123Berita – 04 April 2026 | Bone broth atau kaldu tulang semakin populer sebagai pilihan tambahan dalam menu MPASI (Makanan Pendamping ASI) bagi balita. Selain memberikan rasa gurih alami, kaldu ini diklaim menyimpan segudang nutrisi yang dapat mendukung pertumbuhan, menambah berat badan, dan memperkuat sistem imun anak. Berbagai orang tua kini penasaran apakah klaim tersebut memiliki dasar ilmiah atau sekadar tren semata.
Secara sederhana, bone broth adalah cairan hasil perendaman tulang hewan (biasanya ayam, sapi, atau ikan) bersama sayuran, rempah, dan air dalam waktu lama. Proses perebusan yang berlarut‑larut (biasanya 6‑12 jam) memungkinkan kolagen, gelatin, mineral seperti kalsium, fosfor, magnesium, serta asam amino penting seperti glutamin lepas ke dalam cairan. Hasilnya adalah sup yang kaya akan protein dan mikro‑nutrisi, namun rendah lemak dan kalori.
Berikut contoh komposisi nutrisi rata‑rata per 250 ml bone broth ayam tanpa tambahan garam:
| Nutrisi | Kadar |
|---|---|
| Kalori | 35 kcal |
| Protein | 7 g |
| Lemak | 0,5 g |
| Kalsium | 25 mg |
| Magnesium | 6 mg |
| Glutamin | 0,9 g |
Data di atas menunjukkan bahwa meski kalori tidak tinggi, bone broth menyediakan sumber protein berkualitas tinggi serta mineral penting yang berperan dalam pembentukan tulang dan jaringan tubuh.
Manfaat bagi pertambahan berat badan
- Protein lengkap – Protein membantu membangun dan memperbaiki jaringan otot serta mendukung pertumbuhan sel.
- Kolagen dan gelatin – Kedua komponen ini meningkatkan elastisitas jaringan dan dapat membantu penyerapan nutrisi lainnya, termasuk lemak sehat bila dikombinasikan dengan makanan lain.
- Mineral – Kalsium, fosfor, dan magnesium berperan dalam metabolisme energi yang diperlukan untuk pertumbuhan optimal.
Untuk anak yang mengalami kesulitan menambah berat badan, menambahkan satu atau dua sendok makan bone broth ke dalam bubur atau puree dapat meningkatkan kandungan protein tanpa menambah beban pencernaan.
Manfaat bagi daya tahan tubuh
- Glutamin – Asam amino ini menjadi bahan bakar utama sel‑sel usus dan sel imun, membantu memperkuat pertahanan tubuh terhadap infeksi.
- Gelatin – Memperbaiki lapisan mukosa usus sehingga mengurangi risiko kebocoran usus dan meningkatkan penyerapan nutrisi.
- Mineral mikro – Zinc dan selenium, meski dalam jumlah kecil, berperan dalam aktivitas enzim anti‑oksidan yang melindungi sel dari stres oksidatif.
Studi klinis kecil menunjukkan bahwa anak yang rutin mengonsumsi kaldu tulang memiliki frekuensi infeksi saluran pernapasan yang lebih rendah dibandingkan yang tidak. Meskipun bukti masih terbatas, mekanisme biologis di atas memberikan dasar yang masuk akal untuk klaim peningkatan imunitas.
Jika orang tua ingin memperkenalkan bone broth ke dalam diet si kecil, ada beberapa langkah praktis yang perlu diikuti untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya:
- Pilih tulang segar – Hindari tulang yang mengandung residu lemak berlebih atau bekas proses pengolahan kimia.
- Rebus lama – Minimum 6 jam pada api kecil; proses ini memastikan kolagen terurai menjadi gelatin yang mudah dicerna.
- Tanpa garam atau bumbu kuat – Anak di bawah dua tahun belum membutuhkan tambahan natrium; rasa alami sudah cukup menarik.
- Saring bersih – Buang serpihan tulang kecil yang dapat menjadi bahaya tersedak.
- Simpan dalam lemari es – Konsumsi dalam 24‑48 jam atau beku dalam porsi kecil untuk penggunaan selanjutnya.
Ahli gizi anak, Dr. Siti Nurhayati, M.Kes, menekankan bahwa bone broth sebaiknya diperlakukan sebagai pelengkap, bukan pengganti makanan utama. “Kaldu tulang dapat menambah variasi rasa dan nutrisi, tetapi tetap harus disandingkan dengan karbohidrat kompleks, sayuran, dan protein hewani atau nabati lainnya untuk memastikan kebutuhan gizi harian tercukupi,” ujarnya.
Berikut beberapa ide penyajian yang ramah anak:
- Campurkan satu sendok makan bone broth ke dalam bubur beras atau oatmeal.
- Gunakan sebagai kuah dasar sup sayuran berwarna-warni.
- Tambahkan ke dalam puree buah‑buah seperti pisang atau alpukat untuk meningkatkan tekstur creamy.
Secara keseluruhan, bone broth menawarkan kombinasi nutrisi yang mendukung pertumbuhan fisik dan fungsi imun pada anak. Kunci keberhasilannya terletak pada proses pembuatan yang higienis, penggunaan bahan baku berkualitas, serta penyajian yang seimbang dengan makanan lain. Orang tua yang memperhatikan porsi dan frekuensi konsumsi dapat memanfaatkan kaldu tulang sebagai strategi alami untuk membantu anak mencapai berat badan ideal dan tetap tahan terhadap penyakit.
Dengan mengintegrasikan bone broth secara bijak ke dalam menu harian, keluarga dapat memberikan dukungan gizi tambahan tanpa harus mengandalkan suplemen sintetis. Namun, tetap penting untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila anak memiliki kondisi medis khusus atau alergi terhadap bahan tertentu.





