123Berita – 10 April 2026 | Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya percepatan pengembangan taksi air serta dermaga di Bali dalam upaya meningkatkan konektivitas antar pulau serta menambah daya tarik wisata di Pulau Dewata. Pada sebuah pertemuan strategis yang digelar di kantor Kementerian Perhubungan, Dudy memaparkan rencana komprehensif yang menargetkan pengurangan kemacetan lalu lintas darat, optimalisasi logistik, serta peningkatan pengalaman wisatawan.
Rencana pengembangan taksi air di Bali mencakup tiga fokus utama:
- Penambahan armada taksi air modern: Pemerintah berencana mengakuisisi kapal berbahan bakar ramah lingkungan dengan kapasitas menengah hingga besar, dilengkapi fasilitas keselamatan dan kenyamanan kelas premium.
- Pembangunan dermaga baru: Dermaga strategis akan dibangun di kawasan pantai selatan, barat, dan timur Bali, serta di pulau-pulau tetangga seperti Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Gili.
- Integrasi tiket dan jadwal: Sistem tiket terintegrasi akan menghubungkan taksi air dengan layanan transportasi darat, termasuk bus, taksi, dan layanan sewa mobil, memungkinkan penumpang berpindah moda tanpa hambatan.
Selain menambah kapasitas armada, Dudy menekankan pentingnya standar operasional yang ketat. Setiap operator taksi air diwajibkan mematuhi regulasi keselamatan, memiliki sertifikasi pelaut profesional, serta mengimplementasikan teknologi pemantauan real-time untuk memastikan keamanan penumpang. Pemerintah juga akan memberikan insentif fiskal bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi bersih, seperti mesin diesel beremisi rendah atau tenaga listrik.
Pengembangan dermaga di Bali diproyeksikan dapat menurunkan tingkat kemacetan di kawasan wisata utama, seperti Kuta, Seminyak, dan Nusa Dua. Dengan adanya dermaga yang terletak dekat dengan hotel dan pusat perbelanjaan, wisatawan dapat langsung melanjutkan perjalanan dari laut ke darat tanpa harus melewati jalur darat yang padat. Dudy menambahkan, “Dermaga baru tidak hanya berfungsi sebagai titik pemberhentian, tetapi juga sebagai pusat layanan logistik, termasuk distribusi barang kebutuhan pokok bagi pulau-pulau kecil”.
Strategi tersebut selaras dengan agenda nasional “Indonesia Maju 2030” yang menekankan pada pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan peningkatan daya saing pariwisata. Pemerintah berupaya menjadikan Bali sebagai contoh sukses integrasi transportasi laut dalam skala regional, yang nantinya dapat direplikasi di wilayah lain seperti Maluku, Papua, dan Kepulauan Riau.
Untuk mengukur keberhasilan program, Kementerian Perhubungan akan melakukan monitoring berkala dengan indikator kunci, antara lain:
- Jumlah armada taksi air beroperasi tiap tahun.
- Volume penumpang yang menggunakan taksi air dibandingkan transportasi darat.
- Pengurangan waktu tempuh rata-rata perjalanan wisatawan di Bali.
- Penurunan tingkat kemacetan di jalan utama kawasan wisata utama.
- Pengurangan emisi karbon dari transportasi laut melalui adopsi teknologi bersih.
Implementasi program diperkirakan akan dimulai pada kuartal ketiga tahun ini, dengan tahap pertama mencakup pembangunan dermaga di Pelabuhan Benoa serta penambahan armada taksi air yang melayani rute Benoa–Nusa Penida dan Benoa–Gili. Selanjutnya, dermaga tambahan akan dibangun di Pantai Sanur dan Pantai Jimbaran, memperluas jaringan ke arah selatan dan barat pulau.
Para pelaku industri pariwisata, termasuk hotel, agen perjalanan, dan operator tur, menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka berharap taksi air dapat membuka paket wisata baru, seperti tur maritim harian, pengalaman sunset cruise, serta akses cepat ke spot snorkeling dan diving di pulau-pulau kecil. Selain itu, para pengusaha lokal diharapkan mendapat peluang usaha baru dalam bidang catering, penyewaan peralatan, serta layanan transportasi darat yang terintegrasi.
Namun, tantangan tetap ada. Ketersediaan lahan untuk pembangunan dermaga, koordinasi antar lembaga, serta penyesuaian regulasi operasional kapal menjadi aspek yang perlu diselesaikan secara sinergis. Dudy mengakui bahwa keberhasilan program tidak dapat terlepas dari dukungan semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, masyarakat setempat, dan sektor swasta.
Secara keseluruhan, percepatan pengembangan taksi air dan dermaga Bali diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas dan kenyamanan wisatawan, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi maritim, Bali dapat menegaskan posisinya sebagai destinasi wisata terdepan yang mengedepankan inovasi transportasi berkelanjutan.
Dengan langkah konkret ini, Menteri Perhubungan menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan transportasi laut sebagai tulang punggung mobilitas Indonesia, sekaligus memperkuat Bali sebagai magnet pariwisata dunia yang responsif terhadap tantangan kemacetan dan perubahan iklim.





