singkat. Saat ini tersedia Presale 1 Pass dengan harga mulai Rp185.000 hingga Rp450.000, dijual secara terbatas melalui situs resmi tiket festival. Harga tersebut mencakup akses ke tiga hari pertunjukan, area khusus, serta kesempatan mendapatkan merchandise eksklusif. Ketersediaan tiket yang terbatas diperkirakan akan memicu antusiasme lebih lanjut, mengingat tingginya permintaan pada edisi-edisi sebelumnya.

Secara keseluruhan, The Sounds Project 2026 menandai babak baru dalam sejarah festival musik Indonesia. Dengan kombinasi artis internasional berprofil tinggi, dukungan talenta lokal yang terus berkembang, serta visi tematis yang berfokus pada penciptaan memori abadi, festival ini diyakini akan menjadi agenda utama bagi pencinta musik dalam kalender tahun 2026. Penonton tidak hanya akan disuguhkan penampilan musik, melainkan juga pengalaman budaya yang menghubungkan generasi, melintasi batas geografis, dan menegaskan posisi Jakarta sebagai salah satu destinasi festival paling dinamis di Asia Tenggara.

Kesimpulannya, kehadiran Neck Deep dan JET di The Sounds Project 2026 tidak sekadar menambah nilai hiburan, tetapi juga memperkuat reputasi festival sebagai platform yang mampu menarik nama-nama besar dunia musik. Dengan persiapan yang matang, tema yang menyentuh, serta dukungan infrastruktur yang memadai, festival ini siap menjadi landmark musik yang akan dikenang oleh jutaan penonton, baik dari kalangan muda maupun dewasa, selama bertahun‑tahun mendatang.

Pos terkait