123Berita – 06 April 2026 | Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, baru-baru ini mengajukan usulan yang mengejutkan dunia sepak bola internasional. Dalam sebuah pernyataan resmi, Menpora meminta dua legenda Italia, Paolo Maldini dan Alessandro Del Piero, untuk mengisi jabatan Ketua Umum Federasi Sepak Bola Italia (FIGURO CONI) atau FIGC. Permintaan tersebut muncul setelah tim nasional Italia gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, sebuah kegagalan yang menimbulkan kegelisahan luas di kalangan penggemar dan pejabat sepak bola Italia.
Gibran menegaskan bahwa pemilihan figur-figur berpengalaman dan berkarisma seperti Maldini dan Del Piero dapat menjadi katalisator perubahan struktural yang dibutuhkan FIGC. Ia menyebut kedua mantan pemain tidak hanya memiliki rekam jejak gemilang di lapangan, tetapi juga memiliki reputasi yang bersih serta pemahaman mendalam tentang dinamika sepak bola modern. “Kami percaya bahwa kepemimpinan yang kuat, berlandaskan integritas dan visi jangka panjang, dapat mengembalikan kejayaan sepak bola Italia,” ujar Gibran dalam konferensi pers yang diadakan di Istana Kepresidenan.
Paolo Maldini, yang menghabiskan seluruh karier klubnya di AC Milan dan menjadi kapten tim nasional Italia selama lebih dari satu dekade, kini menjabat sebagai Direktur Teknik di klub tersebut. Sementara Alessandro Del Piero, ikon Juventus dan mantan kapten Azzurri, telah aktif dalam berbagai peran manajerial serta menjadi duta besar sepak bola Italia di luar negeri. Kedua tokoh ini dikenal memiliki jaringan luas dengan klub-klub, pemain, serta sponsor, sehingga dianggap mampu menggalang dukungan finansial dan kebijakan yang lebih progresif bagi federasi.
Kegagalan Italia di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 memicu kritik keras terhadap struktur kepengurusan FIGF. Andrea Abodi, Menteri Olahraga Italia, mengakui bahwa krisis ini memaksa federasi untuk mempertimbangkan reformasi drastis, termasuk perubahan kepemimpinan. “Kami berada di persimpangan jalan. Jika tidak ada langkah tegas, kepercayaan publik akan terus menurun,” kata Abodi dalam wawancara dengan media nasional. Usulan Gibran menjadi sorotan karena menandakan dukungan internasional terhadap gagasan perubahan yang radikal.
- Pengalaman kompetitif: Maldini dan Del Piero pernah berkompetisi di level tertinggi, termasuk tiga kali menjadi finalis Liga Champions dan dua kali menjuarai Piala Dunia.
- Rekam jejak kepemimpinan: Kedua legenda tersebut pernah memegang peran penting di manajemen klub, menunjukkan kemampuan mengelola organisasi besar.
- Pengaruh global: Keterlibatan mereka dalam kampanye sosial dan promosi sepak bola di luar Italia dapat membuka peluang sponsor internasional.
Di sisi lain, kritik muncul dari kalangan dalam FIGC yang menilai usulan tersebut sebagai intervensi luar negeri. Beberapa tokoh veteran federasi berpendapat bahwa pilihan internal harus menjadi prioritas, mengingat adanya calon-calon yang sudah berada di dalam struktur FIGC. Mereka menyoroti bahwa proses pemilihan Ketua Umum harus transparan dan berdasarkan meritokrasi, bukan popularitas semata.
Meskipun demikian, usulan Gibran mendapat dukungan signifikan dari komunitas sepak bola Indonesia. Penggemar sepak bola Tanah Air melihat peluang kolaborasi lintas negara yang dapat memperkuat hubungan teknis, pertukaran pelatih, serta program pembinaan pemain muda. “Jika Maldini atau Del Piero memimpin FIGC, kami berharap akan ada program pertukaran yang membuka jalan bagi talenta Indonesia untuk berlatih di akademi Italia,” ujar seorang fans klub Serie A dalam sebuah forum online.
Analisis para pakar sepak bola menilai bahwa keberadaan figur-figur berkarisma di pucuk pimpinan federasi dapat meningkatkan kepercayaan publik dan sponsor. Namun, mereka juga memperingatkan bahwa perubahan kepemimpinan saja tidak cukup jika tidak diiringi reformasi struktural pada kebijakan pengembangan pemain, manajemen kompetisi domestik, serta transparansi keuangan. “Kepemimpinan baru harus disertai dengan audit menyeluruh dan kebijakan yang berpihak pada pengembangan akar rumput,” kata Dr. Antonio Rossi, dosen Fakultas Olahraga Universitas Roma.
Sejauh ini, belum ada konfirmasi resmi dari FIGC maupun kedua legenda yang diminta. Namun, laporan media mengindikasikan bahwa pihak FIGC tengah melakukan evaluasi internal mengenai kemungkinan penunjukan figur-figur luar sebagai Ketua Umum. Jika usulan Gibran terwujud, ini akan menjadi langkah pertama dalam rangkaian reformasi yang lebih luas, termasuk revisi format kompetisi Serie A, peningkatan fasilitas latihan nasional, serta penataan kembali sistem scouting.
Situasi ini juga menambah dinamika politik olahraga internasional, di mana negara-negara dengan tradisi sepak bola kuat saling bersaing untuk menarik talenta manajerial. Menpora Indonesia tampaknya memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan peran Indonesia sebagai kontributor penting dalam dialog global sepak bola, sekaligus memperkuat hubungan bilateral dengan Italia dalam bidang olahraga.
Kesimpulannya, permintaan Menpora agar Paolo Maldini dan Alessandro Del Piero mengambil alih kepemimpinan FIGC mencerminkan keprihatinan mendalam atas krisis yang melanda sepak bola Italia pasca kegagalan kualifikasi Piala Dunia 2026. Meskipun usulan tersebut masih bersifat spekulatif, ia membuka perbincangan luas tentang kebutuhan reformasi struktural, peran tokoh legendaris dalam manajemen, dan potensi kolaborasi lintas negara. Jika terwujud, langkah ini dapat menjadi titik balik bagi federasi Italia dalam upaya mengembalikan kejayaan historisnya di panggung internasional.





